Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Direktur RSUD Ditahan di Rutan Batam

Kejagung Limpahkan Tersangka Korupsi Alkes ke Kejari

EUSEBIUS-ANGGIE, Sagulung

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam, drg Fadilla Ratna Dumilla Mallarangan yang menjadi tersangka kasus korupsi alat kesehatan (alkes) tahun 2011, resmi dilimpahkan Kejaksaan Agung (Kejagung) ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam, Selasa (10/5/2016). Kemarin Fadilla langsung dititipkan ke Rutan Batam di Tembesi.

Fadilla yang selama ini ditahan di Ruang Tahanan Bareskrim Mabes Polri diantar oleh pihak Kejari Batam menggunakan dua unit mobil pribadi. Fadillah yang mengenakan baju lengan panjang biru tua bermotif batik bagian depan dipadu celana kain panjang tiba di Rutan Batam sekitar pukul 15.15 WIB.

Saat turun dari mobil, Fadilla dikawal ketat oleh petugas dari Kejaksaan langsung buru-buru masuk ke dalam rutan dengan menenteng tas di lengan kanan dan tangan kirinya menenteng sebuah kaca mata hitam. Sejumlah pertanyaan yang dilontarkan wartawan hanya dibalas dengan senyuman oleh Fadilla.

Informasi yang disampaikan oleh petugas yang mengantar Fadilla memang baru saja tiba di Batam dari Jakarta melalui pesawat udara. Sebelum dibawa ke Rutan, Fadilla sempat dibawa ke Kejaksaan di Batamcenter.

”Tadi (kemarin pagi) ke Kejaksaan dulu baru ke sini (rutan). Dia tahanan titipan Jaksa,” kata salah petugas itu.

Fadilla dikembalikan ke Kejari Batam untuk menjalana proses persidangan lanjut atas kasus dugaan korupsi yang membelitnya.

Sementara itu, pihak RSUD Embung Fatimah mengaku belum tahu terkait kembalinya sang direktur. Pihak rumah sakit baru tahu setelah wartawan mencoba mengkonfirmasi sore kemarin. ”Aduh belum tahu kami. Baru dari kalian (wartawan) saya tahu. Saya belum bisa bicara apapun terkait hal itu,” kata Humas RSUD Embung Fatimah Batam, Nuraini.

Berkas dari Kejagung Sudah P21

Kasi Pidsus Kejari Batam, Muhammad Iqbal mengatakan setelah Bareskrim Mabes Polri melimpahkan ke Kejagung dan diteruskan ke Kejari Batam, tersangka Fadilla langsung dititipkan ke Rutan Batam, dan selanjutnya akan dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Tanjungpinang untuk disidangkan.

Dia mengatakan, kehadirannya di kantor Kejari untuk pemeriksaan tahap II serta penyerahan berkas yang sudah dinyatakan lengkap (P21) oleh Kejagung. Sesuai berkas yang diterima, lanjutnya, ada 50 nama yang tertera sebagai saksi.

”Perkara Fadilla saat ini merupakan perkara yang ditangani Mabes Polri, sedangkan perkara dugaan korupsi yang sedang ditangani Kejari Batam masih dalam proses tahap akhir,” tegas Iqbal.

Fadilla yang diperiksa lebih dari empat jam tersebut, berjalan terburu-buru saat keluar dari ruang Pidsus yang didampingi Kasi Pidsus dan pihak lainnya yang berkaitan dalam penanganan perkara tersangka. Ia terus menekur tanpa merespon tanya dari pewarta yang telah menunggu. Sapaan ‘Bunda’ yang akrab ditujukan kepada Fadilla, hanya dibalas dengan sedikit senyuman dan sesekali ia menutupi wajahnya.

Kuasa Hukum: Berkas Belum P21

Sementara itu, Bayu selaku kuasa hukum Fadilla menuturkan pemindahan kliennya ke Rutan Batam merupakan kelanjutan proses hukum terkait tuduhan atas dugaan korupsi Alkes Pemko Batam tahun 2011 lalu. Bayu membenarkan bahwa sebelum dimasukan ke Rutan Batam, kliennya terlebih dahulu diperiksa di Kejaksaan Negari Batam.

”Saya juga sempat lihat berkasnya tadi (kemarin) dan ternyata belum P21, perlu tambahan,” tuturnya.

Terpisah, Kepala Rutan Kelas II Batam, Irhamuddin membenarkan telah menerima tahanan titipan kejaksaan tersebut.

”Iya sudah kami terima. Dia (Fadilla) ditempatkan di ruang tahanan wanita,” kata Irhamuddin, sore kemarin.

Di Rutan Batam, sambungnya, Fadilla akan ditempatkan bersama 36 tahanan wanita lainnya dan diberlakukan secara umum seperti tahanan wanita lainnya.

”Tidak ada yang istimewa, namanya tahanan ya sama. Jadi tidak ada tempat khusus,” ujarnya.
Untuk tahap awal ini sesuai aturan yang ada, pihak rutan akan menahan Fadilla selama 20 hari ke depan.

”Selanjutnya kita lihat dari proses hukumnya, dan kalau belum jelas Kejaksaan bisa minta perpanjang,” kata Irhamuddin. ***

May 11, 2016 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: