Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Lolos ke UNY Lewat Jalur Prestasi

Nur Ainul Fitri, 18, Karateka Batam Berprestasi

Terlahir dari keluarga pas-pasan, Nur Ainul Fitri ingin membuktikan kepada keluarga, masyarakat, dan pemerintah di Batam bahwa menjadi seorang atlet bisa mempunyai masa depan yang cerah.

OCTO ZAINUL AHMAD, Batam

Gadis yang bernama lengkap Nur Ainul Fitri ini merupakan atlet karate Batam yang memiliki segudang prestasi yang cukup membanggakan.

Lahir di Batam, 18 tahun lalu. Mulai menggeluti dunia karate sejak masih duduk di bangku kelas 1 SMP. ”Keinginan sendiri,” ungkap Fitri, panggilan akrabnya.

Fitri mengaku memang diinginkan oleh ibunya menjadi karateka. Namun sayang, keinginan ibunya harus terpendam karena ketidaksetujuan neneknya. Karena neneknya beranggapan dengan aktif di karate hanya akan akan membuang waktu belajarnya.

”Nenek maunya saya fokus belajar,” ungkap cewek kelahiran 23 Januari 1998 ini.

Namun gelora dalam dadanya berkata lain. Fitri tetap bertekad menekuni bela diri karate. ”Ingin melanjutkan cita-cita mama,” ujarnya.

Anak dari pasangan Repelitasri, seorang pengemudi supir taksi dan Pusroza, seorang ibu rumah tangga ini memutuskan bergabung ke perguruan Wadoryu Karate-Do Indonesia (Wadokai) Batam di usia 13.

Sejak itu, dia digembleng dengan latihan fisik dan disiplin yang ketat. Saking beratnya, pernah suatu waktu, ia mengaku berniat tidak datang latihan.

”Latihannya berat banget,” ucapnya mengingat saat awal-awal belajar karate.  Namun karena keinginannya yang kuat dan dukungan dari orangtuanya, ia berhasil melampaui semua tantangan tersebut.

Berkat bimbingan dan latihan dari pelatihnya, kiprah Fitri di dunia karate mulai membuahkan hasil. Sederet prestasi dia genggam. Prestasinya tersebut ada di tabel.

”Pengalaman paling berkesan saat menjadi juara karate tahun 2015, karena perjuangan dan latihannya lebih berat dari sebelumnya,” ungkap anak kedua dari lima bersaudara ini.

Pernah ia mengikuti tiga cabang olahraga (cabor) dalam Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Kota Batam. Juara 2 di lari 100 meter putri, juara 1 di lompat jauh dan juara 1 di karate. Namun di O2SN tingkat Provinsi Kepri, harus memilih satu di antara tiga cabor tersebut.

”Akhirnya aku pilih di karate untuk O2SN tingkat Provinsi Kepri,” ujar Fitri.

Saat ini, Fitri sudah lulus dari SMAN 8 Batam dan berhasil lolos dalam seleksi SNMPTN 2016 lewat jalur prestasi.

”Terima tanpa tes di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) di program studi ilmu olahraga,” katanya.

Sebelumnya ia juga sudah diterima tanpa tes juga di Politeknik Batam, namun ditolaknya. ”Tidak ada ilmu olahraga di Politeknik soalnya,” sebut gadis berpostur 155 cm ini.
Keinginannya yang kuat untuk menempuh pendidikan keolahragaan dan merasakan pengalaman yang berbeda di Yogyakarta merupakan tantangan tersendiri baginya yang ingin ia taklukkan.

”Aku ingin berkembang di karate, karena di Jawa pasti banyak karateka dan saingan yang lebih berat dan hebat,” katanya.

Awalnya orangtua tidak mendukung, namun Fitri ingin membuktikan bahwa ia bisa mandiri, dan akhirnya orangtuanya membolehkannya. Sayangnya, keluarganya merupakan keluarga yang terbilang pas-pasan. Ayahnya, Repelitasri harus berjuang sekuat tenaga untuk mencukupi kebutuhan keluarga, apalagi anaknya akan kuliah di tempat yang jauh dari keluarga.

”Saya sebenarnya kasihan sama papa,” ujar Fitri sedih. Namun ayahnya bilang ini sudah merupakan tanggung jawab seorang ayah kepada anaknya.

Fitri mengatakan, ia dan ayahnya sudah pernah mendatangi Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam untuk meminta beasiswa. Namun, permintaan ini tidak digubris sama sekali oleh Disdik Kota Batam.

“Katanya Batam tidak menjalin kerjasama dengan UNY (Universitas Negeri Yogyakarta), jadi tidak bisa dimintai beasiswa,” ungkap Fitri.

Tanggal 31 Mei nanti, Fitri akan pergi seorang diri ke UNY untuk melakukan verifikasi data. Orangtua sebenarnya khawatir karena di Yogyakarta, ia tidak punya sanak saudara sama sekali.

”Namun karena keterbatasan biaya, apa boleh buat,” ujar gadis yang hobi jalan-jalan ini.

Fitri pun bertekad, di Yogyakarta ia akan terus berlatih karate di Wadokai Yogyakarta dan secepatnya lulus kuliah. “Balik dari Yogya, ingin berbakti untuk Batam,” tutup gadis yang bercita-cita ingin menjadi PNS ini. ***

Advertisements

May 23, 2016 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: