Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Presiden Mendadak ke Natuna

Jokowi Rapat di Atas Kapal Perang Bahas Klaim Wilayah RI oleh Cina

JAILANI-AULIA RAHMAN, Natuna

Isu-isu yang mengancam kedaulatan NKRI di wilayah Kabupaten Natuna, Kepri oleh Cina mengundang perhatian Presiden Joko Widodo (Jokowi). Kemarin, mendadak Jokowi memutuskan melakukan kunjungan ke Natuna untuk melihat langsung wilayah paling utara Indonesia itu. Para pejabat di Pemprov Kepri dan Pemkab Natuna mengatakan, mereka baru menerima informasi soal kedatangan Presiden kemarin.

“Mendadak saja ada pemberitahuan. Kunjungan Presiden itu biasanya sudah diberi tahu minimal seminggu sebelumnya,” ujar petugas protokol Pemprov Kepri.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan, kunjungan Presiden hari ini salah satunya terkait kasus klaim Cina terhadap sebagian wilayah laut Natuna. Untuk itu, dalam kunjungannya itu Presiden membawa pesan bahwa perairan Natuna adalah wilayah Indonesia dan tak bisa diganggu gugat oleh negara manapun, termasuk Cina.

“Sebagai kepala pemerintahan, Presiden ingin menegaskan bahwa Natuna adalah kedaulatan Indonesia,” kata Pramono di Jakarta, Rabu (22/6/2016).

Pramono menjelaskan, Presiden ingin menegaskan Natuna adalah NKRI, dan itu sudah final.

Sementara Gubernur Kepri, Nurdin Basirun mengatakan kehadiran Presiden ke Natuna akan semakin memotivasi masyarakat Kepri, khususnya Natuna dan Anambas, untuk menjaga kedaulatan NKRI. Menurut Nurdin, kedatangan Presiden untuk menegaskan kepada dunia luar, bahwa Natuna merupakan bagian dari Indonesia.

“Bapak Presiden datang ke Natuna bersama dengan beberapa Menteri Kabinet. Tentu ini, menjadi momentum bagi kita untuk mendapatkan dukungan terkait pembangunan daerah terdepan,” ujar Nurdin usai meninjau kapal-kapal Cina yang ditangkap KRI Imam Bonjol di Pangkalan AL Penagi, Natuna, Rabu (22/6).

Menurut Nurdin, Presiden Jokowi yang langsung memimpin Rapat Terbatas (Ratas) percepatan pembangunan di Natuna. Rapat yang rencananya digelar di atas KRI Imam Bonjol itu nanti akan dihadiri sejumlah menteri.

“Seperti kita ketahui, di Natuna akan dibangun pangkalan militer,” jelas Nurdin.

Kemarin, Nurdin juga meninjau KRI Imam Bonjol di Pelabuhan Selat Lampa, Natuna, yang akan dijadikan tempat rapat Presiden. Di KRI Imam Bonjol, Nurdin sempat meninjau fasilitas dan sejumlah ruang kapal. Setelah itu, Nurdin dan rombongan mendapat penjelasan dari Komandan KRI Imam Bonjol Mayor Laut Ali Setiandy dan Palaksa KRI Imam Bonjol, Mayor Aria Candrayuda.

Dalam peninjauan itu, Nurdin juga didampingi Bakorkamla RI Laksamana Pertama TNI Freddy R. D. Egam, anggota DPRD Kepri Tawarich, Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni dan pihak Kementerian Pertahanan.

Nurdin berharap, dengan kehadiran Jokowi percepatan pembangunan berbagai fasilitas untuk menjaga kedaulatan negara semakin banyak di Natuna. Juga termasuk di wilayah perbatasan. Dia menyebut, di Kepri terdapat 19 pulau yang berbatasan langsung dengan negara tetangga.

Ditambahkan Nurdin, selain pembangunan di bidang pertahanan, sektor lain yang harus dikembangkan dan perlu dukungan penuh pemerintah pusat ialah sektor perikanan. Karena potensi Natuna sangat besar.

“Perlu kerja keras dan keikhlasan sebagai modal untuk melaksanakan pembangunan daerah,” kata Nurdin.

Nurdin sendiri berkunjung ke Natuna dalam rangka menyerap langsung aspirasi masyarakat. Kunjungan yang direncanakan hingga Rabu 22 Juni ini diperpanjang seiring dengan rencana kedatangan Presiden Jokowi hari ini.

Dia berharap, kunjungan Presiden ke Natuna hari ini semakin meningkatkan rasa nasionalisme warga Natuna. “Tingkatkan wawasan bela negara dan kecintaan Tanah Air meliputi keamanan,” kata Nurdin.

Terpisah, Kabag Humas Pemkab Natuna Helmi Wahyuda, menyebutkan agenda utama kunjungan Presiden hari ini adalah membahas dan memantau percepatan pembangunan wilayah perbatasan.

“Pemerintah daerah sudah menerima surat dari Istana, besok (hari ini, red) Pak Presiden ke Natuna,” kata Yuda.

Agendanya Presiden dan rombongan setibanya di Lanud Ranai langsung menuju Pelabuhan Penagi dan melakukan rapat pembahasan percepatan pembangunan perbatasan dan poros maritim di Natuna.

“Rencananya, setelah pertemuan di KRI, Presiden akan meninjau Masjid Agung Natuna dan membagikan sembako kepada masyarakat,” kata Yuda.

Sementara Komandan KRI Imam Bonjol, Mayor Laut Ali Setiandy menyebutkan pihaknya sudah melaksanakan operasi selama lima hari di Laut Natuna dan Laut Cina Selatan. Informasinya, Presiden juga akan menenggelamkan kapal-kapal Cina yang ditangkap dalam kasus illegal fishing. ***

June 23, 2016 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: