Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Sekolah Global Indo Asia, Pertama Terapkan IBDP di Sumatera

Skor Bagus, Langsung Diterima Universitas Top Dunia

Warga Batam dan Kepulauan Riau boleh bangga. Sebab, Sekolah Global Indo Asia sudah diotorisasi sebagai sekolah International Baccalaureate Diploma Programme (IBDP) sehingga menjadi salah satu sekolah kelas dunia. Apa dan bagaimana prosesnya?

SOCRATES, Batam

International Baccalaureate (IB) didirikan tahun 1968 di Jenewa, Swiss merupakan yayasan non-profit terkemuka di dunia pendidikan internasional. Yayasan ini menawarkan empat program pengembangan keterampilan intelektual, personal, emosional dan sosial para siswa sebagai bekal untuk belajar dan bekerja di dunia global.

socrates-selasa-23-april-2013-suprizal-tanjung-8 image

Socrates di Graha Pena, Batam Kota, Batam, Selasa (23/4/2013). F Suprizal Tanjung

Program tersebut adalah, Primary Years Programme (PYP) untuk siswa usia dari 3 -12 tahun. Program ini mempersiapkan siswa menjadi aktif, peduli, suka belajar dan titik fokusnya pada pengembangan siswa. Ada lagi Middle Year Programme untuk siswa usia 11- 16 tahun. Program ini mendorong siswa meningkatkan kemampuan akademik sesuai minatnya.

Selanjutnya, Diploma Programme (DP) bertujuan mengembangkan kemampuan dan pengetahuan siswa, baik secara fisik, intelektual, emosional dan etika. Program ini ditujukan untuk siswa usia 16 – 19 tahun. Ada juga Career-related Programme (CP) yang menangani kebutuhan siswa dalam pendidikan untuk meniti karir, magang, masuk perguruan tinggi atau bekerja.

International Baccalaureate (IB) memiliki standar tinggi untuk proses belajar mengajar, kepemimpinan dan prestasi siswa. IB bekerja sama dengan sekolah, pemerintah dan organisasi internasional untuk mengembangkan dunia pendidikan berkelas internasional. Misinya adalah, menciptakan dunia yang lebih baik melalui pendidikan. Dalam menjalankan programnya, Yayasan IB menitikberatkan pada kualitas guru dan mendorong siswa menjadi pelajar yang aktif.

Penasehat Yayasan Clarissa International Soehendro Gautama, mengaku senang dan bangga atas keberhasilan Sekolah Global Indo Asia (SGIA) disahkan sebagai sekolah International Baccalaureate (IB).

‘’Syaratnya ketat sekali. Laboratorium sains harus standar internasional. SGIA yang pertama terapkan Diploma Programme (DP) di luar Jawa dan Bali, sehingga anak-anak kita, kalau skornya bagus, langsung diterima di universitas top dunia seperti Cambridge dan Harvard,’’ katanya, seraya menyebutkan, selama ini, anak-anak Batam dan Kepri yang mau sekolah keluar negeri, sejak SMA sudah keluar negeri untuk penyesuaian.

Selama ini, kesan terhadap Sekolah Global Indo Asia sekolah mahal, apalagi pembayaran SPP menggunakan dolar Amerika dan Singapura, menurut Soehendro, sejak diberlakukan aturan yang baru, saat ini pembayaran uang sekolah di SGIA menggunakan mata uang rupiah.

‘’Sekolah yang baik memang tidak murah. Apalagi, kami membayar gaji guru asing dan lisensi dengan dolar. Tapi, demi kebaikan pendidikan buat anak-anak kita, tidak apa-apa,’’ papar Soehendro Gautama, Jumat (10/6/2016).

Sampai Mei 2016, sudah 4.335 sekolah di berbagai negara yang menggunakan program IB. Di Indonesia, ada 32 sekolah di Jawa dan Bali dan masing-masing satu di Medan dan Batam menggunakan program PYP dan 14 sekolah dengan program MYP serta 30 sekolah dengan program DP di Jawa dan Bali. Sekolah Global Indo Asia Batam, satu-satunya di Sumatera menggunakan Diploma Programme ini.

Tidak semua sekolah bisa diterima menjadi bagian dari program IB ini. Sekolah harus menyelesaikan proses otorisasi. Jika diterima secara resmi, barulah sekolah itu diakui sebagai Internasional Baccalaureate (IB) World School. ’’Sekolah Global Indo Asia (SGIA) butuh waktu tiga tahun untuk otorisasi Diploma Programme untuk kelas 11 kelas 12,’’ kata Indah S. Salazar, Marketing & Admission Officer SGIA, kepada Batam Pos, kemarin.

Program IB bertujuan untuk mengembangkan orang berpikiran internasional yang menjunjung tinggi rasa kemanusiaan dan membantu menciptakan dunia yang lebih baik dan damai. Nilai-nilai pendidikan yang dianut IB antara lain, berpusat pada peserta didik, mengembangkan pendekatan yang efektif untuk pengajaran dan pembelajaran serta bekerja dalam konteks global
Manfaat bagi siswa, antara lain mendapat pendidikan yang unik, didorong berpikir dan belajar secara mandiri. Mengembangkan bahasa kedua dan berpikir secara global. Sejumlah siswa yang mengikuti program ini, melanjutkan pendidikan di universitas ternama di dunia. Prestasi akademis mereka juga lebih baik dibandingkan siswa lain. Selain itu, siswa juga akan berganbung dengan jaringan alumni global IB.

Selain itu, International Baccalaureate (IB) menawarkan banyak manfaat bagi guru. Antara lain, guru diberikan akses pengembangan profesional, kerangka pendidikan yang inovatif dan beragam, satuan perencana, sumber-sumber pengajaran, alat evaluasi program, sertifikasi dan gelar yang ditawarkan oleh universitas terkemuka di seluruh dunia. Meski guru bergelar S2 atau S3, jika tidak memiliki sertifikat IB, tidak diperkenankan mengajar.

Guru bagi IB, merupakan bagian penting keberhasilan sekolah dan dilihat sebagai komunitas profesional yang terus dikembangkan melalui lokakarya, kegiatan regional dan lokakarya secara online. Guru-guru yang terlatih, akan mendapatkan sertifikat proses belajar mengajar, penelitian dan kepemimpinan

Pada Diploma Programme (DP) siswa harus memilih 6 mata pelajaran dari 6 subyek yang ditawarkan sekolah, seperti pelajaran bahasa dan literature, penguasaan bahasa, individual dan sosial, sains, matematika dan seni. Selain itu, program ini memiliki tiga syarat yang menantang siswa untuk menerapkan pengetahuan dan pemahaman mereka seperti; extended essay, sebuah proyek penelitian yang dikerjakan secara mandiri dengan melakukan pembelajaran secara mendalam mengenai suatu subyek secara spesifik.

Siswa terlibat dalam studi mendalam sesuai topik yang dipilihnya. Ada lagi yang disebut theory of knowledge, untuk memberikan pemahaman yang lebih luas dari interaksi antara mata pelajaran yang diajarkan. Serta creativity, activity and services yang mendorong siswa agar lebih aktif belajar dari pengalaman dengan mengerjakan proyek kreatif ataupun aktifitas pelayanan di lingkungan sekitar.

Sekolah Global Indo Asia (SGIA) yang didirikan tahun 1998, selain sudah menerapkan Cambridge International Examination, kini memiliki program International Baccalaureate untuk tingkatan Primary Years Programme (PYP) yang diotorisasi sejak September 2009 dan yang terbaru Diploma Programme (DP) yang diotorisasi sejak Mei 2016.

Sekolah internasional dengan bahasa pengantar Bahasa Inggris ini, awalnya didirikan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak ekspatriat yang tinggal dan bekerja di Batam. Namun, belakangan SGIA jadi pilihan orang tua yang menginginkan sekolah berkualitas.

Visinya adalah menjadikan SGIA sekolah terkemuka berklas dunia, dengan keunggulan pendidikan dengan standar internasional. SGIA mengembangkan nilai-nilai pada siswanya seperti komitmen, tanggungjawab, integritas dan kasih sayang. Selain menerapkan Cambridge International School, SGIA kini satu-satunya yang menerapkan International Baccalaureate untuk PYP dan DP dan mengukuhkan diri sebagai World School.

Berlokasi di Batam Centre di atas lahan seluas 1,2 hektar, fasilitas SGIA terdiri dari ruang belajar, ruang serba guna, beranda dan taman bermain. Sekolah ini juga memiliki ruang musik, ruang sains, laboratorium IT dan perpustakaan buku-buku berbahasa Inggris. Selain itu, tersedia sport hall dan lapangan sepakbola serta kantin yang luas. Dengan fasilitas yang lengkap dan modern itu, SGIA kini tercatat sebagai satu dari 50 sekolah internasional elit di Indonesia.

Siswa-siswinya juga menoreh berbagai prestasi. Dua siswinya, Esther Kezia Cecilia Itan, siswi SMA SGIA Kelas XII yang menyabet anugerah Outstanding Cambridge Learner Awards Indonesia untuk kategori Cambridge International Advanced Subsidiary (AS) Level dalam mata pelajaran Applied ICT. Lalu, Athiya Deviyani, siswa SMA SGIA kelas XI yang mendapat sertifikat International General Certificate of Secondary Education lantaran meraih nilai A+ untuki delapan mata pelajaran. Empat siswa meraih perunggu di Singapore and Asia School Math Olympiade 2016, serta siswa yang meraih penghargaan Harvard Model Congres Asia di Seoul, Korea.

Ini membuktikan, SGIA sekolah favorit dengan kurikulum internasional dan mencetak siswa berprestasi di tingkat nasional dan internasional. ***

June 15, 2016 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: