Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Terdapat Tanda Tangan Kepala BKD Batam Ratusan SK PNS Bodong Beredar

Ratusan SK PNS Bodong Beredar

BATAM POS, Batam

Sejumlah dinas di lingkungan Pemko Batam tengah pusing. Belaka­ngan ini banyak orang yang mendatangi kantor mereka sambil membawa surat keputusan (SK) pengangkatan pegawai negeri sipil (PNS) dan mengaku ditugaskan di dinas tersebut. Namun setelah diperiksa, ternyata SK tersebut palsu alias bodong.

Latar belakang mereka beragam. Ada yang pegawai honor. Ada juga yang merupakan guru tidak tetap (GTT).

Salah satu dinas yang ‘diserbu’ SK bodong ini adalah Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam. Beberapa orang yang datang ke Disdik Batam mengaku sudah mengantongi SK pengangkatan PNS untuk ditugaskan di dinas tersebut.

Beberapa di antara mereka merupakan guru tidak tetap (GTT). Dalam SK yang mereka sodorkan ke Disdik Batam terdapat tanda tangan Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Provinsi Kepri serta Kepala BKD Kota Batam.

Namun yang menarik, SK tersebut dimasukkan ke dalam map yang bertuliskan “Timses Kepri I dan Timses Batam I”. Na­mun setelah dicek, BKD Pro­vinsi Kepri maupun BKD Ko­ta Batam membantah telah menerbitkan SK tersebut.

Kepala Disdik Kota Batam, Muslim Bidin, membenarkan hal ini. Hingga Kamis (2/6/2016) lalu, kata Muslim hanya ada lima orang yang mendatangi kantornya dengan membawa SK bodong tersebut.

“Saya lagi tidak di tempat, yang terima Sekretaris Disdik,” kata Muslim melalui sambungan telepon, Kamis (2/6/2016) lalu.

Muslim mengaku tidak tahu pasti latar belakang kelima orang tersebut. Namun yang pasti, Disdik Kota Batam menegaskan SK tersebut palsu setelah mengecek langsung ke BKD Provinsi Kepri dan BKD Batam.

“Kami langsung cek demi memastikan keaslian dokumen. Dan ternyata (BKD) Provinsi dan BKD Batam tidak pernah mengeluarkan SK tersebut,” terangnya.

Muslim menjelaskan, lima orang yang membawa SK tersebut meminta untuk ditempatkan menjadi tenaga pengajar di Batam dengan status PNS.

“Bahkan satu di antara mereka masih dalam masa kuliah,” sebutnya.

Kelima orang tersebut bahkan tidak pernah terdaftar sebagai tenaga honorer di Disdik Batam sebelumnya.

“Asing. Hanya satu orang yang dari Batam,” lanjutnya.

Muslim juga sempat mengecek tandatangan kelima SK tersebut.

“Semua sama, tidak ada yang berbeda sedikitpun. Ini mungkin scan,” ujarnya.

Saat ini SK PNS tersebut masih berada di Disdik Batam. “Kami terima SK-nya, tapi orangnya kan tidak,” kata Muslim.

Selain Disdik Kota Batam, Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Energi Sumber Daya Mineral (Disperindag-ESDM) juga kedatangan 15 orang yang membawa Surat Keputusan (SK) Penempatan.

SK itu ditanda-tangani Kepala Dinas di Pemprov Kepulauan Riau. Surat itu juga disertai surat rekomendasi dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Batam. Ke-15 orang itu ingin segera ditempatkan. Kepala Bidang Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Disperindag-ESDM Batam, Amiruddin segera melaporkan hal itu ke Wakil Wali Kota, Amsakar Achmad.

“Saya dapat informasi dari Disperindag katanya ada 15 orang. Modusnya cantik sekali,” kata Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, kemarin.

SK bodong PNS ini juga banyak beredar di dinas-dinas lainnya. Informasi di lapangan menyebutkan, beberapa dinas di lingkungan Pemko Batam yang kedatangan SK bodong itu antara lain Dinas Sosial dan Pemakaman Kota Batam, Dinas Kesehatan, dan masih banyak lagi. Jumlah keseluruhannya ditaksir mencapai ratusan. Informasi di lapangan menyebutkan, pemilik SK yang ternyata bodong tersebut sudah membayar ke BKD hingga puluhan juta rupiah.

Namun Kepala Dinas Sosial dan Pemakaman Kota Batam, Raja Kamarulzaman, membatah informasi itu. Hingga kemarin (3/6), Kamarulzaman memastikan tidak ada satupun orang yang menyodorkan SK bodong tersebut ke kantornya.

“Belum ada, kalaupun ada kita pastinya akan pelajari terlebih dahulu,” kata Kamarulzaman, kemarin.

Menurutnya, informasi penerimaan dan penugasan PNS itu yang berhak mengeluarkan adalah Badan Kepegawaian Daerah (BKD). Lagi pula, untuk menjadi PNS itu ada mekanismenya.

“Daftar dulu trus ada tesnya, bukan hanya main caplok saja,” terangnya.

Kamarulzaman tidak mengetahui masalah SK bodong itu dikeluarkan oleh siapa. Yang jelas masyarakat harus jeli bila ada yang menawarkan jalan pintas untuk menjadi PNS.

“Sekarang zaman sudah canggih, kita bisa cari informasi dari mana saja,” jelasnya.

Terkait adanya SK bodong yang dikaitkan dengan tim sukses (timses) Gubernur Kepri dan Wali Kota Batam, Kamarulzaman enggan menanggapinya.

“Saya tidak sampai ke ranah itu,” imbuhnya.

Beberapa waktu lalu, wartawan Batam Pos sempat berbincang-bincang dengan seorang perempuan yang mengaku bekerja sebagai bidan. Saat itu dia mendatangi salah satu kantor dinas yang berada di Sekupang.

Perempuan berumur 27 tahun ini mengaku sedang menunggu penempatan dinas, setelah mengajukan SK PNS ke kantor tersebut.

“Orang kantor lagi tidak ada, besok saya datang lagi lah,” katanya, kala itu.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kepri, Yatim Mustafa, menegaskan pihaknya tidak pernah mengeluarkan SK apapun terkait GTT.

“Terkait persoalan ini, Kadisdik Kota Batam, Muslim Bidin mengklarifikasi kepada kami. Pasalnya SK tersebut untuk pindah tugas ke Batam,” ujar Yatim, kemarin.

Yatim sendiri mengaku sudah mengecek laporan SK bodong tersebut. Kata dia, dalam SK tersebut terdapat pengesahan dari BKD Kepri.

“Kami juga sudah cek ke Plt Kepala BKD Kepri. Pak Hasbi mengatakan pihaknya tidak pernah mengeluarkan SK tugas tersebut,” jelas Yatim.

Dia menyebutkan, lima SK bodong yang saat ini masuk di Disdik Kota Batam atas nama Yu, Fa, Si, Ar, dan Gi.

“Berdasarkan data base kami, tidak ada nama-nama tersebut yang terdaftar sebagai GTT di Disdik Kepri,” papar Yatim.

Dijelaskannya juga, sesuai ketentuan administrasi, pemindah-tugasan GTT harus berdasarkan SK Gubernur Kepri melalui Kadisdik Kepri. SK tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan koordinasi antara Disdik Kepri dengan Disdik yang menjadi tujuan pemindahan.

“Tentu harus diselidiki lebih lanjut. Kadisdik Batam juga jangan sampai terkecoh. Nama baik dunia pendidikan Kepri harus kita jaga,” kata Yatim. (jpg/rna/ceu/cr17)

June 5, 2016 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: