Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Calo Tiket Berkeliaran

Musim mudik Lebaran tidak hanya masa panen bagi operator sarana transportasi publik, tapi juga saat-saat para calo memetik untung lebih. Masyarakat harus waspada dan memahami aturan.

BATAMPOS, Batam

Bak cendawan tumbuh se­le­pas hujan, begitulah keberadaan calo tiket di Bandara Internasional Hang Nadim Batam, men­jelang Lebaran. Beberapa orang dengan pakaian necis, berkeliaran di sekitar pintu keberangkatan.

Bila ada penum­pang yang terlihat bingung dan panik akibat tak keba­gian tiket, maka calo ini akan mendekatinya. Ia lantas menawari tiket ke tempat tujuan yang diinginkan penumpang tersebut.

Praktik ini sebenarnya bukanlah “barang baru” di Hang Nadim. Saat mudik Lebaran, calo-calo tiket bertebaran mengais rezeki dengan menjual tiket melebihi harga standar yang telah ditetapkan. Sesuai Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 136 Tahun 2015 mengenai Tarif Batas Atas (TBA), pelayanan kelas ekonomi, untuk rute Batam-Jakarta Rp 1.693 juta. Lalu untuk rute Batam-Medan Rp 1.4 juta, Batam-Pekanbaru Rp 830 ribu, Batam-Yogyakarta Rp 2.228 juta, Batam-Palembang Rp 1.089 juta, Batam-Surabaya Rp 2.274 juta dan Batam-Padang Rp 1.093 juta.

“Bila ada yang menjual melebihi TBA ini, laporkan ke kami,” kata Kabag Umum Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Suwarso, Minggu (26/6/2016).

Ia mengatakan, tak hanya akibat para calo saja, jika penumpang merasa rugi karena membeli tiket di luar harga seharusnya dari travel juga dapat melaporkan ke pihak bandara. “Datang saja ke kantor pengelola bandara, bila terbukti akan kami tindak,” ungkapnya.

Suwarso menuturkan, penindakan tak akan dilakukan pada agen, tapi ke maskapainya. Sesuai dengan Peraturan Menteri, bila dalam beberapa kali peringatan tak diindahkan maskapai, maka rute maskapai tersebut akan dicabut.

Suwarso mengungkapkan membeli tiket dari calo akan merugikan penumpang sendiri. Sebab biasanya tiket yang sudah dibeli calo, bukanlah menggunakan nama penumpang yang akan berangkat. Para calo sudah membeli atau membooking tiket jauh-jauh hari dengan harga standar. Tapi menjual dengan harga yang selangit. Penumpang dengan pasrah membeli tiket tersebut.

Tapi, menurut Suwarso, langkah itu sangat salah. Karena pihak bandara akan menerapkan pemeriksaan ganda. Bila penumpang nekat membeli tiket dari para calo, maka bisa dipastikan, penumpang tersebut tak akan bisa berangkat. “Karena kartu pengenalnya tak sama dengan nama yang ada di tiket,” ucap Suwarso.

“Lepas dari pengecekan pertama, ada pengecekan lagi di pintu masuk ruang tunggu,” ujarnya.

Agar tak ada penumpang yang beli tiket dari para calo, Suwarso mengungkapkan telah melakukan razia berkala, bekerjasama dengan Polsek Bandara. “Ada razia, yang akan menjaring para calo ini,” ujarnya.

Maskapai yang melayani pemudik di Hang Nadim yakni Garuda, Batik Air, Lion Air, Citilink, Sriwijaya Air, dan Nam Air. Namun, Lion Air dan Citilink menjadi maskapai paling banyak diserbu pemudik, sebab harganya yang murah dan terjangkau. Sehingga tiket mudik dua masapai ini sudah habis dibeli. Dari informasi yang didapat dari petugas Hang Nadim, tiket pesawat yang sudah habis tujuan Padang, Yogyakarta, Semarang, Bandung, dan Pekanbaru.

“Kelimanya daerah favorit mudik, warga Batam. Biasanya jauh-jauh hari sudah banyak yang memesan tiket ke daerah tersebut di dua maskapai low carrier (Citilink dan Lion Air, red),” kata Suwarso.

Ia mengatakan, untuk rute di atas, sudah tak ada lagi tersisa satu kursi penumpang di kedua maskapai murah itu. Tapi kata Suwarso, masyarakat masih bisa menggunakan maskapai lain seperti Garuda, Batik, Sriwijaya ataupun Nam Air. Sebab ke lima daerah favorit mudik itu masih ada tiket yang tersisa. Namun masyarakat harus membayar mahal. Sebab beda harga tiket maskapai low carrier dengan yang kelas bisnis cukup tinggi.

Saat ini tiket yang tersedia dari Lion Air yakni Jakarta dan Medan. Sementara itu Citilink menyisakan tiket mudik dari Batam ke Jakarta, Medan, dan Surabaya. Beberapa jasa travel melakukan beberapa strategi untuk menyiasati ludesnya tiket pesawat dua maskapai ini. Beberapa agen menawarkan tiket mudik, dengan satu kali transit. Suwarso menjelaskan, sebaiknya masyarakat lebih hati-hati membeli tiket. Bila tidak, maka akan termakan dengan strategi beberapa agen tarvel.

“Lebih cermat dalam membeli tiket,” ungkapnya.

Tiket Extra Flight

Suwarso menyarankan masyarakat mencari tiket extra flight (penambahan penerbanan). Biasanya pembukaan itu pada H-7 Lebaran. Menurut dia, hingga kini, belum ada tanda-tanda permintaan untuk extra flight.

“Sampai saat ini masih belum ada. Malah dari beberapa maskapai seperti Batik dan Garuda secara lisan meminta penambahan penerbangan,” ujarnya.

Mengenai extra flight ini, District Manager Lion Air Batam, M Zaini Bire mengatakan pihaknya tak bisa memastikan ada extra flight. Hingga Sabtu (25/6) lalu, Bire mengungkapkan belum ada arahan akan adanya penambahan penerbangan.

Hal yang senada yang diungkapkan oleh District Manager Regional Batam Citilink Hendra Js. “Belum, belum ada sampai saat ini,” katanya singkat.

Belum adanya rencana penambahan penerbangan dari dua maskapai murah tersebut, menurut Suwarso, merupakan indikasi penurunan penumpang. Dimana penumpang yang akan mudik tahun ini, tak akan sebanyak pada tahun lalu. Pada tahun lalu kenaikan penumpang dari hari biasa menyentuh angka 15 persen. “Tahun ini naiknya penumpang di kisaran delapan persen saja,” ungkap Suwarso.

Pada mudik tahun 2015, pemudik yang memadati Bandara Internasional Hang Nadim pada kisaran 11 ribu orang. Puncak mudik terjadi pada H-2 Lebaran, yakni sebanyak 11.650 orang yang keluar dari Batam. Data didapat dari pihak Bandara, mulai dari H-7 terhitung sebanyak 72 ribu manusia yang keluar dari Batam. “Namun tahun lalu itu, sebelum H-7 sudah ada juga yang mudik,” ujar Suwarso.

Bandara Internasional Hang Nadim pada tahun 2016 melayani sebanyak 58 penerbangan dalam satu harinya. Puluhan penerbangan ini 17 tujuan domestik dan satu internasional.

Siapkan 44 Armada

Persiapan mudik juga dilakukan Syahbandar Sekupang. Mereka menyiapkan sekitar 44 armada. Sebanyak 28 feri dan 26 speedboat siap melayani penumpang yang hendak mudik Lebaran.
Berbagai persiapan telah dilakukan, termasuk melakukan pengecekan terhadap kondisi kapal secara keseluruhan, hingga ketersediaan life jacket (pelampung) berdasarkan jumlah penumpang kapal.

Kepala Syahbandar Sekupang, Komarrudin, mengatakan menjelang arus mudik, pihaknya terus berkoordinasi dengan operator kapal, kapten kapal hingga syahbandar tempat tujuan.
“Apalagi cuaca sedang kurang baik, sering hujan dan disertai angin, tapi sejauh ini kita masih dalam kategori aman,” kata dia.

Diperkirakan sekitar 12 ribu lebih penumpang akan mudik melalui Pelabuhan Domestik Sekupang (PDS) dengan berbagai tujuan seperti Tanjungbalai, Selatpanjang, Dumai, Bengkalis hingga Tanjungtungkal, Jambi

Untuk mengantisipasi menumpuknya penumpang kapal yang akan berangkat, Komarrudin mengimbau kepada seluruh operator kapal untuk menjual tiket sesuai dengan jadwal.

“Berangkat jam 10.00 WIB, di tiket ditulis jam 07.00 WIB harus sudah di pelabuhan, nah ini yang membuat terjadinya penumpukan penumpang seperti tahun lalu,” terangnya.

Pihaknya telah menyurati operator untuk menyesuaikan jadwal keberangkatan pada tiket penumpang. “Biar tidak menumpuk, satu kapal belum berangkat, penumpang tujuan lain sudah datang, kita punya ruangan tunggu kan terbatas,” imbuhnya.

Saat ini PDS memiliki tiga ruang tunggu di keberangkatan, demi kenyaman penumpang, ruangan juga telah dilengkapi dengan fasilitas (AC) dan kipas angin
Berdasarkan jumlah kursi yang disediakan pihak pelabuhan. Satu ruang tunggu bisa menampung 50 penumpang

Bila dibandingkan dengan jumlah kapasitas kapal untuk satu kali berangkat yang mencapai 300 penumpamg tentunya tidak cukup. Oleh karena itu pihaknya akan membatasi jumlah penumpang yang akan masuk ke ruang tunggu pelabuhan.

Teknisnya, penumpang akan dipanggil berdasarkan nama dan waktu keberangkatan kapal. “Penumpang boleh masuk jika kapal yang akan ditumpangi sudah bersandar di dermaga,” tegas dia.

Untuk harga tiket kapal di PDS, menurutnya, tidak ada kenaikan sama sekali. Seperti tiket tujuan Tanjungbalai dijual Rp 85 ribu, Selatpanjang Rp 150 ribu, Dumai Rp 350 ribu, Bengkalis Rp 300 ribu, Buton Rp 200 ribu, Tembilahan Rp 420 ribu,.

Sementara itu, Kepala Satuan Kerja PDS, Denny Satiawan mengatakan berbagai persiapan telah dilakukan menjelang arus mudik nanti. Termasuk petugas di pelabuhan nanti, dia menyiapkan dua gate untuk penumpang.

“Satu gate ada tiga orang petugas yang bertugas untuk pengecekan tiket, jadi tidak ada antrean menjelang masuk kapal,” kata dia.

Pihaknya akan memasang tiga tenda, dan kursi untuk mengantisipasi lonjakan penumpang di pelabuhan. Setiap tahunnya lonjakan penumpang naik sekitar 10 hingga 20 persen.

“Masing-masing tenda bisa menampung hingga 200 calon penumpang kapal,” ucapnya.

Mulai tanggl 30 Juni 2016, seluruh petugas PDS mulai bekerja pukul 03.00 WIB. Karena penumpang diperkirakan sudah berada di pelabuhan sejak dini hari.

“Bahkan mereka ada yang memilih tidur di pelabuhan, agar tidak ketinggalan kapal pagi,” sebutnya.

Dinas Perhubungan Kota Batam menjamin persiapan transportasi mudik di Batam aman.

“Untuk transportasi mudik dan Lebaran sudah aman,” ujar Kepala Dishub Kota Batam, Zulhendri kepada Batampos, kemarin.

Dikatakannya, setiap tahun pihaknya yang tergabung dalam Tim Terpadu Transportasi Mudik dan Lebaran selalu mengecek kesiapan semua angkutan laut hingga udara. Bahkan, kesiapan itu sudah dilakukan oleh pengelola transportasi untuk menyambut Lebaran karena jumlah penumpang yang meningkat.

“Kita sudah mengevaluasi. Mereka juga sudah berpengalaman dan kita sudah berkoordinasi untuk persiapan mereka,” terang Zulhendri. (cr17/ska/she)

June 29, 2016 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: