Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Masuk Sekolah Makin Susah

BATAM (BP) – Puluhan warga Kecamatan Batuaji dan sekitarnya mendatangi kantor Wali Kota Batam, Rabu (29/6/2016). Mereka mengadukan nasib anak-anaknya yang tidak diterima di sekolah negeri.

Seorang warga, Lina, mengaku terpaksa mengadukan masalah ini kepada Wali Kota Batam, Muhammad Rudi. Sebab dia menilai, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam tak bisa memberikan solusi.

“Kami hanya ingin anak-anak kami bersekolah. Sebab, tiga sekolah negeri yang ada di dekat rumah menolak anak kami,” terang perempuan berambut panjang ini.
Lina mengatakan, anaknya gagal masuk di tiga SMA Negeri di wilayah Batuaji.

Yakni SMAN 5, SMAN 17, dan SMAN 19. Ia mengakui, nilai anaknya tak memenuhi syarat. Namun menurut dia, anaknya bisa diterima melalui jalur bina lingkungan. Karena tempat tinggal Lina berdekatan dengan sekolah tersebut.

“Saya bukannya memaksakan anak untuk diterima di negeri, tapi untuk di swasta saya tak punya biaya, mahal. Suami saya hanya pekerja serabutan,” terang Lina.

Hal yang sama juga dikatakan Bincar. Wanita berusia 40 tahun ini berharap agar anaknya tetap masuk sekolah negeri meski hanya memiliki nilai rata-rata 4,5. Sebab, ia tak akan sanggup membiayai anak keduanya untuk bersekolah di swasta.

“Anak pertama saya sekolah di swasta dan biaya per bulannya saja sering telat dan tak mungkin anak kedua saya juga sekolah di swasta, mau bayar pakai apa. Untuk makan saja kami susah,” imbuh Bincar.

Dua jam menunggu, akhirnya Wali Kota Batam, Muhammad Rudi menemui puluhan orang tua calon siswa di lantai 5 kantor Wali Kota Batam.

“Sekarang ibu-ibu pulang dulu, besok (hari ini, red) balik lagi. Kita cari jalan keluarnya besok, jam 9 temui saya,” terang Rudi.

Rudi berharap agar kedatangan warga tersebut tidak memakai jasa calo. Ia akan mencari jalan keluar dengan mengundang Kepala Dinas Pendidikan, Muslin Bidin dan kepala sekolah di sekitar tempat tinggal warga tersebut. Namun Rudi tak bisa menjamin mereka bisa diterima.

“Silakan bawa KK (kartu keluarga) masing-masing, besok akan ada solusinya. Jangan pakai calo, karena saya tak ingin dengar ada uang-uang yang diminta untuk ini,” tegas Rudi.

Sesuai Petunjuk dan teknis Penerimaan Peserta Didik baru (PPDB) tahun ajaran 2016-2017 kuota untuk SMAN 5, SMAN 17, dan SMAN 19 Batuaji memang terbatas. Di SMAN 5 daya tampung hanya untuk 324 anak didik. Di SMAN 17 menerima 160 peserta didik dan SMAN 19 hanya mampu menampung 108 peserta didik saja.

Aksi serupa juga masih terjadi di SMAN 5, kemarin. Sejumlah warga mendesak pihak sekolah menerima anak-anak mereka melalui jalur bina lingkungan. Sebab mereka berdomisili di sekitar sekolah.

“Dari dinas (Disdik Batam, red) kita disuruh ke sekolah SMAN 5 untuk meminta solusi, namun tak juga ada solusi,” ujar Ujang, 32, warga Perumahan Griya Batuaji Asri.

Kasus serupa juga terjadi di SMAN 4 Batam. Banyak anak-anak di sekitar sekolah itu yang tak tertampung. Namun pihak SMAN 4 menambah ruang kelas baru (RKB) dari tujuh menjadi 10 kelas.

“Sehingga kami mampu menerima 453 siswa baru, Jumlah ini naik dari kuota awal yakni 252 siswa,” kata Kepala Sekolah SMAN 4 Batam, Tapi Winanti.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Batam, Ricky Indrakiri, berharap ke depan masalah bina lingkungan tidak muncul lagi. Pihaknya juga telah meminta kepada Wali Kota Batam supaya menerapkan pola wajib belajar sembilan tahun menggunakan rayonisasi.

“Yang radius terdekat sekolah itu diutamakan,” harapnya. (she/cr14/cr17)

June 30, 2016 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: