Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Liburan Seru SD Islam Nabilah di Snow City, Singapura

Bermain dan Belajar di Ruangan Bersuhu -10 Derajat Celcius

Momen libur sekolah tak harus dihabiskan untuk bermain dan bermalas-malasan. Itulah sebabnya, para murid SD Islam Nabilah Batam memilih liburan ke Snow City, Singapura. Selain bermain, mereka juga tetap bisa belajar dengan cara yang tak kalah menyenangkan.

ARMAN SUPARMAN, Singapura

”Daren…Daren…, aku menemukan goa,” Raja berteriak kegirangan saat memasuki kawasan Snow City, Singapura, akhir pekan lalu.

Arman Suparman, Desember 2013

Arman Suparman, Desember 2013.

Selain menyajikan salju buatan, Snow City memang menghadirkan sejumlah diorama seputar kehidupan suku Eskimo di masa lampau. Seperti goa, rumah igloo, dan sejenisnya.
Rupanya, Raja menikmati setiap diorama itu. Murid kelas III SD Islam Nabilah Batam tersebut sepertinya ingin berbagi kesenangan itu dengan temannya, Daren.

Namun Daren terlalu sibuk dengan petualangannya sendiri. Dia terlihat berlarian kesana kemari di tengah guyuran ‘salju’ ala Snow City Singapura, Jumat (3/6/2016).

Bersama belasan temannya, Raja dan Daren juga menikmati beberapa wahana yang ada di Snow City Singapura. Mulai dari perosotan yang terbuat dari es, berseluncur di atas salju, dan sejumlah keseruan lainnya. Suhu ruangan yang mencapai minus 10 derajat celcius tak mampu membendung keceriaan anak-anak itu.

Tak hanya bermain, para murid SD Islam Nabilah Batam juga diajak belajar mengenai banyak hal. Utamanya yang berkaitan dengan kutub utara dan kutub selatan.
Seperti, misalnya, seputar fenomena northern lights atau yang kerap disebut aurora borealis. Di ruangan kedua setelah pintu masuk, pihak Snow City sengaja memasang layar lebar untuk menayangkan simulasi terjadinya fenomena aurora borealis itu.

Dijelaskan, aurora borealis adalah fenomena pancaran cahaya yang menyala-nyala pada lapisan ionosfer dari sebuah planet bumi sebagai akibat adanya interaksi antara medan magnetik yang dimiliki bumi dengan partikel bermuatan yang dipancarkan oleh matahari. Sering juga disebut Angin Surya. Aurora terjadi di daerah di sekitar kutub Utara dan Selatan karena di situlah pusat magnetik bumi. Aurora yang terjadi di daerah sebelah Utara dikenal dengan nama Aurora Borealis.

Selain mempelajari proses terjadinya fenomena ini, para murid juga diajarkan pentingnya menjaga keseimbangan bumi. Serta hal-hal yang bisa mengancam punahnya fenomena langka itu.
Masih di dalam ruangan bersuhu minus 10 derajat celcius itu, murid juga diajak mempelajari kehidupan suku eskimo di Kutub Utara. Mulai dari cara hidup mereka, pakaian mereka, makanan, tempat tinggal, dan lain sebagainya.

Sebelum masuk ruangan, mereka juga diperkenalkan beberapa cara mengurangi penasan global yang dapat memicu perubahan iklim. Setidaknya ada 12 cara untuk mengurangi pemanasan global. Di antaranta mengurangi penggunaan listrik, memperbanyak menanam pohon, hemat air, kurangi penggunaan plastik, biasakan pakai transportasi umum, dan masih banyak lagi.

”Kalau bumi ini makin panas, es di Kutub Utara dan Selatan akan mencair. Dan bumi kita bisa tenggelam,” terang GM Snow City Singapura, Norazani Shaiddin, yang kala itu memandu langsung study tour para murid SD Islam Nabilah.

Tak hanya belajar tentang iklim, para peserta tur juga diajari cara membuat es krim. Mereka dilibatkan secara aktif dalam setiap prosesnya. Bahkan es krim buatan mereka bisa langsung di makan saat itu juga.

”Ini adalah konsep yang kami tawarkan, wisata edutainment. Yakni gabungan antara edukasi dan entertainmen,” kata Norazani.

Norazani berharap, kesempatan ini dimanfaatkan para siswa, termasuk di Batam dan Indonesia. Untuk paket liburan seru ini, pihaknya menawarkan tiket dengan harga spesial. Yakni 25 dolar Singapura per anak.

Tiket tersebut sudah termasuk beberapa program edukasi (sains) dan bermain selama satu jam di wahana Snow City. ”Syaratnya dalam grup dan minimal 30 anak,” katanya.
Selain menghadirkan program-program edutainment itu, Snow City Singapura kini juga telah membuka Kids Snow Academy. Di sini pengunjung bisa belajar snow boarding.

”Kami mendatangkan instruktur profesional,” kata Norazani lagi.

Raihan, salah satu peserta tur mengaku cukup terkesan dengan liburannya ke Snow City. Sebab selain bisa bermain salju, dirinya juga mendapatkan pengalaman sekaligus pelajaran. Menurut dia, konsep wisata edutainment yang ditawaran Snow City Singapura sangat cocok untuk anak-anak sekolah seperti dirinya.

”Pelajarannya akan mudah diingat,” kata Raihan.

Sementara Wali Kelas III-E SD Islam Nabilah Batam, Nurdiana menyebut konsep wisata edutainment sangat tepat untuk anak didiknya. Sebab, anak-anak akan lebih cepat menangkap pelajaran jika terlibat secara interaktif. Apalagi konsepnya dikemas dalam bentuk permainan.

”Anak-anak SD Islam Nabilah itu sangat aktif. Jadi konsep belajar sambil bermain seperti ini sangat baik diterapkan di sekolah,” katanya.

Menurut dia, selama ini para muridnya itu sering bosan jika guru hanya mengajar secara teks book di dalam kelas. ”Mereka pasti akan banyak bertanya,” katanya. ***

June 15, 2016 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: