Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Melihat SSTC Institute, Lembaga Pendidikan Persiapan Ujian “O” dan “A” Level Singapura (1)

Rujukan Pelajar Mancanegara, Bekal Masuk Perguruan Tinggi Ternama

Lulusan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Singapura mendapatkan prioritas lebih baik dibanding alumni kampus lain di negara itu. Tak heran, banyak yang berlomba masuk PTN di Negeri Singa. Namun, syaratnya pelajar harus mengantongi sertifikat GCE “A” Level dengan nilai bagus. Bagi pelajar Indonesia, harus menempuh kursus untuk mendapatkan sertifikat tersebut.

RATNA IRTATIK, Singapura

Suasana lobi di depan resepsionis SSTC Institute Singapura yang terletak di 9 Penang Road, 09-09 Park Mall Singapura terlihat ramai pada suatu siang di penghujung Mei 2016 lalu.
Beberapa pelajar tampak asyik duduk dan bercengkerama. Saat itu, mereka tengah menikmati waktu jeda belajar, sebelum masuk ke jam pelajaran berikutnya. Di antara para pelajar tersebut, ada sekelompok pelajar asal Batam dan Tanjungpinang.

Satu di antaranya Evi Tan Putri, pelajar asal Batam yang dulu pernah mengenyam pendidikan di salah satu sekolah swasta ternama di Batamcenter. Evi semestinya harus menyelesaikan kelas 3 SMP di sekolah itu, namun ia pilih pindah ke SSTC Institute dan mengambil program persiapan untuk ujian mendapatkan sertifikat “O” Level di Singapura.

“Karena sejak awal ada rencana ingin kuliah di Singapore Polytechnic, jadi mending ngambil persiapan “O” Level lebih awal,” kata Evi.

Meski mengaku awalnya sedikit kesulitan karena harus menyesuaikan dengan pola pembelajaran yang lebih mendalam jika dibanding pelajaran di sekolah-sekolah di Indonesia, terlebih dengan pengantar bahasa Inggris, namun Evi merasa enjoy belajar di lembaga pendidikan yang berada di pusat kota (City Campus) tersebut.

“Lama-lama bisa mengikuti kok,” ujar Evi, yang mengaku tinggal di Singapura bersama neneknya.

Tak hanya Evi, ada juga Djiesica, pelajar asal Tanjungpinang yang juga mengambil kelas persiapan untuk ujian “O” level di SSTC Institute. Ia bercerita, meninggalkan bangku kelas X salah satu SMA di Tanjungpinang karena ingin mendapatkan sertifikat ”O” Level di Negeri Singa.

“Saya rencana mau kuliah di Amerika, jadi pilih mengambil persiapan untuk dapat sertifikat Internasional saja,” kata Djiesica.

Senada dengan itu, Luz Clarita yang asal Batam dan pernah duduk di bangku kelas XI dari SMA swasta ternama lainnya di Batamcenter juga punya alasan yang sama menempuh belajar di SSTC Institute. Ia mengaku ingin mengambil sertifikat “O” Level jika nanti jadi kuliah di salah satu politeknik di Singapura.

“Tapi ada kemungkinan juga untuk mengambil “A” Level dan kuliah di universitas,” ujar dia.

Pelajar asal Indonesia yang mengambil program belajar untuk mendapatkan sertifikat “O” maupun “A” Level di Singapura memang bukan tanpa alasan. Pasalnya, lulusan SMP atau SMA di Indonesia biasanya tak bisa langsung masuk ke politeknik maupun universitas di Singapura, terlebih, universitas negeri atau universitas ternama.

Executive Director, Academic Principal/Director of Studies SSTC Institute, Emil Dereinda menjelaskan jika ingin masuk ke institusi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Singapura, maka calon mahasiswa terutama yang berasal dari luar Singapura harus mengantongi sertifikat ujian umum atau General Certificate of Education (GCE).

Seperti, Singapore-Cambridge GCE Ordinary (O) Level maupun Singapore-Cambridge GCE Advanced (A) Level. Dengan mengantongi GCE “O” Level, pelajar bisa masuk ke kampus negeri seperti politeknik. Sedangkan pelajar yang ingin masuk ke universitas negeri, harus mengantongi GCE “A” Level.

“Standar pendidikan di Singapura memang cukup tinggi. Karenanya, pelajar yang dari luar dan ingin masuk ke Singapura harus memenuhi kriteria yang diminta,” kata Emil.

Menurut dia, Pemerintah Singapura memilih bekerjasama dengan Cambridge lantaran kurikulum Cambridge dinilai memiliki standar yang tinggi dan berlaku serta diakui secara Internasional. Karena itu, para pelajar yang mendapatkan sertifikat Singapore-Cambridge GCE Ordinary (O) Level maupun Singapore-Cambridge GCE Advanced (A) Level lebih mudah diterima di kampus-kampus ternama baik di Singapura maupun di seluruh dunia.

“Mungkin itu juga yang menempatkan pendidikan di Singapura mendapatkan peringkat yang bagus di dunia,” kata pria asal Jakarta itu.

Emil mengungkap, berdasarkan hasil survei dari QS World University Rankings 2015/2016, beberapa kampus di Singapura bercokol di urutan 13 besar dunia. Seperti, kata dia, National University of Singapore (NUS) yang menempati peringkat 12 besar dunia. Sedangkan Nanyang Technologycal University (NTU) mengikuti di peringkat 13.

“Posisi itu menempatkan beberapa universitas Singapura berada dalam top level (level atas) di tingkat Asia,” katanya.

Tak hanya peringkat perguruan tingginya yang bagus, Singapura juga dikenal sebagai negara yang cukup maju dalam pengembangan sumber daya manusianya yang sudah masuk kategori tinggi.
Director, Strategy & Development SSTC Institute, Haridas Ramasamy mengatakan berdasarkan laporan pengembangan sumber daya manusia tahun 2015 lalu, Singapura menempati posisi ke-11 sebagai negara yang pengembangan sumber daya kemanusiaannya cukup tinggi ditilik dari capaian pendidikan.

“Kita negara Asia pertama setelah Eropa dan Amerika yang masuk dalam laporan tersebut, diikuti Hongkong,” kata dia.

Selain itu, sambung Haridas, Singapura juga diklaim sebagai salah satu negara di dunia yang cukup aman dan kondusif. Hal ini akan berpengaruh terhadap kenyamanan tinggal warga maupun para pelajar dari luar negeri yang mengenyam pendidikan di negara yang kini dipimpin oleh Perdana Menteri Lee Hsien Loong itu.

“Betapa aman Singapura, sehingga Anda bisa melihat di mana-mana orang pilih berjalan kaki,” katanya.

Di tempat yang sama, Regional Director SSTC Institute, Suryady mengatakan beberapa kampus negeri dan ternama di Singapura memang cukup diminati. Hal itu, kata dia, karena fasilitas, kualitas dan lulusan dari PTN di Singapura lebih diminati dan mendapatkan tempat yang bagus, ambil contoh di dunia kerja.

“Misalnya nilai Anda dan rekan Anda sama kemudian melamar di perusahaan bonafide di Singapura, tapi Anda lulusan dari kampus seperti NUS maka jenjang karir Anda bisa lebih cepat, ketimbang rekan Anda yang lulusan kampus swasta lainnya,” papar dia.

Ia kembali mencontohkan, salah seorang kenalannya yang baru lulus dari NUS dan diterima bekerja di salah satu perusahaan milik negara (BUMN) Singapura. Suryady menyebut, meski baru lulus kuliah, namun gaji yang diterima lulusan PTN Singapura itu tergolong tinggi.

“Sekitar Rp 35 juta kalau di kurs-kan ke rupiah,” sebutnya.

Karena itu, lanjut Suryady, pihak SSTC Institute berupaya menjembati pelajar asal Indonesia yang ingin mendapatkan sertifikat “O” Level maupun “A” Level untuk melanjutkan kuliah di kampus-kampus ternama di Singapura maupun di seluruh dunia melalui lembaga pendidikan yang telah mendapatkan sertifikat Edu Trust dari Pemerintah Singapura tersebut. Terlebih, SSTC Institute juga menggunakan para guru dan mentor yang telah berpengalaman, baik dari Singapura maupun luar negeri seperti Amerika dan Eropa.

“Pada prinsipnya kita juga tidak sembarangan menerima pelajar, karena kami harus menyeleksi dan memberikan rekomendasi pelajar itu diterima atau tidak,” kata dia. (bersambung)

Advertisements

June 29, 2016 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: