Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Perizinan BP-Pemko Batam Dilebur di Bawah BKPM

Tujuh Aset Besar Dialihkan

Dewan Kawasan (DK) Batam menggelar rapat di Jakarta, Kamis (2/6/2016). Salah satu agenda utamanya membahas wacana pengalihan aset dari Badan Pengusahaan (BP) Batam ke Pemko Batam.

“Aset yang besar-besar akan dikasihkan (ke Pemko Batam),” kata anggota DK Batam yang juga Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, Kamis (2/6/2016).

Wali Kota menyebut, setidak­nya ada enam hingga tujuh aset besar yang akan diberikan pada Pemko Batam. Yakni Kantor Wali Kota Batam, Kantor DPRD Kota Batam, Pasar Induk Jodoh, Masjid Raya Batamcenter, Masjid Agung Batuaji, Masjid Baiturrahman Sekupang, dan Tempat Pembua­ngan Akhir (TPA) Telaga Punggur.

“Biar kita bisa optimal mengurusnya,” ujar Rudi melalui sambungan telepon, usai mengikuti rapat bersama jajaran DK Batam di Jakarta, kemarin.

Tak hanya itu, Rudi juga menyebut pengalihan aset itu bakal melegakan Pemko Batam dalam menggunakan anggaran pemba­ngunan. Pasalnya, selama ini pihaknya mengaku telah mendapat peringatan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) lantaran membangun dan mengucurkan anggaran di atas lahan yang bukan milik Pemko Batam.

“Jadi nanti biar tidak melanggar aturan lagi,” katanya.

Terkait perubahan status kawasan dan penetapan kawasan-kawasan yang akan menjadi Ka­­­wasan Ekonomi Khusus (KEK) di Batam, Rudi menyebut belum dibahas lebih lanjut dalam rapat tersebut.

“Sambil berjalanlah, mungkin minggu depan rapat lagi,” ka­tanya.

Selain membahas soal aset, dalam rapat kemarin DK Batam sepakat untuk melebur dua perizinan yang selama ini ada di BP Batam dan Pemko Batam jadi satu perizinan saja. Nantinya, perizinan akan dikoordinatori langsung oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dari pusat. Dengan begitu, perizinan di Batam benar-benar hanya lewat satu pintu.

“Pemko dan BP Batam akan mendelegasikan wewenangnya di situ,” kata Rudi.

Perizinan satu pintu itu, sambung Rudi, juga meliputi izin lahan di Batam. Dengan begitu, perizinan lahan tak lagi berada di BP Batam seperti yang berlaku sekarang ini. Hal itu, menurut Rudi, selain memudahkan proses perizinan juga akan membuat perizinan lahan makin jelas dan transparan.

“Nanti lahan mana yang kosong bisa dilihat, kita minta transparan” kata Rudi.

Ke depan, lanjut dia, akan terbit payung hukum agar keputusan terkait peleburan perizinan itu bisa segera dijalankan.

“Bisa Keppres atau yang lain biar bisa diikuti semua,” imbuhnya.

Anggota Tim Teknis DK Batam, Taba Iskandar, mengatakan materi yang dibahas rapat kemarin merupakan usulan dan rekomendasi dari Tim Teknis DK Batam. Khusus untuk aset atau fasilitas umum dan fasilitas sosial (fasum-fasos), Taba menyebut akan lebih tepat jika dikelola Pemko Batam.

Sementara untuk BP Batam, Tim Teknis DK Batam merekomendasikan agar fokus mengelola kawasan industri dan urusan investasi.

“Pemadam kebakaran juga sempat diminta Pemko untuk menjadi asetnya. Tetapi menurut kami, pemadam kebakaran itu juga penting untuk mengamankan kawasan industri yang ada,” katanya.

Terkait lahan, saat ini masih belum bisa diputuskan karena audit dari Badan Pengawasn Keuangan dan Pembangunan (BPKP) masih terus berlanjut. Sehingga belum ada keputusan mengenai luas lahan yang tersedia di Batam.

“Kalau masalah lahan ini belum kami masukkan dalam rekomendasi karena memang masih audit. Ini ditunggu saja,” katanya.

Tak Bahas KEK

Taba menambahkan, rapat kemarin tidak membahas implementasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Batam, termasuk soal penentuan zona KEK. Tetapi ia menegaskan kembali bahwa kemungkinan semua kawasan industri di Batam akan jadi zona KEK.

“Terserah BP Batam mau ngomong apa terkait KEK ini, mereka kan operator. Bukan mereka yang menentukan,” katanya. (rna/ian/cr13)

Advertisements

June 3, 2016 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: