Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Gagal Tekan Harga Sembako

Tinggi gunung seribu janji. Pemerintah boleh saja mengumbar optimisme mampu mengendalikan harga jelang Lebaran. Namun fakta di lapangan berkata lain. Harga komoditas sembako tetap tinggi, dan dipastikan akan terus meroket.

BATAM POS, Batam

Novita terkaget-kaget saat membeli gula pasir di toko langganannya di Pasar Botania, Batamcenter, akhir pekan lalu. Ini lantaran harganya yang naik drastis menjadi Rp 17 ribu per kilogram (Kg).

“Minggu lalu masih Rp 14 ribu,” kata ibu satu anak ini.

Harga si manis ini memang mengalami kenaikan yang cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir. Dalam sepekan bisa terjadi dua kali kenaikan. Angkanya pun cukup fantastis. Dari Rp 11 ribu menjadi Rp 13 ribu. Kemudian Rp 14 ribu, dan pekan lalu naik lagi menjadi Rp 17 ribu per Kg.

“Setiap Ramadan selalu begini. Mungkin pas Lebaran nanti bisa lebih tinggi lagi hargnya,” kata Novita, cemas.

Selain gula, harga sejumlah komoditas sembako lainnya juga trerus merangkak naik. Seperti harga daging ayam potong yang mengalami kenaikan Rp 7 ribu dari harga Rp 28 ribu per Kg menjadi Rp 35 ribu.

Harga telur juga naik hingga Rp 38 per papannya. Harga sayuran juga naik. Seperti bayam dari harga Rp 8.000 ribu menjadi Rp 14 ribu per Kg, wortel dari Rp 12 ribu menjadi Rp 18 ribu. Demikian juga dengan harga aneka bumbu dapur dan cabai yang terus meroket.

Begitu juga dengan harga daging sapi yang kian tak terkendali. Untuk daging sapi lokal naik dari Rp 140 ribu menjadi Rp 150 ribu per Kg. Sedangkan harga daging sapi impor naik menjadi Rp 84 ribu dari harga sebelumnya Rp 70 ribu.

Menurut Direktur Lalu Lintas Barang Badan Pengusahaan (BP) Batam, Tri Novianto, penyebab mahalnya harga gula di Batam saat ini karena minimnya stok.

Sementara pemerintah pusat tak kunjung memberikan izin impor gula.

“Padahal kami juga bersama dengan Kadin Batam sudah pernah menyurati pusat,” kata Novi, Kamis (16/6/2016) lalu.

Novi, sapaan akrabnya, mengatakan gula ini memang untuk impornya bersifat buka tutup. Dengan alasan pemerintah pusat ingin melindungi industri gula dalam negeri, jangan sampai pada saat panen raya gula, pemerintah malah mengimpor gula dari luar.

“Dengan kata lain, pemerintah pusat akan membuka impor gula jika dianggap industri gula dalam negeri tidak mencukupi kebutuhan dalam negeri,” ujarnya.

Novi menambahkan, saat ini Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Gusmardi Bustami yang juga pernah bekerja di Kementerian Perdagangan sedang melakukan pendekatan dengan Kemendag. Supaya Batam mendapat izin impor gula.

“Beliau sudah melakukan pendekatan, agar Kepri bisa diberikan perhatian khusus yang lebih tinggi,” jelasnya.

Sementara untuk pasokan daging sapi, Novi menyebut saat ini ada tiga perusahaan yang telah mendapatkan izin impor dari BP Batam. Yakni PT Kharisma Karya Kartika, PT Batam Frozen Food, dan PT Dewi Kartika Inti.

“Ya mereka telah mengajukan permintaan izin daging untuk periode Mei sampai dengan Agustus,” ujar Novi.

Ketiganya mendapat kuota untuk mengimpor daging sebanyak 205 ton, di mana PT Kharisma Karya Kartika mendapat kuota 85 ton, dan dua perusahaan lainnya mendapat jatah masing-masing 60 ton.

“Namun saat ini yang sudah direalisasikan baru 40 ton, yakni untuk PT Dewi Kartika Inti karena telah mengajukannya lebih awal, sedangkan yang lainnya sedang dalam proses. Kita tunggu saja,” ujarnya lagi.

Pasoakan daging ini diimpor dari tiga negara yakni Selandia Baru, Amerika, dan Australia untuk memenuhi kebutuhan warga Batam selama setahun yang mencapai 122 ton daging sapi.

“Pengajuan izin impor daging dilakukan setiap triwulan, nanti untuk September akan ada pengajuan baru lagi,” katanya.

BP Batam memang dalam hal ini mendapatkan hak istimewa dari pemerintah pusat sebagai pemberi persetujuan izin impor bagi produk kebutuhan pokok, seperti daging, gula, produk hortikultura dan lainnya.

Menurut Novi, hal ini sangat memudahkan bagi para distributor di Batam. Karena di wilayah selain Batam, maka distributor harus meminta izin impor langsung kepada Kementerian Perdagangan Pusat di Jakarta.

“Itu merupakan hak istimewa karena Batam merupakan kawasan perdagangan bebas,” jelasnya.

Selain daging, BP Batam juga mendapatkan mandat memberikan persetujuan impor untuk produk hortikultura dan gula.

Di Batam, produk hortikultura yang diimpor antara lain wortel, apel, jeruk Mandarin dari Cina, lengkeng dari Thailand, kentang segar atlantik dari Bangladesh dan Cina, dan bawang bombay segar dari Selandia Baru dan Belanda.

Ada empat perusahaan yang memegang izin impor produk hortikultura antara lain PT Oscar Karunia Cemerlang, PT Frozen King Mulia, PT Segar Interfruits, dan PT Segar Jaya Prima.
Izin impor produk hortikultura per semester, mulai dari Januari sampai Juni. Dan impor terbesar adalah wortel dengan total nilai mencapai 1.666 ton, kemudian bawang bombay mencapai 641 ton, dan kentang segar atlantik mencapai 702 ton.

Sedangkan untuk produk lainnya seperti cabai, sayur-sayuran dan lainnya, batasan kuota ditentukan melalui jumlah impor tahun lalu. Novi berharap, izin impor untuk kebutuhan poko lainnya juga segera dibuka, sehingga harga sembako di Batam kian terjangkau.

Di tempat yang berbeda, Kepala Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Batam, Jadi Rajagukguk mengatakan Menteri Perdagangan, Thomas Lembong sudah paham mengenai permasalahan gula di Batam.

“Beliau sudah angkat masalah ini di Rapat Koordinasi (Rakor) Menko EKonomi,” katanya.

Namun, dibandingkan dengan usulan, lebih baik harus ada aksi nyata.”Pemerintah harus bertindak, soalnya ini menyangkut hajat hidup orang banyak,” ujarnya.
Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kota Batam menduga kelangkaan gula pasir di pasaran terjadi karena permainan sejumlah oknum distributor gula pasir di Batam.

“Ini masih dugaan. Karena jika gula langka sehingga harganya mahal itu terjadi karena dua hal, jika tidak dari sumbernya yang bermasalah, maka distribusinya pasti macet,” ujar ketua KPPU Kota Batam, Lukman Sungkar.

KPPU Pusat sudah memastikan bahwa sumber gula seperti dari Pulau Jawa sangat aman dan cukup memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia. Sedangkan mengenai distribusi, hal ini yang menjadi sorotan. Distributor gula pasir di pasaran Indonesia bersifat oligopoli, artinya dikuasai oleh beberapa distributor besar.

“Dengan kata lain, potensi permainan dari oligopoli ini sangat kuat,” jelasnya.

Momentum menjelang datangnya bulan suci Ramadan dan Lebaran menjadi waktu yang tepat bagi mereka untuk memperoleh keuntungan yang berlipat ganda.

“Ya dengan cara menahan gula pasir agar tidak sampai ke pasaran sehingga harganya menjadi lebih tinggi,” ungkapnya.

Beras juga termasuk sembako yang harganya mengalami kenaikan. Namun Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub-Divre Batam menjamin stoknya aman. Saat ini ada 4.300 ton beras cadangan di gudang Bulog Sub-Divre Batam.

“Cadangan beras di Batam cukup. Ada 4.300 ton terdiri dari 3.000 ton yang datang dari Sulawesi Selatan dan sisanya dari Dumai,” ujar Kepala Perum Bulog Sub Divre Batam, Jamaluddin.

Jamal menjelaskan suplai dari Bulog pusat akan terus datang untuk mencukupi kebutuhan masyarakat Batam. Saat ini tingkat konsumsi masyarakat terhadap beras mencapai 15.000 ton per bulannya.

“Dengan cadangan di gudang Bulog dan beras yang beredar di pasaran sudah mencukupi,” ungkapnya.

Selain itu, Bulog juga bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam sering menggelar operasi pasar keliling di sejumlah pasar tradisional di Batam. “Harga berasnya cukup murah, yakni Rp 7.900 per kilogram, sedangkan yang premium Rp 8.700 per kilogram,” ungkapnya.

Namun operasi pasar ini dinilai belum berhasil menekan harga kebutuhan pokok di pasaran. Terutama beras. (leo/she/cr13)

June 20, 2016 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: