Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Menonton Tayangan Perdana Film Ada Apa Dengan Cinta (AADC) 2

Menjawab Penasaran Selama 14 Tahun

Bioskop-bioskop di tanah air memutar film Ada Apa Dengan Cinta (AADC) 2 secara serentak, Kamis (28/4). Tak terkecuali di Batam. Ini ajang nostalgia sebuah kisah cinta lama.

WENNY C PRIHANDINA, Batam

Cinta terhenyak. Ia memandang kertas kecil yang terlipat di atas meja.
“Bacanya nanti saja. Kalau sudah tidak ada saya,” begitu pesan Rangga usai menyerahkan kertas itu saat ngopi bareng di Yogyakarta.
Rangga, pria dari masa lalunya. Sebuah kisah cinta di jaman SMA.

Terpisah selama 14 tahun – Jakarta-New York dan, secara kebetulan, dipertemukan kembali. Di Yogyakarta.

Kisah cinta itu tak berjalan mulus. Rangga memutuskan hubungan tak berapa lama setelah mereka bertemu di New York.

Petikan keputusan sepihak itu disampaikan melalui surat yang dikirim via pos. Cinta sakit hati.

Tapi ia tak sabar membuka lipatan kertas itu. Ini satu-satunya hadiah yang ia terima lagi setelah putus dan hilang kontak dengan pria itu. Banyak hal berkecamuk dalam pikirannya.

Ia meraih lipatan kertas itu dan membacanya:

Resah di dadamu, dan rahasia yang menanti di jantung puisi ini. Dipisah kata-kata…
Begitu pula rindu.
Lihat tanda tanya itu.
Jurang antara kebodohan dan keinginanku. Memilikimu sekali lagi …

Deg. Pikirannya penuh. Hatinya jatuh. Tubuhnya menjauh dan frame pun beralih pada sosok Rangga yang menyeret koper besarnya memasuki bandara.

Adegan itu adegan yang sama dengan detik-detik akhir film Ada Apa dengan Cinta (AADC) pertama, tahun 2002 silam. Rangga muda berjalan memasuki bandara dengan menyeret koper dan terus memandang ke belakang.

Lalu Cinta, masih dengan seragam putih-abu-abunya, berlari menyusulnya. Mereka masih sempat bertemu dan bertukar kata. Di saat itu juga, Rangga menyerahkan buku catatannya. Ia meminta Cinta membaca tulisannya di halaman terakhir. Dan itu sebuah puisi.

Mira Lesmana sepertinya memang enggan meninggalkan kenangan akan AADC hingga memunculkan adegan serupa di sekuel filmnya. Bedanya, kisah Cinta (Dian Sastrowardoyo) dan Rangga (Nicholas Saputra) tidak berakhir di situ.

Akhir ceritalah yang banyak membuat orang penasaran dan ingin menonton sekuel film ini. Beberapa penonton yang Batam Pos temui usai menonton film ini di Cinema 21 Nagoya Hill mengakuinya.

“AADC 1 ngegantung ceritanya,” kata Lisa.

Lalu apakah mereka puas dengan akhir cerita AADC 2?. “(Akhirnya) kurang sih. Terlalu biasa,” jawab Sinta.

Namun, setidaknya, rasa penasaran itu terjawab sudah. Film AADC 2 memberikan kisah perjalanan hidup tokoh-tokoh di dalamnya setelah 14 tahun berlalu. Bukan lagi tentang kisah anak-anak SMA.

Cinta membuka sebuah galeri seni kecil. Maura sudah memiliki tiga anak. Sementara Karmen sudah menikah, bercerai, lalu sempat terlibat dengan narkotika dan menjalani rehabilitasi selama enam bulan. Lalu Alya, meninggal dunia karena kecelakaan.

Ini yang membuat Riri Riza masih mempertahankan aktor-aktor lama untuk kembali memerankan perannya. Titi Kamal masih memerankan Maura, Sissy Priscillia masih memerankan Milly, Adinia Wirasti sebagai Karmen, juga Dennis Adhiswara sebagai Mamet. Kisah ini seperti sebuah reuni.

Banyak ‘ooo’ yang terdengar ketika ‘jawaban-jawaban’ hidup itu mulai terkuak. Seperti misalnya, saat adegan Mamet membelai kepala Sissy dan berkata, “Jagain istri gue di sana.” Kata-kata itu diucapkan Mamet saat ia mengantar Cinta dkk berlibur ke Yogyakarta.

Ya, ternyata Mamet telah menikahi Sissy dan mereka sedang menunggu kelahiran anak pertama. Tapi Sissy tetap dengan sifatnya yang dulu, kurang fokus. Begitu pula Mamet yang masih dianggap nerd.

Maura juga masih memiliki sifat yang sama – elegan. Karmen masih galak, dan Cinta masih tetap ceria dan setia kawan. Rangga pun tidak menanggalkan sikap misterius dan sinisnya.

Lantaran menghadirkan karakter yang sama, humor yang disajikan pun tidak banyak berubah. Semua penonton tergelak ketika melihat Sissy ‘ketinggalan’ ketika mereka sedang mengobrol. Juga saat melihat ekspresi-ekspresi para pemainnya.

Namun,adegan Cinta dan Rangga tetap menjadi sorotan utama. Seisi bioskop berdesis ketika Rangga bertemu kembali dengan Cinta dalam pameran seni Eko Nugroho di Yogyakarta.

“Cinta,” kata Rangga waktu itu tepat di belakang Cinta.

Cinta menengok dan sedetik kemudian ia memalingkan muka kembali. Ekspresinya gabungan antara bingung, senang, tapi juga malu.

Rangga berjalan mendekat. Lalu berdiri menjajarinya. “Terlalu lama,” lanjut Rangga.

Dan Cinta hanya bisa membalas dengan kalimat yang sama, “Ya, terlalu lama.”

Itu pertemuan pertama. Dan frame-frame selanjutnya penuh dengan mereka berdua. Mereka mengeksplor keindahan Yogyakarta selama satu hari penuh. Dari pagi hingga pagi lagi.

“Saya paling suka waktu Cinta malu-malu pas semobil sama Rangga. Itu kan ekspresi orang lagi jatuh cinta,” tutur salah satu penonton, Sinta.

Cinta memang tampak masih memendam rasa pada Rangga. Namun, ia juga mengalami perang batin lantaran baru saja bertunangan dengan Trian (Ario Bayu). Apalagi saat Rangga menemuinya kembali di Jakarta sebelum ia pulang ke New York.

Perang batin itu pun selesai dengan pembicaraan empat matanya bersama Trian. Ia pun memutuskan menyusul Rangga ke New York.

“Hidup itu bisa berakhir kapan saja. Dan saya nggak bisa bayangkan bagaimana jadinya kalau hidup saya itu berakhir tanpa kamu,” kata Cinta.

Film ini berdurasi selama 1 jam 52 menit. Riri Riza mengambil Jakarta, Yogyakarta, dan New York sebagai latar cerita. Proses produksi dimulai sejak 28 Oktober lalu.

Enam bulan kemudian, Kamis (28/4), bioskop-bioskop di tanah air menayangkannya secara serentak. Tak terkecuali di Batam. Cinema 21 Nagoya Hill dan Cinema XXI Mega Mall langsung membuka dua studio untuk film ini.

Sayang, penonton di siang hari tidak begitu banyak. Meski sebelumnya, antrian panjang mengular. Lima baris teratas Studio 4 Cinema 21 di Nagoya Hill saja tidak penuh.

Namun, bisa dipastikan semua studio penuh di malam hari. Itulah saat orang-orang pulang kerja dan ingin bernostalgia dengan kisah cinta lama.

“Ini ke sini dulu buat beli tiket. Nontonnya malam, kan sekarang lagi kerja,” kata Nita usai mengantri tiket di jam makan siang.

Dari sekian banyak penonton AADC 2 di Batam, umumnya merupakan kalangan usia dewasa dan tua. Tapi tak sedikit pula dari kalangan ABG. ***

April 29, 2016 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: