Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

1.204 Siswa Berebut 448 Kursi SMKN 1 Batam

BATUAJI (BP) – Hari ketiga pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Batam, Rabu (15/6/2016), makin membludak.

Tercatat, sebanyak 1.204 calon siswa sudah mendaftar untuk memperebutkan 448 kursi yang tersebar di enam jurusan, yaitu Teknik Elektronika Industri, Teknik Pengelasan, Teknik Permesinan, Teknik Mekatronika, Tehnik Otomasi Industri, dan Teknik Komputer Jaringan.

“Dari enam jurusan yang ada di SMK 1, ada tiga jurusan yang paling banyak diminati calon peserta didik yakni jurusan Teknik Komputer Jaringan, Teknik Pemesin, dan Teknik Elektronika Industri,” jelas Kepala SMK Negeri 1 Batam, Lea Indrawijaya, Rabu (15/6/2016).

Dia menyebutkan, untuk jumlah pendaftar jurusan Teknik Komputer Jaringan sebanyak 280 calon siswa atau 23 persen, Teknik Mesin sebanyak 243 calon siswa atau 20 persen, dan Teknik Elektronika Industri sebanyak 205 calon siswa atau 19 persen.

“Jurusan yang lain masih standar,” sebutnya.

Lea mengatakan, proses penerimaan siswa baru akan berlangsung hingga 17 Juni 2016 nanti. Namun saat ini, calon peserta didik yang mendaftar sudah mulai berkurang dibandingakan hari pertama.

“Kita (buka pendaftaran) lima hari, karena ada tes fisik, tes kesehatan, buta warna, tes wawancara, dan tes tertulis sesuai jurusan mereka masing-masing,” jelasnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua Panitia PPDB SMK N 1 Batam, Mhd. Hudawi. Dia mengatakan, pendaftaran masih dibuka sampai jadwal yang sudah ditentukan.

“Kita masih menerima pendaftaran,” ujar Hudawi.

Untuk informasi mengenai kelulusan PPDB bisa dilihat di website http://www.smkn1batam.sch.id. Pengumuman resmi akan disampaikan 18 Juni 2016 pukul 00.18 WIB. Untuk daftar ulang bagi yang lulus pada tanggal 20-23 Juni 2016.

“Total yang kita terima sebanyak 448 calon siswa,” kata Hudawi lagi.

Sementara itu, SMA Negeri 1 Batam berhasil menjaring sekitar 792 pendaftar. Ketua PPDB SMA N 1 Batam, Erdawati mengatakan proses penerimaan di hari terakhir berjalan dengan lancar. Selanjutnya siswa yang telah terdaftar akan diseleksi menjadi 128 siswa dengan nilai terbaik. Siswa yang lolos seleksi akan diumumkan pada 18 Juni 2016 nanti.

Lanjutnya, tidak dipungkiri saat pendaftaran masih banyak siswa dengan nilai di bawah standar tetapi tetap mendaftar. Dari jumlah keseluruhan sekitar 10 hingga 20 persen tidak memenuhi standar nilai. “Yang tidak memenuhi akan tertolak langsung,” kata dia.

Kepala SMA N 1 Batam, Chaidir sempat memberikan penjelasan kepada pria 48 tahun tersebut, namun tetap saja dia tidak terima. “Saya sudah jelaskan ini semua sistem yang mengatur, walaupun beliau membawa nama pejabat, kita tidak bisa berbuat apa-apa,” terangnya.

Muslim Minta Ikuti Aturan

Pelaksanaan PPDB yang sudah dimulai oleh sekolah favorit sejak 13 Juni lalu, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam kebanjiran titipan. Titipan siswa untuk masuk sekolah favorit atau negeri itu datang dari berbagai kalangan, baik pejabat maupun masyarakat biasa.

“Ada yang langsung hubungi saya. Sudah tak terangkat lagi telepon, banyak yang ingin nitip,” kata Kepala Disdik Kota Batam, Muslim Bidin yang ditemui di Kantor Wali Kota Batam, kemarin.

Permintaan menitipkan anak atau saudara dari berbagai pihak tersebut rata-rata terjadi di setiap tingkat sekolah mulai SD, SMP hingga SMA. Padahal Disdik bertekad untuk menerapkan aturan PPDB yang sudah diterapkan.

“Kalau ikut aturan, saya jamin tertampung semua. Masalahnya banyak yang tak ikut aturan. Tak perlu hubungi sana-sini, ikuti saja aturan,” tegas Muslim.

Menurut dia, seharusnya masyarakat, khususnya para orangtua mendukung sistem yang telah diterapkan pemerintah. Dimana, sistem itu mempermudah semua pihak mendapatkan pendidikan yang sesuai dengan kemampuan si-anak. Apalagi ada orangtua yang memaksakan anaknya untuk bersekolah di sekolah tertentu, padahal si-anak tidak mampu.

“Kalau tidak diterima, monggo (silakan) cari tempat lain, jangan dipaksakan. Proses PPDB sudah ada petunjuknya,” jelasnya.

Tak hanya itu, ia juga meminta kepala sekolah, khususnya SD untuk lebih jeli melihat umur calon siswanya, yang mana anak yang telah berusia 7 tahun harus diprioritaskan dalam PPDB. Dan sesuai aturan, anak yang masih berusia di bawah 7 tahun tidak diprioritaskan untuk diterima. Hal itu diharapkan bisa memenuhi untuk anak usia sekolah dapat mengenyam bangku pendidikan.

“Ini aturan. Usia anak di atas 6 tahun baru bisa diterima jika daya tampung masih ada. Dan saya minta Kepsek ikuti aturan ini,” kata Muslim mengingatkan. (cr14/cr17/she)

June 20, 2016 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: