Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Kepala BP Janji Berantas Transaksi Bawah Meja

Alokasi Lahan BP Batam Fiktif

ALFIAN, Batam

Audit kinerja Badan Pengusahaan (BP) Batam, terutama terkait penerbitan izin alokasi lahan, mendapat dukungan sejumlah pengusaha di Batam. Sebab sejak awal mereka sudah mencium dugaan penyelewengan dan permainan kotor di institusi yang sebelumnya bernama Otorita Batam itu.

Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Batam, Rinaldi, mengaku sering mendapat keluhan seputar persoalan ini dari kalangan pengusaha. Salah satunya dialami oleh calon investor asal Singapura yang mengaku mendapat alokasi lahan fiktif dari BP Batam.

“UWTO (uang wajib tahunan Otorita, red) sudah dibayar 10 persen. Tapi lahannya tidak ada,” kata Rinaldi saat rapat pimpinan Kadin Batam di Hotel Harris Batamcenter, Kamis (28/4/2016).

Menurut Rinaldi, selain merugikan calon investor, kondisi ini juga sangat mengganggu iklim investasi di Batam. Sebab ketersediaan lahan merupakan bagian penting dari kegiatan investasi.

Hal senada juga disampaikan Ketua DPD REI Khusus Batam, Djaja Roeslim. Menurutnya, persoalan lahan di Batam merupakan masalah klasik yang seolah tak ada ujungnya.

Namun setelah kendali BP Batam diambil alih oleh pusat melalui Dewan Kawasan Batam, Djaja berharap tata kelola lahan di Batam akan semakin transparan. Sehingga para calon investor tak perlu lagi kesulitan mendapatkan alokasi lahan untuk mendukung kegiatan investasi mereka.

Selain masalah lahan fiktif, Djaja juga mengungkap persoalan lain yang tak kalah sering dihadapi pengusaha. Yakni soal sulitnya penerbitan Peruntukan Lahan (PL) dari BP Batam kepada pengusaha yang sudah mendapatkan izin alokasi lahan. Kondisi ini memicu maraknya lahan tidur.

“Jadi bukan sepenuhnya kesalahan pengusaha. Tapi mereka tak bisa membangun lahannya karena belum punya PL dari BP Batam,” keluhnya.

Untuk itu dia berharap, audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dilakukan secara menyeluruh dan tuntas. Sehingga tak ada lagi persoalan lahan di Batam.

“Kami berharap audit ini juga dilakukan secepatnya. Harapannya Batam semakin baik lagi,” katanya.

Menanggapi keluhan para pengusaha ini, Kepala BP Batam Hatanto Reksodipoetro berjanji akan mengurai satu per satu persoalan di Batam. Khususnya masalah lahan. Sehingga potensi dan lokasi strategis Batam bisa dimaksimalkan dengan menghilangkan hambatan-hambatan yang ada.

“Kita akan bereskan semuanya. Untuk tahap awalnya kami lakukan audit,” katanya.

Ia berharap tidak akan ada persoalan setelah audit ini dilakukan. Dia juga berjanji akan bekerjasama dengan penegak hukum dalam menyelesaikan persoalan itu.

“Kami berharap BP Batam ini jangan lagi dianggap otorita Batam (OB). Masa OB sudah lalu. Kami bukan otorita, kami melayani saudara-saudara. Kami tidak bikin peraturan, kecuali untuk yang melancarkan,” katanya.

Ia mengatakan, masalah transparansi lahan ini menjadi hal yang utama dan sedang dibenahi BP Batam. Dia berjanji akan membuka semua informasi tentang lahan melalui website. Sehingga siapapun bisa mengaksesnya.

“Nanti lahan di mana yang tersedia akan ditampilkan, UWTO-nya berapa, bahkan sampai kontur tanahnya akan ditampilkan,” katanya.

Mantan Dubes RI untuk Norwegia tersebut menegaskan di era transparansi ini tidak ada lagi yang perlu disembunyikan. Apalagi jika menyangkut kepentingan masyarakat luas.

“Masalah transaksi di bawah meja itu sudah tak zamannya lagi. Itu zaman baheula. Itu tidak akan terjadi lagi,” katanya.

Ia berharap kepada semua warga termasuk pengusaha untuk bisa bekerjasama dengan baik. Termasuk kepada semua pengusaha di Batam. “Kami hanya minta pengertiannya. Kalau ada kebijakan yang kami ambil, mohon pengertiannya,” katanya.

Menurutnya, untuk meningkatkan daya saing Batam diperlukan sumber daya manusia (SDM) yang hebat. Peningkatan infrastruktur juga harus terus dilakukan.

“Saya sudah beberapa kali ke (Bandara) Hang Nadim, katanya bandara kelas internasional. Tetapi begitu ke kamar mandi, air tidak ada. Bagaimana berdaya saing,” katanya.

Hatanto juga menyorot pelayanan di pelabuhan dan rumah sakit yang dikelola BP Batam saat ini. Menurutnya masih perlu ada perbaikan dan pembenahan yang cukup mendasar. ***

April 29, 2016 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: