Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Penerimaan Siswa Baru di Batam Ricuh

Diduga Sarat Pungli, Uang Pendaftaran Masuk Rekening Kepala Sekolah

EUSEBIUS-YULITAVIA, Batam

Proses daftar ulang di sejumlah SMA Negeri di Batam diwarnai protes para orang tua calon siswa dan warga. Mereka menuding ada banyak permainan dan kepentingan dari panitia Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Di SMA Negeri 5 Batam di Sagulung, salah satunya. Sejumlah orang tua calon siswa melakukan aksi protes, Senin (27/6/2016). Bahkan aksi ini nayris berujung ricuh. Namun ketegangan di sekolah tersebut berhasil diredam setelah personil Polsek Sagulung turun ke lokasi, kemarin.

Ada beberapa persoalan yang membuat para orang tua calon siswa protes. Persoalan yang paling utama diprotes adalah proses penerimaan siswa untuk jalur reguler. Penerimaan siswa baru melalui jalur reguler yang diperuntukan bagi anak-anak bina lingkungan, kurang mampu, dan siswa berprestasi dianggap tidak adil.

Pihak sekolah dinilai memiliki kepentingan tersendiri untuk menerima siswa melalui jalur reguler itu. Pasalnya, pada daftar pengumumanan hasil PPDB terdapat 164 siswa yang diterima melalui jalur reguler. Namun pihak sekolah tak menyebutkan alamat serta alasan diterimanya ke-164 calon siswa itu.

Sebagian orang tua yang tinggal dekat lingkungan sekolah dan anaknya tidak diterima protes sebab pihak sekolah di­anggap mengalihkan jatah bina lingkungan ke orang luar.

“Kalau memang murni yang jatah reguler ini diterima untuk anak bina lingkungan, prestasi dan kurang mampu, kenapa tak dicantumkan alamat dan ke­terangan pada daftar peng­u­muman hasil PPDB itu? Kenapa cuma nama anak saja yang ditempel?” ujar Sumiati dengan nada keras.

Sumiati merupakan warga Kaveling Lama Sagulung yang jaraknya cukup dekat dengan SMA Negeri 5. Namun anaknya tak diterima di sekolah tersebut.

Suasana semakin panas setelah beberapa orang tua mengetahui ada calon siswa yang tinggalnya di daerah Aviari, diterima di SMA Negeri 5 melalui jalur bina lingkungan.

“Nah ini alasan kenapa, nilainya sama dengan anak saya, sama-sama kurang mampu, prestasi tak ada nah kenapa dia diterima dan anak saya tak diterima. Padahal anak ini tinggal di Aviari sana, anak saya yang tinggal di sini kok tak terima,” protes Handrik, orangtua siswa lainnya.

Tidak itu saja, orang tua yang anaknya diterima baik melalui jalur PPDB online ataupun jalur reguler, juga ikut protes. Mereka protes dengan persyaratan daftar ulang yang mengharuskan orang tua calon siswa mentransfer uang sebesar Rp 1.210.000 ke rekening kepala sekolah SMAN 5 Batam atas nama Karyati dengan nomor rekening 1090014879423 di bank Mandiri.

“Ini sekolah negeri apa sekolah swasta, kok uang daftar ulangnya ditransfer ke rekening pribadi kepala sekolah. Ada apa ini?” kata Jamal, salah satu orang tua siswa.

Para orangtua siswa yang diterima juga mempertanyakan besaran uang seragam yang mencapai Rp 1.130.000 yang harus dibayar oleh siswa baru.

“Katanya untuk seragam lima pasang, emang berapa harga seragam per pasangnya. Terlalu mahal kalau satu pasang sampai Rp 200 ribu lebih,” kata Jamal.

Sayangnya, pihak sekolah terkesan tak punya penjelasan yang pasti. Kepala Sekolah SMA Negeri 5, Karyati, juga tak ada di kantornya, kemarin.

Sementara Sariman, Ketua Panitia PPDB SMA Negeri 5 hanya mengatakan semua proses PPDB dan pendaftaran ulang di SMA Negeri 5 sudah sesuai prosedur.

“Kalau yang tak diterima itu persyaratan tak lengkap, jadi tidak bisa diganggu gugat lagi,” katanya.

Ditanya soal uang daftar ulang yang harus ditransfer ke nomer rekening kepala sekolah, Sariman tak bisa menjelaskan. Dia hanya menjawab itu merupakan kebijakan kepala sekolah selaku pimpinannya.

Aksi protes juga terjadi di SMA Negeri 4, Tiban Lama, Sekupang, Batam, kemarin (27/6). Puluhan ketua RT dan RW setempat mengaku tak terima karena banyak anak-anak yang tinggal di sekitar sekolah tersebut tak diterima.

“Yang diterima kebanyakan merupakan siswa luar,” kata Sunario salah seorang perangkat RT setempat, Senin (27/6).

Menurutnya, kasus seperti ini sudah sering terjadi. Dari tahun ke tahun selalu saja siswa tempatan tidak bisa bersekolah di SMA negeri 4. “Bukan soal gratisnya, tapi jarak sekolah dengan tempat tinggal juga menjadi alasan orangtua ingin menyekolahkan anaknya di sini (SMAN 4, red),” ujar pria 49 tahun ini.

Dia berharap pihak sekolah maupun Dinas Pendidikan Kota Batam bisa mendengarkan protes yang disampaikan oleh ketua RT dan RW ini. “Kami hanya mewakili suara hati orang tua (calon siswa),” kata dia.

Sementara itu Ketua Panitia PPDB SMAN 4 Batam, Faisal Amri mengatakan penerimaan siswa dilakukan secara online. Siswa yang diterima juga berdasarkan sistem yang telah ditentukan oleh Dinas Pendidikan Kota Batam.

“Kami hanya pelaksana saja,” kata Faisal.

Untuk tahun ajaran 2016/2017 ini, SMAN 4 Batam menerima sebayak 246 siswa atau tujuh kelas. Sebanyak 20 persennya diperuntukkan bagi siswa jalur bina lingkungan, siswa tidak mampu, dan siswa yang berprestasi.

Dari 246 siswa yang diterima di SMAN 4 Batam, 13 siswa merupakan siswa yang bertempat tinggal dekat lokasi sekolah atau bina lingkungan.

“Jumlah tersebut sudah sesuai dengan ketentuan, dan data domisili siswa yang kami terima,” terang Faisal.

Lanjutnya, dalam data disebutkan jumlah siswa yang berdomisili di Tibanlama berjumlah sekitar 42 orang, tadi RW menyampaikan 195, ada penambahan jumlah siswa. Oleh karena itu pihaknya meminta seluruh ketua RT/RW untuk membuat rekapan jumlah anak yang tinggal di dekat sekolah, dan diserahkan ke sekolah hari ini, Selasa (28/6).

“Selanjutnya akan kita serahkan ke Dinas Pendidikan, hasilnya kita tidak bisa menentukan,” katanya. ***

June 29, 2016 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: