Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Bahannya Herbal, Bisa untuk Pengharum Ruangan

Sofyang, Penemu Obat Anti Nyamuk Ramah Lingkungan

Mengusir nyamuk dengan bahan kimia yang aromanya menyesakkan napas merupakan cara yang terlalu biasa. Di tangan kreatif Sofyang, obat anti nyamuk bisa sekaligus berfungsi sebagai pengharum ruangan.

ADIANSYAH, Batam

Dewasa ini berjubel alat pengusir bahkan pembunuh nyamuk berbahan kimia, dari yang dibakar hingga menggunakan bantuan listrik. Tapi ternyata alat-alat sederhana dipadu dengan tumbuhan herbal menjadi pilihan lain mengusir nyamuk.

Adalah Insect Control Air System Sofyang atau ICASS, alat yang merupakan inovasi tangan kreatif pria asal Bone Sulawesi Selatan, Sofyang. Alat ini hanya bermodal rangkaian dua pipa tabung 4 inci yang terhubung dua pipa kecil sebagai saluran udara.

Pipa satu berfungsi sebagai penampung air dan cairan herbal yang bagian atas pipa terdapat satu lubang sebagai media mengisi air dan cairan herbal sementara satunya tabung mekanik yang berisi kipas, bagian atas tabung juga dilubangi namun terdapat beberapa lubang yang berfungsi agar aroma herbal dapat keluar dengan bantuan kipas yang ada.

“Kalau pipa kecil bagian bawah ini, tempat pembuangan air kalau kita mau ganti,” terang Sofyang saat ditemui di kantor BTK LPP kelas I Batam di Kelurahan Seibinti, Sagulung, Selasa (26/4/2016) pagi. Sofyang merupakan kepala Instalasi Teknologi Tepat Guna di kantor tersebut.

Selain bahannya yang sederhana, kata Sofyang, penggunaan alat juga terbilang mudah. Langkah awal yang mesti dilakukan adalah buka penutup bagian atas pipa lalu isi air bersih sebanyak dua liter lalu masukkan bahan herbal, yang biasa digunakan adalah minyak sereh, dua sendok makan ke dalam pipa yang berisi air bersih tadi kemudian tutup kembali pipa dengan rapat.

“Selain minyak sereh bisa juga pakai minyak herbal lain,” ucapnya sembari mempraktekkan alatnya itu.

Lanjut dia, setelah air dan minyak sereh diisi, tempatkan alat pada tempat yang diinginkan lalu sambungkan kabel power listrik dengan tegangan 220 volt. “Pastikan tersambung dengan benar, perhatikan lampu indikator yang berwarna merah menyala ini,” terangnya lagi. Setelah kabel power terpasang, tekan saklar untuk menghidupkan kipas.

“Alat ini tanpa ada pemanasan, langsung berfungsi,” ungkapnya.

Selain sederhana juga mudah, aroma yang dihasilkan tak menganggu pernapasan lantaran bahan yang herbal. “Ruangan jadi harum, nafas segar, nyamuk pun gak ada. Sereh itu bagus untuk manusia, tapi nyamuk tak suka,” ujar Sofyang.

Dua sendok minyak sereh, kata Sofyang, bisa bertahan selama 12 jam setelah itu akan ditambah lagi. Sementara air setiap sebulan sekali akan ditambah setengah liter perbulannya. “Namun tergantung frekuensi penggunaan alat,” katanya.

Uniknya, alat yang bisa dibuat dalam jangka waktu tiga jam itu tak hanya berfungsi dalam ruangan, seperti sekolah, rumah ibadah, asrama dan lain-lain. Namun dapat juga digunakan di perkemahan maupun tenda pengungsian jika ada bencana.

“Alat ini efektif untuk ruangan 6×8 meter,” ucapnya.

Kepala BTK-LPP Kelas I Batam, Slamet Siswanto mengatakan alat tersebut pernah diperkenalkan oleh Menteri Kesehatan pada beberapa kali kesempatan Rapat Kerja Kesehatan Nasional (Rakerkesnas) di depan perwakilan petugas medis se Indonesia.

“Kini sedang proses hak paten di Kemenkumham (Kementrian Hukum Dan Hak Asasi Manusia),” Kata Slamet. ***

May 23, 2016 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: