Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Ratusan Rumah Terendam Banjir di Batam

Warga Melcem Minta Dibangunkan Kanal

TIM BATAM POS, Batam

RATUSAN rumah di kawasan Melcem, Batuampar, Batam, terendam banjir, Rabu (13/7/2016) pagi. Mirisnya, banjir sepinggang orang dewasa ini hampir terjadi setiap kali hujan turun.

Banjir

Seorang warga Melcem Kecamatan Batuampar berusaha menyelamatkan barang dari air yang masuk ke dalam rumahnya, Rabu (13/7/2016). Sedikitnya puluhan rumah yang terkena banjir di daerah tersebut. F Cecep Mulyana

Eva, salah satu warga Seitering, Melcem tampak sibuk menguras air yang masuk ke dalam rumahnya. Wanita berusia sekitar 40 tahun ini mengaku air sempat mengenangi rumahnya setinggi satu meter.

melchem banjir23 image

Warga berjalan di depan rumahnya yang terkena banjir di Melcem Kecamatan Batuampar, Rabu (13/7/2016). 

“Setiap hujan pasti banjir. Ini hujan sebentar saja tinggi airnya sudah satu meter, apalagi kalau lebih lama,” kata Eva kepada wartawan, kemarin.

Melchem banjir ya (3)

Jalan di Melcem Kecamatan Batuampar tergenang air, Rabu (13/7/2016). 

Tokoh masyarakat Melcem, Rahmat menyesalkan kondisi banjir di kawasan tempat tinggalnya yang tak pernah diselesaikan oleh pemerintah. Padahal beberapa tahun lalu, Gubernur Kepri, alhmarhum M Sani berjanji akan membangun kanal untuk mengatasi banjir. Namun hingga kini, janji tersebut tak terealisasikan sehingga warga tetap merasakan banjir.

“Untuk pihak propinsi yang dulunya pernah menjanjikan pembangunan kanal agar segera menepatinya. Sebab sampai kini janji tersebut tak ditepati alasannya karena tak ada anggaran. Padahal ini salah satu janji dari pada almarhum (Sani),” terang Rahmat.

Mewakili masyarakat, ia berharap agar Gubernur Kepri Nurdin Basirun bisa menindaklanjuti janji ataupun komitmen dari alhamrhum Sani. Apalagi janji itu disampaikan di depan warga Melcem.

“Sedih rasanya melihat Melcem ini banjir terus. Ada enam RW dengan lebih dari 30 RT yang kebanjiran setiap hujan turun. Dan tingginya juga sudah sepinggang orang dewasa,” sebutnya.

Tak hanya itu, lanjut Rahmat, penyebab lain terjadinya banjir adalah beberapa titik aktifitas reklamasi di daerah tersebut. Para perusahaan atau pemilik lahan reklamasi tidak memikirkan dampak reklamasi yang dilakukan di daerah tersebut. Yang kemudian menutup tempat lalunya air hujan ke air laut dan menyebabkan banjir kian tinggi.

“Ulah dari pada investor yang melakukan reklamasi tanpa memikirkan efek untuk warga. Kita tak menghalangi investor, namun mereka tak memikirkan kita hingga menyebabkan banjir. Banjir itu juga sudah sampai setinggi perut,” terang Rahmat.

Camat Batuampar, Leo Putra mengatakan banjir sudah menjadi hal rutin yang diderita warga kawasan Melcem setiap hujan turun. Sebab, arah air hujan dari Batuampar dan sekitarnya selalu bermuara di Melcem karena kecungan daerah tersebut.

“Dari mana-mana arahnya kesini, kondisi daerah ini lembah atau cekungan,” ujar Leo.

Apalagi, lanjut Leo di daerah tersebut sudah banyak terjadi aktifitas reklamasi. Sehingga arus air hujan terhalang hingga sampai ke laut. Warga pun telah meminta agar reklamasi tidak dilakukan di tempat arus air bermuara.

“Air terhalang, sekarang masyarakat minta agar dibukalah (timbunan) sampai ke laut, biar tak banjir lagi,” jelas Leo.

Menurut dia, setiap kali Musrembang pihaknya selalu menyuarakan agar kawasan Melcem dibangun kanaliasasi untuk penangkal banjir. Yang mana prediksi kanalisasi memiliki panjang lebih dari satu kilo dari arah pasar hingga ke laut.

“Bertahun-tahun kita mengusulkan, namun belum terealisasi. Pemko setiap tahun turun namun hanya sebatas normalisasi. Jadi kita berharap agar ada anggaran yang turun dari APBDP Propinsi,” sebut Leo.

Sementara Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad enggan berkomentar mengenai banjir. “Nanti saja kita bahas,” ujar Amsakar di Kantor Pemko Batam.

Banjir Sempat Lumpuhkan Jodoh

Hujan deras yang mengguyur kota Batam sejak Rabu (13/7/2016) pagi menyebabkan sejumlah ruas jalan digenangi air. Seperti, di jalan Raja Ali Haji, Batuampar digenangi air setinggi 30 cm.

Akibatnya, jalan di lokasi ini lumpuh total dan menimbulkan kamacetan. Bahkan, jalan utama di depan Bank BCA Jodoh ini terpaksa dialihkan.

“Setiap hujan di sini selalu banjir. Penyebabnya gorong-gorong nya kecil,” ujar Andra, pemilik kios bengkel di lokasi.

Menurut Dia, selain kecil, saluran air tersebut dipenuhi sampah. Sehingga aliran air tak berjalan lancar.

“Sebelum hujan, di atas trotoar itu sudah ada sampah. Setelah hujan sampahnya masuk ke dalam gorong,” terangnya.

Dia berharap permasalahan tersebut segera di atasi Pemerintah. Dimana lokasi tersebut merupakan jalan utama di tengah pusat kota.

“Inilah cermin Batam. Kalau hujan selalu banjir,” paparnya.

Hal senada disampaikan, Aldi, seorang pengendara. Dia mengaku enggan melalui lokasi tersebut saat hujan.

“Motor saya pernah mogok. Airnya sampai setinggi betis,” tuturnya.

Menurutnya, hampir seluruh wilayah di Batam digenangi air saat hujan. Hal ini mayoritas disebabkan tak berfungsinya saluran air.

“Dari Batuaji, Sekupang sampai Nagoya tetap banjir. Lama-lama Batam ini bisa tenggelam,” keluhnya.

Hujan Hingga Sepekan

Batam masih berpotensi diguyur hujan hingga seminggu kedepan. Kepala Stasiun Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Hang Nadim Batam, Philip Mustamu melalui petugas Forecaster atau Prakirawan cuaca, Suratman menjelaskan, Kepri merupakan daerah equatorial sehingga pola hujan tiap tahun merata.

“Kepri tidak ada musim hujan dan kemarau, jadi tiap bulannya pasti berpotensi turun hujan,” ungkap Suratman kepada Batam Pos, Rabu (13/7/2016).

Meski curah hujan tidak setinggi saat bulan Juni, Desember dan Januari. “Jadi, potensi hujan dengan curah hujan ringan sampai sedang masih ada untuk seminggu kedepan di Batam,” ujar Suratman.

Tidak hanya di Batam, potensi hujan dengan intensitas ringan sampai sedang juga akan melanda Karimun, Tanjungpinang, Lingga, Natuna, Bintan dan Anambas.

Ia mengingatkan untuk aktivitas transportasi udara dan laut agar berhati-hati. Pria asal Yogyakarta ini juga membenarkan adanya penutupan Bandara Hang Nadim selama beberapa menit karena cuaca yang tidak mendukung. “Landasan terguyur hujan sehingga ada genangan air dan jarak pandang dilaporkan 150 meter, padahal jarak pandang untuk penerbangan maupun pendaratan minimal 1.500 meter,” terangnya.

Sementara itu untuk tranportasi laut di perairan Natuna dan Anambas juga diimbau untuk waspada karena gelombang tinggi dan arus cukup kencang. (she/opi/cr16)

July 14, 2016 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: