Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Melihat SSTC Institute, Lembaga Pendidikan Persiapan Ujian “O” dan “A” Level Singapura (Habis)

Ditunjang Metode Pembelajaran Digital, Variasi Program Studi Beragam

Terobosan metode belajar di SSTC Institute Singapura untuk siswa internasionalnya boleh diacungi jempol. Memanfaatkan kecanggihan teknologi digital, siswa dapat memutar kembali pembelajaran di kelas secara berulang-ulang di rumah.

RATNA IRTATIK, Singapura

Rekaman suara Eric Sotomayor, Vice Principal & Deputy Director of Studies SSTC Institute Singapura menggema di ruangan meeting room berukuran 4×5 meter. Dengan intonasi perlahan namun jelas dan nyaring, suara Eric dalam Bahasa Inggris itu terdengar tengah menjelaskan proses pembentukan awan hingga terjadinya hujan.

Di ruangan yang sama, pada dinding yang berdekatan dengan pintu masuk dan keluar, pantulan cahaya proyektor menampilkan pola gambar dan tulisan tangan yang berganti-ganti, persis mengiringi penjelasan Eric. Tulisan dan gambar itu sebenarnya juga hasil coretan tangan Eric menggunakan pensil digital (stylus) di layar komputer genggamnya. Ketika dia menjelaskan tentang penguapan air laut, coretan serupa pensil digital itu juga membentuk pola gambar air laut. Begitu seterusnya hingga penjelasan tersebut rampung.

Potongan rekaman suara dan hasil coretan pensil digital Eric itu merupakan adegan ketika dosen asal Amerika itu memeragakan aktivitas kelas Flipped Classroom yang diterapkan di SSTC Institute Singapura. Dengan metode itu, pembelajaran di kelas akan direkam, di mana suara guru berikut penjelasannya di papan tulis akan direkam dalam bentuk video sehingga siswa dapat memutar ulang rekaman tersebut di rumah masing-masing.

“Jika siswa ada kesulitan saat di kelas, mereka bisa memahami lagi (pelajaran) secara perlahan di rumah. Teknologi ini juga dikembangkan di Amerika dan beberapa kampus besar di sana,” ujar Eric, menerangkan teknologi pembelajaran yang ditunjang perangkat besutan Apple tersebut.

Menurut dia, metode pembelajaran Flipped Classroom dinilai akan sangat membantu pemahaman bagi siswa, terutama siswa yang berasal dari negara-negara yang tidak menerapkan Bahasa Inggris sebagai bahasa sehari-hari. Sehingga, kesulitan memahami penjelasan guru atau dosen dalam Bahasa Inggris di kelas dapat dipelajari ulang, misalnya sembari membuka kamus ketika mengulang lagi pembelajaran itu di rumah.

“Beberapa tahun terakhir kami terapkan metode ini, dan mereka (siswa SSTC Institute) cukup bagus responnya,” kata dia.

Di tempat yang sama, Executive Director, Academic Principal/Director of Studied SSTC Institue, Emil Dereinda mengatakan salah satu keunggulan metode Flipped Classroom yakni siswa dapat belajar dan memperdalam pembelajaran dan penguasaan teori ketika berada di rumah.

“Nah, ketika datang ke kelas siswa tinggal berinteraksi dengan guru dan melakukan diskusi,” jelas Emil.

Tak hanya metode belajar, Emil juga menjabarkan beberapa program studi unggulan yang ditawarkan kampus SSTC Institute Singapura. Ada banyak program yang bisa dipilih siswa di kampus itu. Selain kelas persiapan untuk mendapatkan sertifikat General Cambridge Examination Ordinary (O) Level dan Advanced (A) Level, SSTC juga menawarkan program kursus persiapan untuk masuk ke sekolah-sekolah negeri di Singapura. Begitu juga untuk kelas bahasa, SSTC Institue menggandeng Cambridge English Language Assesment juga menyediakan sertifikat Bahasa Inggris Umum (General English) maupun sertifikat Komunikasi Bahasa Inggris (English Communication). Bahkan, bagi yang berminat untuk masuk ke perguruan tinggi yang menuntut metode belajar aktif dengan keterampilan membuat proyek penelitian, SSTC juga menghadirkan program Certificate in Academic Study Skills.

Lebih lanjut, sambung Emil, SSTC Institute juga bekerjasama dengan kampus di Amerika dan Inggris (UK) dengan tawaran program studi untuk jenjang perguruan tinggi. Misalnya dengan Amerika, SSTC menggandeng University of Illinois Springfield (UIS) dengan tawaran program Advanced Diploma in Commerce and Liberal Arts. Mahasiswa bisa menempuh studi selama 1,5 tahun di SSTC Institute Singapura dan kemudian ditransfer selama 2 tahun di UIS. Program lainnya, bekerjasama dengan University of Salford Manchaster Inggris untuk program Bachelor of Science (Honours) in Business and Management. SSTC juga membuka program Pearson BTEC Level 3 Diploma in Business.

“Program yang kita tawarkan cukup beragam, sehingga pilihan siswa juga banyak,” kata pria asal Jakarta tersebut.

Sementara itu, Regional Director SSTC Institute, Suryady mengatakan dengan pelbagai program yang ditawarkan diklaim akan mempermudah para siswa yang akan melanjutkan studinya ke kampus-kampus ternama baik di Singapura maupun di negara lainnya. Selain itu, biaya yang akan dikeluarkan juga lebih hemat, misalnya jika dibanding dengan langsung mengirim siswa yang belum mengantongi sertifikat O maupun A Level langsung ke negara-negara seperti Amerika maupun Eropa.

Tak hanya itu, dengan tinggal di Singapura yang budayanya dinilai ak begitu berbeda jauh dengan Indonesia maupun negara Asia lainnya namun pola interaksinya sudah menggunakan Bahasa Inggris, Suryady yakin para siswa dapat beradaptasi secara perlahan-lahan. Sehingga, para siswa tidak kaget dengan perbedaan budaya yang mungkin timbul.

“Keuntungan lainnya, Singapura tidak terlalu jauh dengan Indonesia, terutama Batam sehingga orang tua bisa datang berkunjung atau anak-anak yang pulang ke sana karena jarak yang dekat,” kata dia. ***

June 30, 2016 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: