Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Bupati Natuna Diperiksa Polda

Terkait Kasus Dugaan Korupsi Bansos Rp 4 M

BATAM (BP) – Bola salju kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial (bansos) Pemkab Natuna terus menggelinding. Setelah menetapkan Ketua LSM Badan Perjuangan (BP) Migas Natuna, Muhammad Nazir, penyidik Polda Kepri terus memeriksa sejumlah saksi lainnya. Termasuk Bupati Natuna, Ilyas Sabli.

“Kami periksa, untuk dimintai keterangan mengenai dana bansos tersebut,” kata Kasubdit III Ditreskrimsus Polda Kepri, AKBP Arif Budiman, kepada Batam Pos, Kamis (21/4/2016).

Arif menjelaskan, pihaknya perlu memeriksan Ilyas karena pencairan dana bansos senilai Rp 4,45 miliar kepada LSM BP Migas tersebut terjadi pada tahun anggaran 2011, 2012, dan 2013. Sebagai bupati, Ilyas dinilai ikut bertanggungjawab. Menurut Arif, tim penyidik sudah memeriksa Ilyas lebih dari satu kali. Semua pemeriksaan dilakukan di Natuna.

“Sudah beberapa kali kami mintai keterangan,” katanya.

Selain Ilyas, penyidik Polda Kepri juga telah memeriksa sejumlah pejabat teras di lingkungan Pemkab Natuna. Seperti Sekda Natuna dan Bendahara Pemkab Natuna.

“Tapi masih sebatas saksi semuanya,” ujarnya. Arif menambahkan, keterangan Bendahara Pemkab Natuna juga dinilai penting karena seluruh proses pencairan dana bansos melalui bendahara.

Airf menjanjikan akan ada tersangka baru dalam kasus bansos LSM BP Migas ini. Namun mengenai siapa orangnya, ia memilih bungkam.

“Tunggu saja tanggal mainnya,” katanya.

Seperti dketahui, setelah berbulan-bulan melakukan penyelidikan, akhirnya Polda Kepri menetapkan tersangka terhadap Ketua LSM BP Migas Natuna, Muhammad Nazir. Nazir diduga melakukan pelaporan fiktif dana bansos yang diterimanya selama tahun 2011, 2012 dan 2013. Selama tiga tahun tersebut, Nazir mendapatkan dana bantuan sosial (bansos) dari Pemkab Natuna sebesar Rp 4,45 miliar.

Tapi dalam pelaporannya dan pertanggungjawabannya, Nazir hanya melaporkan penggunaan dana sebesar Rp 1,25 miliar. Sementara sisanya diduga mengalir ke kantong pribadinya.

Dari informasi yang didapat Batam Pos di Natuna, pencairan dana bansos ini pada awalnya untuk memberdayakan masyarakat Natuna. Pemberdayaan yang dilakukan, agar masyarakat Natuna yang tergabung dalam kelompok LSM BP Migas ini dapat menggunakan dana tersebut untuk usaha dan pembangunan fasum.

Tapi ternyata dalam prosesnya, dana tersebut tak bergulir ke masyarakat. Nazir diduga menggunakan dana tersebut untuk keperluan pribadinya.

Pihak kepolisian menduga, Ketua LSM BP Migas ini bukanlah pemain tunggal. Sebab untuk pencairan butuh orang dalam. Selain itu kasus ini tidak terendus selama bertahun-tahun. Sehingga kuat dugaan ada pihak-pihak lain yang turut menikmati uang haram tersebut.

Informasi yang beredar menyebutkan orang kuat di Natuna turut membekingi kegiatan Nazir selama ini. Mengenai keterlibatan pihak lain ini, Arif mengaku masih dalam pendalaman. Sejauh ini, Polda Kepri sudah memeriksa 42 orang saksi. (ska)

April 22, 2016 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: