Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Lapas II Barelang Over Kapasitas

Dihuni 1.350 Tahanan

SAGULUNG (BP) – Jumlah narapidana (Napi) di lembaga pemasyarakata (Lapas) kelas II A Barelang Batam melebih kapasitas daya tampung. Saat ini jumlah napi sudah mencapai 1.350-an. Jumlah ini jauh lebih banyak dari daya tampung ideal lapas yang seharusnya hanya 400-an orang.

Lapas Barelang_Dalil image

Petugas Lapas Barelang masuk ke dalam lapas, Senin (9/5/2016). F Dalil

Kasi Binadik Lapas Barelang, Luthfi Maulana mengaku ada ketakutan tersendiri bagi petugas lapas dengan kondisi tersebut. Apalagi belakangan ini muncul pemberitaan mengenai gejolak napi mengamuk dan berontak di sejumlah lapas lainnya.

”Tapi alhamdulilah sejauh ini Lapas Batam masih aman. Dan harapan kami agar tetap aman ke depannya,” kata Luthfi, Selasa (26/4/2016).

Situasi aman dan kondusif dalam lapas itu, kata Luthfi tak lepas dari kerja keras petugas lapas untuk tetap mengawasi dan memberikan perhatian yang lebih kepada para napi agar tetap tenang menjalani masa hukuman.

”Kami membina warga binaan dengan hati. Sistem kedekatan sebagai sahabat dan keluarga. Dan alhamdulilah sampai saat ini sikap saling menghargai antara napi dan petugas sipir tetap terjaga dengan baik,” kata Luthfi.

Kedekatan yang dimaksud adalah sikap petugas lapas atau sipir untuk mengedepankan nilai santun santu dan kemanusiaan dalam menghadapi beragam kelakukan para napi.

”Kadang mereka berulah, tapi ya tak bisa kita langsung main kasar. Kita tetap mengedepankan pendekatan persuasif. Nasehati secara baik-baik,” ujarnya.

Selain itu untuk menekan berbagai gejolak dari napi baik itu terkait kebijakan baru ataupun tekanan dengan masa hukuman mereka, pihak lapas rutin menggelar berbagai kegiatan positif seperti workshop, perlombaan karya seni, pembuatan kerajinan tangan, dan lainnya. Itu sebagai bentuk pengalihan emosi dan gejolak batin warga binaan.

”Kalau banyak kegiatan positif dalam lapas jelas mereka akan terhibur dan lupa akan gejolak yang ada dalam pikiran mereka,” kata Lutfhi.

Tindakan kekerasan untuk membina para napi diakui Lutfhi itu adalah langkah akhir jika segalah cara pendekatan sudah dilakukan dan warga binaan bersangkutan sudah benar-benar mengancam keamanan dan ketenangan lapas.

”Tapi yang seperti itu jarang terjadi, kalaupun ada yang tetap koordinasi dengan kepolisian,” tuturnya.
Alhasil dari langkah-langkah pembinaan yang diterapkan tersebut, diakui Lutfhi sejauh ini situasi dan keamanan di Lapas Barelang aman dan terkendali.

Sementara untuk pengamanan lapas dari kunjungan orang luar, pihak lapas tetap mengedepankan sistem pemeriksaan dan pengawalan ketat. Ini bertujuan untuk menghindari barang-barang yang dilarang masuk ke dalam lapas.

”Pengunjung (harian) harus melalui tiga tahap pemeriksaan, dan waktunya hanya 15 menit,” ujar Luthfi.

Begitu juga dengan kunjungan dari instansi atau kelompok tertentu juga diterima namun tetap dengan prosedur dan alasan yang bisa diterima.

”Misalkan sosialisasi narkoba atau apalah, boleh saja, tapi tetap dalam pengawasan anggota kami,” kata Luthfi. (eja)

April 27, 2016 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: