Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

AKBP Zahwani Pandra Arsyad Selalu Minta Doa Ibunya

Pekanbaru – Mantan Abang None Jakarta tahun 1991 silam, kini menjadi seorang penegak hukum di Riau. Dia adalah , Kapolres Kepulauan Meranti di Riau.
Saat ini, AKBP Pandra boleh dibilang paling sibuk dalam urusan pemadaman lahan yang terbakar. Maklum saja, di wilayahnya ada sekitar 2.000 hektar lahan masyarakat dan perusahaan dilalap si jago merah akibat musim kemarau yang berjalan sebulan terakhir ini.

Ketua PWI Kepulauan Meranti, Ahmad Yuliar ~ foto bawah image

AKBP Zahwani Pandra Arsyad dan istri di Mapolres, Jalan Pembangunan Selatpanjang, Senin (16/5/2016). F Al Amin

Ada satu hal menarik dari AKBP Pandra, ayah dari tiga orang anaknya, (Reizki Arsyad, Reyhan Arsyad, Reyza Arsyad) memiliki prinsip harus menghormati orang tua terutama sang ibu. Itu sebabnya, setiap kali dia berpindah kedudukan, pria berdarah Minang ini selalu meminta doa kepada ibunya

Sekalipun kini bertugas sebagai abdi negara, namun ayah dari tiga orang anak ini tetap berkiprah dalam dunia entertainment. Dari tahun 2011 hingga 2013, tetap dipercayakan membawa acara pembaca nominasi ‘abang none Jakarta’. Kedudukannya di ‘abang none Jakarta’ adalah salah satu pengurus dewan penasihat.

Pengalamannya sebagai mantan ‘abang none Jakarta’ itu membuatnya kini juga aktif di dewan penasehat ‘Bujang Dara Riau’ yang juga sebagai posisi dewan penasihat. Beberapa karya seni yang dia ciptakan yaitu ‘tarian zapin komando’ yang melibatkan unsur siswa, mahasiwa anggota Polri dan TNI di Riau.

Pria kelahiran Semarang, 30 Maret 1970 ini dulunya mewakili abang none Jakarta tahun 1991 dari wilayah Jakarta Timur ketika dirinya masih menjadi mahasiswa Universitas Pancasila Jakarta. Anak mantan anggota Polri ini, meraih gelar sarjana hukum tahun 1995. Usai kuliah, ternyata dia lebih memilih mengikuti jejak sang ayah menjadi anggota Polri, ketimbang terjun ke dunia entertainment.

Pada tahun 1996, inilah awalnya Pandra mencoba ikut tes Polri lewat jalur sekolah polisi perwira atau dulunya lebih dikenal dengan sebutan Wamil. Begitu menjadi anggota Polri, suami dari Ny Fitriani SH ini ditempatkan di bagian Reserse dan Intelijen Mabes Polri.

Dia termasuk perwira Polri yang berprestasi di bidangnya. Itu sebabnya, pada tahun 1998-2000, lewat beasiwa Polri, Pandra melanjutkan pendidikan S2-nya di Universitas Indonesia. Dari kelulusannya itu dia sempat dipercaya memegang tugas di Direktorat Ekonomi Khusus di Mabes Polri. Untuk mendalami ilmu Reserse dan Intelijennya, Mabes Polri tahun 2001 memberikan kesempatan buatnya untuk menimba ilmu ke Amerika Serikat di FBI. Di sana pria yang ramah ini, menggali ilmu soal terorisme. Mabes Polri juga memberikan kesempatan kembali pada tahun 2004 untuk belajar ilmu ekonomi di Hong Kong.

Dia juga adalah periwira yang pernah menjadi ajudan Kapolri Jenderal Sutanto dari tahun 2005 hingga 2008. Pengalaman menjadi ajudan orang nomor satu di jajaran Polri tentunya punya suka dan duka. Dia menyebutkan yang namanya tamu, berjibun ingin bertemu Kapolri.

“Mereka kadang malah ada yang ngancam akan memindahkan saya. Ini karena saya tetap menjalankan prosedur protokeler yang ada untuk bertemu pimpinan saya. Namun kadang mereka tak terima. Ya tapi kita harus sabar-sabar. Siapapun mereka, tetap harus mengikuti prosedur yang ada,” kata Pandra mengenang ketika menjadi ajudan Jenderal Sutanto dalam perbincangan dengan detikcom.

Pada tahun 2009, Pandra pun lulus dalam Sespim. Tahun selanjutnya, kali pertama Pandra ditugaskan di Polda Riau sebagai kasubdin IV Bidang Keamanan dan Intelijen. Selaku mantan ‘abang none Jakarta’ Pandra sempat dipercaya sebagai komandan Polisi Pariwisata di jajaran Polda Riau.

Dengan berbagai pengalamannya, pada 17 Agustus 2013, Pandra diberikan kepercayaan sebagai Kapolres Kepulauan Meranti, Riau. Polres Kepulauan Meranti merupakan Polres termuda di Riau ini setelah wilayah itu pisah dari kabupaten induknya, Bengkalis. Dengan sendirinya, maka AKBP Z Pandra Arsyad tercatat sebagai Kaolres Kepulauan Meranti pertama.

Mapolres Kepulauan Meranti yang belum genap setahun usianya ini, tentulah tidak semegah Mapolres lainnya. Jumlah personelnya juga baru 180 orang yang berpusat di kota Selat Panjang yang dulunya ibu kota kecamatan Meranti. Wilayah yang kini menjadi tugasnya, terdiri dari beberapa pulau. Namun fasilitas untuk Mapolres Kepulauan Meranti memang masih minim.

Pengalamannya yang pernah menjadi duta wisata selaku mantan ‘abang none Jakarta’, dia juga mendengungkan hari imlek di wilayahnya. Perayaan imlek dia kemas menjadi menjadi wisata kebudayaan para warga Tiong Hoa termasuk turis manca negara dari Singapura dan Malaysia.

Kota Selat Panjang yang berada di perairan Selat Malaka itu, penduduknya mayoritas Tiong Hoa. Sejak dia memimpin, kali pertama digelar acara Imlek selama enam hari enam malam tanpa ada aksi kejahatan.

“Saya mencoba untuk merangkul semua komponen dan dari berbagai lapisan masyarakat. Karena bagi saya, menangkap bandit bukan akhir solusi dalam menyelesaikan kriminal. Namun harus digali apa sebenarnya unsur di balik kriminal,” kata Pandra yang lahir di Semarang 43 tahun silam itu.

Selaku pemimpin baru di Mapolres, dia juga kadang terpaksa menyambi berbagai tugas. Ini karena belum lengkapnya semua unsur pimpinan yang ada di jajarannya. Padahal sebagian Mapolres sudah memiliki humas yang akan memberikan keterangan kepada jurnalis. Namun karena keterbatasan SDM yang ada, tak jarang Pandra harus mengambilalih berbagai tugas yang ada.

“Kita kan Mapolres yang baru terbentuk dengan jumlah personel yang masih terbatas. Jadi kita memang harus kerja keras untuk terus membina SDM yang ada. Saya juga sering menegur anggota piket jika ditelepon masyarakat memberikan jawaban dengan nada cuek atau nada ketus. Nampaknya sepele menerima telepon dari warga, kalau sudah memberikan jawaban yang tak memuaskan, tentunya warga juga kecewa,” kata pria Minang ini, Sabtu 15 Februari 2014. ***

http://news.detik.com/tokoh/2498374/akbp-pandra-mantan-abang-jakarta-yang-kini-jadi-penegak-hukum-di-riau

Advertisements

May 19, 2016 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: