Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Singapura ”Klaim” Pulau Manis di Belakangpadang

Indonesia-Singapura Bisa Memanas

BATAMPOS, Batam

ISU klaim Singapura atas Pulau Manis, Kecamatan Belakangpadang, Kota Batam, kembali mengemuka. Bahkan isu ini mulai memantik reaksi keras dari Gedung Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).

“Sekarang Pulau Manis diambil secara tidak manis oleh pihak lain (Singapura, red),” kata Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid, Senin (30/5/2016).

Ribut-ribut soal klaim atas Pulau Manis ini bermula dari pengembang proyek wisata Funtasy Island yang mengelola Pulau Manis memasang peta yang seolah-olah pulau tersebut bagian dari Singapura. Belakangan peta itu telah diubah warnanya dari hijau toska menjadi merah. Isu ini bisa membuat panas hubungan Indonesia-Singapura.

Hidayat kemudian mengingatkan pentingnya kehadiran pemerintah dalam situasi ini. Pemerintah, kata dia, harus berada di barisan terdepan dalam mempertahankan kedaulatan dan semua wilayah NKRI.

“Karena negara diwajibkan dalam UUD 1945 untuk melindungi seluruh tumpah darah Indonesia dari Sabang-Merauke,” kata Hidayat.

Baginya, menjaga kedaulatan merupakan keharusan karena sesuai dengan perintah UUD 1945. Kehadiran negara untuk mengawal kedaulatan, lanjutnya, harus berwibawa. Kalau negara hanya asal hadir maka kejadian Sipadan dan Ligitan akan terus terulang.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mendesak negara hadir berwibawa untuk berkomunikasi dengan pihak Singapura untuk menyampaikan kepada mereka bahwa mereka tidak punya hak untuk mengklaim Pulau Manis. Sebab pulau yang kini dikembangkan menjadi kawasan pariwisata kelas dunia bernama Funtasy Island itu jelas merupakan bagian dari Indonesia.

“Itu harus dikomunikasikan secara efektif dan berwibawa. Terlebih hubungan diplomatik Indonesia dan Singapura baik. Aneh, kalau tiba-tiba ada klaim,” katanya.

Indonesia, lanjut Hidayat, penting untuk mengkomunikasikan hal ini secepatnya. Apakah Dubes Indonesia di Singapura dipanggil Menteri Luar Negeri atau segera mengkomunikasikan langsung antara pihak Menlu Indonesia dengan Menlu Singapura.

“Kalau tidak bisa, maka Presiden dengan Presiden,” katanya.

Wali Kota Membantah

Sementara Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengaku heran dengan beredarnya kembali isu klaim Singapura atas Funtasy Island itu.

“Hal ini sudah pernah muncul tahun 2013 lalu, dan kini di-publish lagi. Maksudnya apa sih, siapa yang mainkan itu,” ujar Rudi kepada wartawan, kemarin.

Rudi menegaskan, hingga saat ini Pulau Manis yang dikembangkan menjadi Funtasy Island masih merupakan bagian wilayah Kota Batam. Masih bagian dari NKRI. Setidaknya hal ini dibuktikan dengan berkibarnya bendera merah putih di pulau yang berbatasan dengan Singapura dan Malaysia itu.

“Sampai Dandim (Komandan Distrik Militer, red) ke sana. Dan saya bilang, ya tancapkan bendera kita di sana kalau ada warga Singapura (yang mengklaim wilayah) di sana, langsung saja deportasi,” ujar Rudi mengulangi percakapannya dengan Dandim 0316/Batam.

Rudi juga membantah informasi yang menyebutkan Funtasy Island hanya bisa diakses dari Singapura. Kata dia, pulau tersebut juga bisa diakses dari Batam. Hanya saja, hingga saat ini belum ada jalur transportasi laut dari Batam menuju pulau itu.

“Transportnya memang dibuka dari line (jalur) nya dari sana (Singapura). Dari kita kan emang nggak ada, karena bukan dibuka untuk umum, tapi akses pariwisata khusus,” terang Rudi.

Terkait hal ini, Rudi juga mengaku belum ada rencana Pemko Batam untuk membuka jalur transportasi laut menuju Pulau Manis.

“Tak mungkin Pemko yang buka line. Kalau buka kapal siapa yang mau ke sana. Kira-kira balik modal nggak, kita kan bicara bisnis nih,” Jelas Rudi.

Rudi juga memastikan, warga asing, khususnya dari Singapura, yang hendak masuk ke Funtasy Island tetap harus melewati pemeriksaan petugas Imigrasi. “Jadi cap paspornya dari pelabuhan, sebab di sana belum ada Imigrasi,” imbuh Rudi.

Rudi menjelaskan, yang sebenarnya terjadi adalah, Pulau Manis itu memang dikelola oleh investor asal Singapura. Sertifikat dan hak kelola tersebut dikeluarkan di era Gubernur Riau Letnan Jendral (Pur) Soeripto, sekitar 30 tahun silam. Sebab saat itu Batam masih masuk wilayah Riau.

“Ini kerja 30 sampai 40 tahun lalu, tapi dimunculkan lagi. Sertifikatnya sudah ada, namun baru dibangun sekarang. Ini mungkin kerjaan orang-orang yang tak senang, makanya isu ini dihembuskan,” terang Rudi.

Sementara jajaran TNI AL, TNI AD, dan jajaran Polresta Barelang mendatangi Funtasy Island pada Minggu (29/5). Mereka mengibarkan bendera merah putih sebagai penegasan bahwa pulau tersebut masih merupakan wilayah Indonesia.

Danramil Belakangpadang, Kapten Inf. Rikardo, mengatakan pemasangan bendera merah putih tersebut merupakan respon TNI/Polri atas isu klaim Singapura atas Funtasy Island.

“Isu itu tidak benar. Funtasy Island masih milik Indonesia kok,” kata Rikardo, Senin malam (30/5).

Menurut dia, selama ini bendera merah putih sudah ada dan dikibarkan di Funtasy Island. Namun ukurannya tak terlalu besar. Selain itu, bendera merah putih juga dikibarkan berdampingan dengan bendera serikat pekerja Singapura serta bendera perusahaan pengelola pulau tersebut.

“Makanya kemarin kami dipimpin langsung pak Dandim (316/Batam Letkol Inf Andreas Nanang) untuk memasang bendera merah putih yang lebih besar di ketinggian,” ujar Rikardo.

Dijelaskan Rikardo, Pulau Manis memang dikontrak oleh Singapura sejak tahun 1996 untuk dikembangkan menjadi kawasan wisata dan villa.

“Kontraknya selama 30 tahun, jadi memang sekarang masih dikelola oleh Singapura,” ujarnya.

Meskipun kawasan wisata di pulau tersebut dikelola oleh Singapura, namun ditegaskan Rikardo, para pekerja di sana umumnya orang Indonesia.

“Kalau orang kita ke sana tetap biasa saja, tak pakai paspor karena memang masih wilayah kita kok, kecuali orang luar yang tetap harus melalui keimigrasian di Indonesia,” ujar Rikardo.

Dalam laman http://www.funtasyisland.com, pengelola menyebut lokasi pulau tersebut hanya berjarak sekitar 16 kilometer dari Singapura. Perjalanan laut dari Singapura bisa ditempuh dalam waktu 30 menit saja.

Pengelola juga menawarkan Funtasy Island sebagai kawasan yang menawarkan kenyamanan dan ketenangan namun tetap dekat dengan kemeriahan Orchard Road, Sentosa Island, dan kawasan bisnis lainnya di Singapura. Nantinya, pulau ini akan menyediakan kapal pesiar bagi para wisatawan.

Memiliki luas 328 hektare, pulau ini akan dikembangkan menjadi taman ecopark terbesar di dunia. Selain resort, hotel, dan pusat hiburan, di pulau ini akan dibangun sejumlah villa berkelas dunia.

Sejumlah wahana wisata juga akan dibangun di sana. Mulai dari wisata edukasi, budidaya, petualangan dan olahraga air, serta wahana permainan anak-anak. Tak lupa disediakan pusat kuliner kelas bintang lima untuk melengkapi kemewahan di pulau itu. (eja/she)

May 31, 2016 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: