Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Caping (Cupeng) Menjaga Keperawanan Anak dan Kehormatan Istri

Penutup celana dalam atau caping (Melayu) atau cupeng (Aceh) ini bukan sembarangan. Biasa dipakai putri bangsawan Cina. Penutup kemaluan wanita terbuat dari lempengan emas atau perak dan mempunyai keistimewaan.

caping 2

Contoh Caping.

Celana dalam ini ada gemboknya juga. Hal ini diterapkan orang tua bangsawan kepada anak perempuannya guna menjaga keperawan anaknya tersebut sampai pada saatnya menikah baru di buka. Atau menjaga kehormatan istri dari ”gangguan” lelaki lain ketika suaminya akan pergi jauh, atau berperang.

Caping ini dipakai dengan menggunakan jampi-jampi khusus. Perempuan yang menggunakan caping, akan lemah syahwat atau hasrat senggamanya. Begitu juga laki-laki yang berniat jahat padanya. Kemaluannya tidak akan bisa berdiri.

Di Indonesia juga ada cenama dalam berbentuk seperti ini yang terkenal dengan nama cupeng. Istilah cupeng ini dikenal di Aceh. Pada awalnya cupeng merupakan benda upacara yang dipakai anak wanita kecil. Fungsinya adalah sebagai penutup kelamin. Bentuknya seperti hati dan pemasangannya diikat dengan benang pada perut si anak. Salah satu artefak yang terkenal berbahan emas 22 karat, berukuran tinggi 6,5 sentimeter, dan lebar 5,8 cm.

Sebuah cupeng biasanya terbuat dari perak yang berbentuk hati berhiasan motif suluran bunga yang dibuat dengan teknik ditatah timbulkan. Motif tersebut dibatasi dengan garis bidang kosong lainnya yang diisi dengan motif mutiara kecil yang dibuat berbentuk simetris dan tetap menggunakan teknik yang sama dengan motif suluran bunga. Pada bagian atas cupeng terdapat pengait berbentuk bulat panjang dengan lubang pada bagian dalamnya yang berfungsi sebagai tempat untuk memasukkan tali yang akan digunakan sebagai pengikat cupeng (Museum Aceh).

Sedangkan cupeng emas umum digunakan oleh orang terpandang. Artefak tersebut penuh ukiran, pinggirannya berhiaskan motif tapak jalak, bagian tengah bermotif bunga teratai dikelilingi deretan bunga bertajuk empat helai dalam bentuk belah ketupat. Bagian tengah bunga tadi bermatakan jakut merah.

 

Menurut tradisi lama, cupeng harus dipakai oleh balita perempuan yang berusia 2 hingga 5 tahun. Atau digunakan ketika anak mulai berjalan sampai anak mulai pandai mengenakan sarung sendiri. Mereka percaya, cupeng merupakan penangkal roh jahat. Pada pemakaian pertama, benang yang dikalungkan terlebih dulu diberikan mantera atau jampi-jampi oleh seorang dukun.

Selain di Indonesia, cupeng dikenal di Semenanjung Malaysia. Di sana disebut caping. Diduga, caping diperkenalk an ke Asia Tenggara oleh pedagang-pedagang India pada masa kejayaan Kerajaan Sriwijaya, dari abad ke-7 hingga ke-12. Di Malaysia, caping sangat populer di daerah utara, selatan, dan pantai timur Malaysia. Adapun di Indonesia, cupeng banyak dipakai oleh penduduk Melayu sekitar pantai timur Sumatera, Dayak, Bugis, Makassar, dan Aceh.

Hampir serupa dengan cupeng adalah badong. Badong merupakan perhiasan untuk wanita bangsawan atau tokoh yang dihormati. Penggunaannya diletakkan di luar kain, tepat di depan alat kelamin wanita. ***

Sumber:

http://www.forumkami.net

http://heruganteng1.blogspot.co.id/2012/06/celana-dalam-wanita-bangsawan.html

June 30, 2016 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: