Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

KASN: Reni Bisa Diganti Sewaktu-waktu

Buat SE, Reni Sendiri yang Melanggarnya

TANJUNGPINANG (BP) – Anggota Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) Nuraida Mochsein, mengatakan, masa tugas Plt Sekda tidak mesti menunggu sampai terpilihnya sekda defenitif. Akan bisa diganti dengan pejabat yang lain, sesuai dengan kebutuhan pimpinan.

“Sesuai UU ASN proses penggantian Plt Sekda itu sekurang-kurangnya enam bulan setelah gubernur dilantik. Namun sebelum enam bulan bisa saja diganti dengan yang lain, jika dianggap perlu,” ujar Nuraida Mochsein menjawab pertanyaan Batam Pos, Senin (25/4/2016).

Lebih lanjut katanya, jabatan Plt Sekda bisa diperpanjang, apabila molornya proses seleksi sekda defenitif. Disinggung terkait mekanisme penunjuk Reni sebagai Plt Sekda yang terkesan tidak prosedural, Nuraida mengatakan terkait hal itu, bukan wilayah kerjanya.

“Yang jelas sudah ada persetujuan Kemendagrinya, tiga hari sebelum Pak Sani dilantik sebagai Gubernur Kepri,” ungkap Nuraida.

Seperti diketahui, Jabatan Plt Sekda Kepri yang saat ini melekat pada Asisten I Pemprov Kepri, Reni Yusneli segera berakhir.

Pasalnya sesuai Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah pasal 214 poin ke III yang menyebutkan “Masa jabatan penjabat Sekretaris Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) paling lama 6 (enam) bulan dalam hal Sekretaris Daerah tidak bisa melaksanakan tugas atau paling
lama 3 (tiga) bulan dalam hal terjadi kekosongan Sekretaris Daerah”.

Jika berpedoman pada peraturan tersebut, Reni yang mulai ditunjuk sebagai Plt Sekda oleh Penjabat Gubernur Kepri, Nuryanto, terhitung pada 4 Februari lalu, maka masa tugasnya akan berakhir pada 4 Mei mendatang. Selanjutnya apakah diperpanjang atau diganti, terpulang kepada Plt Gubernur Kepri.

Plt Sekda Langgar Surat Edaran

Terbitnya Surat Edaran (SE) Nomor 106/0978/SET tertanggal 18 April 2016 yang diteken Plt Sekda Kepri Reni Yusneli, menjadi pergunjingan di lingkungan pegawai dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) di Pemprov Kepri. Surat edaran tersebut berisikan kepada ASN untuk menggunakan seragam Korpri, sedangkan PTT menggunakan seragam PDH untuk upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah, Senin (25/4)

“Terkadang lucu saja, lihat Plt Sekda Kepri ini. Dia yang buat edaran, tetapi dia pula yang tidak mengingkutinya. Tentu ini menjadi contoh yang kurang baik. Karena tidak menggunakan seragam Korpri,” ucap salah satu ASN yang mewanti-wanti namanya tidak dikorankan.

Terkait persoalan itu, Plt Sekda Kepri Reni Yusneli, berdalih kalau dirinya lupa akan hal itu. Dia baru menyadari setelah setengah perjalanan. Ditegaskannya, juga dirinya sudah meminta bawahannya untuk mengambil seragam tersebut. Akan tetapi karena jadwal upacara sudah dimulai, sehingga tidak sempat untuk menggantinya.

“Biasanya ada yang mengingatkan saya, bukan maksud ingin melanggaran SE yang sudah dibuat. Sehingga menimbulkan kesan yang kurang baik,” jawab Reni.

Disebutkannya, pada awal dirinya juga enggan untuk mengikuti upacara. Namun dirinya punya pertimbangan lain, lebih baik salah kostum dari terlambat. Apalagi Plt Gubernur Kepri hadir bersama untuk mengikuti upacara tersebut. Ia berharap kedepannya tidak terulang lagi.

“Kejadian ini, tentu menjadi koreksi bagi saya, Dan mudah-mudahan tidak terulang lagi ke depannya,” tutup perempuan yang juga merupakan Asisten I Pemprov Kepri tersebut. (jpg)

April 26, 2016 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: