Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Jalur Transportasi Sembako di Meranti Berputar-Putar

Rata-Rata Kebutuhan Naik 20 Persen

AL AMIN, Selatpanjang

BUPATI Kepulauan Meranti, Irwan Nasir harga sembako harga barang yang cukup tinggi di wilayahnya tidak serta merta dikarenakan memasuki Ramadan. Tapi karena kebijakan pemerintah pusat yang hanya membolehkan barang-barang masuk dari pelabuhan tertentu saja.

Dia mencontohkan, gula dan bawang putih yang harus menempuh perjalanan panjang untuk sampai di Selatpanjang sehingga memakan biaya tinggi dan akhirnya berdampak pada harga barang. Seperti bawang dan gula harus dari Malaysia menuju pelabuhan di Sumatera Utara, kemudian diangkut ke Sumatera Barat, Pekanbaru, baru ke Selatpanjang.

”Jalur transportasinya berputar-putar. Padahal jarak Malaysia ke Meranti itu sendiri sangat dekat, kenapa mata rantainya tidak duputuskan saja agar masyarakat bisa mendapatkan dengan harga terjangkau,” keluh bupati terpilih dua kali itu saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) harga sembako menjelang Ramadan 1437 hijriah di Pasar Tanjungharapan, Selatpanjang, Jumat (3/6/2016).

Hadir dalam sidak itu Asisten I, Alizar, Asisten II, Anwar Zainal, Kepala Disperindag, Syamsuar Ramli, Kepala Dinas Pasar, Joko Suriyanto, Ketua Komisi C DPRD Meranti, Ardiansyah, Ketua Yayasan Lembaga Perlindungan Kosumen (YLPK) Meranti, Mulyono, dan pejabat lainnya.

Irwan memastikan pihaknya akan terus berjuang ke pusat agar Kementerian Perdagangan bisa memahami dan membuka kran impor bagi kebutuhan masyarakat di wilayahnya yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Karena menurutnya harga kebutuhan di Meranti sangat dipengaruhi oleh kebijakan tataniaga pemerintah pusat dalam menentukan pelabuhan impor.

”Ada beberapa item yang dimasukkan izinnya agar dibolehkan masuk langsung ke Meranti, di antaranya beras, gula, minyak goreng, dan juga bawang. Tunggu saja, pemerintah daerah pasti akan mengambil langkah konkrit termasuk berkordinasi dengan importir maupun pedagang,” tegas Ketua DPW PAN Provinsi Riau itu.

Sementara itu, dari hasil sidak terlihat hampir semua komoditi mengalami kenaikan, terutama bawang, cabai, dan daging ayam.

”Secepatnya pemerintah daerah akan mendudukkan masalah ini agar harga barang ini tetap stabil dan tidak memberatkan masyarakat,” ujar Irwan.

Rata-rata kenaikan barang itu mencapai 20 persen dari harga sebelumnya.

Berdasarkan harga pasar saat ini, bawang merah per kilogram Rp 38 ribu. Sedangkan bawang merah asal Malaysia Rp 17 ribu. Kemudian bawang putih mengalami kenaikan cukup tinggi, dari Rp 32 ribu per kilogram menjadi Rp 40 ribu. Daun seledri Bukittinggi dari Rp 35 ribu per kilogram naik menjadi Rp 40 ribu, wartel naik dari Rp 16 ribu per kilogram menjadi Rp 20 ribu.

Gula pasir naik dari Rp 13 ribu per kilogram menjadi Rp 15 ribu hingga Rp 16 ribu. Harga daging ayam ras naik dari Rp 20 ribu per kilogram menjadi Rp 28 ribu hingga Rp 32 ribu. Sedangkan daging sapi naik menjadi Rp 130 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp 120 ribu.

”Kalau daging yang dari dalam Meranti harganya sekitar Rp 120 ribu, tapi itu stoknya terbatas. Sedangkan sapi dari luar, seperti Peknbaru, Siak mencapai Rp 130 ribu per kilogram,” kata Asri, seorang pedagang daging di Pasar Tanjungharapan, Selatpanjang. ***

Advertisements

June 3, 2016 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: