Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Curang, 10 SPBU di Batam Disegel

Pengisian BBM Dikurangi 2,5 Persen Per 20 Liter

AHMAD YANI, Batam

Aksi curang petugas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) tidak hanya terjadi di Jakarta. Di Batam, kasus serupa juga jamak terjadi. Sedikitnya ada 10 SPBU yang telah disegel Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Energi Sumber Daya Mineral (Disperindag-ESDM) Kota Batam karena terbukti berbuat curang.

Rudi Sakiakerti -F Cecep Mulyana (1) image

Rudi Sakyakirti. F Cecep Mulyana

Kepala Seksi Pengawasan Me­trologi dan Perlindungan Konsumen Disperindag-ESDM Kota Batam, Yuniarti, mengatakan modus kecurangan SPBU di Batam umumnya mengurangi jumlah ta­karan atau isi bahan bakar dari mesin dispenser BBM.

“Sepanjang Januari hingga Juni 2016 sudah ada 10 SPBU yang kami segel dan diberi peringatan,” kata Yuniarti saat inspeksi mendadak (sidak) di SPBU Seitemiang, Sekupang, Kamis (9/6/2016).

Namun demikian, kata Yuniarti, Disperindag-ESDM hanya bertugas mengawasi dan mengontrol tata niaga di SPBU agar jangan sampai merugikan konsumen. Meski menemukan kecurangan, pihaknya tidak bisa memberikan sanksi apapun kepada pengusaha SPBU.

”Kalau untuk menutup usaha (SPBU) bukan ranah kami. Itu (kewenangan) Pertamina,” jelasnya.

Seperti sidak-sidak sebelumnya, dalam sidak kemarin petugas Disperindag-ESDM Kota Batam melakukan uji tera pengisian BBM. Bersama tim Unit Pelaksanaan Teknis Daerah (UPTD) Metrologi, petugas meminta karyawan SPBU mengisikan BBM ke dalam bejana berkapasitas 20 liter.

Setelah diperiksa, ternyata BBM yang dituang ke dalam bejana tersebut tidak sesuai takaran atau persis 20 liter. Melainkan terdapat kekurangan sekitar 250 mili liter atau sekitar 2,5 persen. Padahal, sebelumnya SPBU tersebut sudah pernah disidak dan diberi peringatan.

”Sebulan lalu SPBU Seitemiang ini, sudah dilakukan penyegelan, karena toleransi sudah terlalu jauh,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disperindag-ESDM Kota Batam, Rudi Sakyakirti yang ikut dalam sidak, kemarin.

Rudi menyebutkan, sesuai aturan batas kesalahan atau toleransi yang diizinkan adalah 100 ml atau sekitar 0,5 persen per 20 liter yang diuji. Jika melewati batas itu, berarti harus dilakukan tera ulang.

”Bersama Metrologi kita melakukan penera ulang terhadap SPBU, supaya harus kembali sesuai batas tolerasi yang telah ditentukan,” jelasnya.

Tujuan dari sidak ini, sambungnya, untuk menindak kecurangan agar masyarakat tidak lagi dirugikan oleh pengusaha.

”Kegiatan ini dilakukan di semua SPBU yang ada di Kota Batam,” ungkapnya.

Dia menyebutkan, beberapa SPBU yang kedapatan curang dan pernah disegel tersebut antara lain SPBU Simpang Bandara, SPBU Belakang Kepri Mall, SPBU di Simpang Jam, dan SPBU di Seitemiang.

Rudi berpesan kepada masyarakat jika menemukan hal yang mencurigakan segera lapor ke Disperindag-ESDM. Sementara kepada pihak pegusaha, dirinya mengimbau supaya terus menjaga kepercayaan masyarakat dan tetap selalu memperbaiki jika mengalami kesalahan.

Rudi menambahkan, jika terjadi kesalahan pada dispenser atau mesin pengisian pada SPBU, mestinya segera dilaporkan ke Disperindag-ESDM supaya dilakukan tera ulang.

”Untuk saat ini kita beri surat teguran ke pelaku usaha karena terjadi kelalaian pada tingkat pengawasnya,” ungkapnya.

Jika pelanggaran itu terus dilakukan pihak pengusaha bisa dijerat dengan UU Nomor 2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal dan UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Mereka bisa dijerat hukum secara pidana dan perdata.

Tutup SPBU Curang

Sementara Pertamina Kepri mengancam bakal menerapkan sanksi berat jika menemukan SPBU di Kota Batam yang menerapkan praktik curang dalam takaran pengisian bahan bakar minyak (BBM).

“Jika memang ditemukan, sanksi bisa bermacam-macam, mulai dari hanya segel nozzle (alat untuk mengisi BBM), skorsing, sampai ke paling berat bisa dilakukan PHU (Pemutusan Hubungan Usaha),” ujar Senior Sales Executive Retail Pertamina Kepri, Tri Yudha Nurmansyah, tadi malam.

Menurut Yudha, takaran pengisian BBM merupakan salah satu aspek yang selalu diaudit melalui program Pertamina Way (Pasti Pas) setiap bulannya. Salah satu elemen penilaiannya mengenai jaminan kualitas dan kuantitas. Ia jelaskan, jika suatu SPBU gagal dalam penilaian tersebut, maka SPBU itu dipastikan tidak lolos uji untuk mendapatkan sertifikat Pasti Pas.

“Itu tentunya akan merugikan pengusaha SPBU, (karena) jika tidak lolos Pasti Pas, margin (pembagian BBM) yang didapat akan lebih kecil (sedikit),” terangnya.

Terkait temuan Disperindag-ESDM Kota Batam yang mengklaim telah menyegel beberapa SPBU di Batam, Yudha meluruskan hal itu. Menurut dia, penyegelan hanya diterapkan pada beberapa nozzle atau mesin dan selang pengisian BBM lantaran takarannya melewati batas toleransi, bukan menyeluruh hingga penutupan operasi suatu SPBU.

“Sepanjang Januari-Juni 2016, tidak ada SPBU kami yang stop operasi,” kata dia.

Meski begitu, Yudha tak menampik ada beberapa SPBU yang tidak lolos program uji Pasti Pas yang diterapkan oleh pihak Pertamina sendiri. Sayangnya, ia mengaku tak hafal berapa banyak dan di mana saja lokasi SPBU yang pernah kedapatan tak lolos program Pasti Pas tersebut.

“Tapi kami terus melakukan pembinaan agar SPBU tersebut dapat lolos program Pasti Pas,” imbuhnya.

Ke depan, pihaknya juga mengimbau masyarakat jika menemukan ada SPBU yang dicurigai melakukan kecurangan dalam takarannya, agar segera melaporkan ke Pertamina. Bisa dengan menghubungi nomor telepon keluhan pelanggan di 1500000.

“Setiap keluhan yang masuk akan kami tindak lanjuti dengan melakukan pengecekan langsung ke SPBU yang dicurigai,” ujar dia.  ***

June 10, 2016 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: