Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Orang Tua Terbebani Uang Buku

Sekolah Juga Jual Alat Tulis

Hari pertama masuk sekolah ternyata tidak sepenuhnya membuat orang tua gembira. Banyak orang tua yang mengeluh. Terbebani karena mahalnya uang buku yang harus dibeli dari pihak sekolah.

T.Marbun, warga Kavling Baru terpaksa harus meminjam uang dari tetangganya untuk bayar uang buku anaknya yang baru masuk di SD 020 Sagulung. Sekolah mematok harga pembelian buku Rp 454 ribu untuk yang beragama muslim dan Rp 412 ribu untuk yang beragama Kristen.

“Kita senang anak kita bisa masuk sekolah negeri. Tetapi ternyata mahal juga. Untuk uang buku saja sampai Rp 412 ribu,” katanya Senin (18/7/2016).

Dalam kwitansi dari sekolah tertera beberapa jenis buku yang harus dibeli yakni buku paket tema 1,2,3 dan 4. Kemudian buku LKS tema 1,2,3 dan 4. Buku Paket dan LKS PAI untuk yang beragama Islam dan buku paket PAK untuk yang beragama Kristen. Kemudian buku paket Bahasa Inggris, dan buku LKS PJOK.

“Bukan hanya buku, alat tulis, map raport dan foto siswa juga termasuk di sana. Padahal menurut kita alat tulis ini seharusnya tidak menjadi keharusan bagi siswa,” katanya.

Waldi, orang tua siswa lainnya mengaku sangat terbebani dengan mahalnya uang buku tersebut. Padahal sebelumnya orang tua siswa sudah harus membayar uang seragam sebesar Rp 600 ribu.

“Jadi untuk masuk SD saja harus kita siapkan uang minimal Rp 1 juta. Ini sangat mahal. Kalau harapan kita sebagai orang tua, buku itu kalau bisa difotokopi. Dan jangan menjadi keharusan orang tua untuk membeli,” katanya.

Apalagi, ada alat tulis termasuk di dalam item yang harus dibayarkan orang tua siswa. “Mau berapa pun itu alat tulis, harusnya itu bisa disiapkan sekolah. Saya harus pinjam uang ke saudara untuk bisa bayar ini,” katanya.

Uang Komite Gratis, Rudi Jamin Tak Adanya Punggutan

Mulai tahun ajaran baru uang komite di seluruh SMA/SMK tak lagi dipungut alias gratis. Pemko Batam akan memberikan sanksi tegas kepada kepala sekolah yang tetap melakukan punggutan.

Wali Kota Batam Muhammad Rudi, memastikan iuran uang komite di seluruh sekolah mulai SD hingga SMA gratis tahun ini. Tak ada lagi alasan sekolah yang meminta uang komite kepada siswanya.

“Saya jamin gratis. Kalau ada yang minta, maka saya kirim kepala sekolah ke pulau, bahkan tak ada jabatan,” terang Rudi di Kantor Walikota Batam, kemarin.

Para orang tua tak usah risau tentang uang komite yang harus dibayarkan lagi. Dan ia meminta para orang tua segera melapor kedirinya, jika masih ada permintaan uang komite oleh sekolah.

“Kita jalankan apa yang diarahkan pimpinan, bisa nanti laporkan ke kami kalau masih ada pungutan. Saya sudah wanti-wanti sekolah, jadi silahkan lapor jika memang masih ada punggutan,” tegas Rudi.

Menurut dia, permasalahan uang komite telah dibicarakan Rudi dengan Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Muslim Bidin. Yang mana, Muslim Bidin saat itu mengaku siap memberi sanksi kepada sekolah negeri terkait, jika kedapatan melakukan punggutan komite.

“Sudah kita bicarakan semua. Bahkan masalah honorer guru,” sebut Rudi.

Terpisah, Kepala Disdik Kota Batam, Muslim Bidin mengaku siap mengawasi sekolah agar tidak melakukan punggutan ke siswanya.

“Jadi tak ada punggutan apapun. Sekolah gratis, kecuali untuk uang baju,” sebut Musli,

Selain itu, Muslim juga menjelaskan saat ini jumlah guru honorer di SMA/SMK lebih 600 orang. Rata-rata guru tersebut digaji sesuai Upah Minimum Kota (UMK) Batam.

“Anggaran untuk guru setiap tahunnya, berkisar Rp 7 miliar,” ujar Muslim.

Menurut dia, karena tak adanya uang komite, maka anggaran untuk membayar gaji para guru akan diajukan ke DPRD Batam di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBDP) . Anggaran tersebut diharapkan dapat menutup sementara, sebelum diambil alih Pemerintah Propinsi Kepri.

“Sampai akhir tahun masih ditanggung, penyerahan sekolah SLTA nanti Oktober,” pungkas Muslim.

Disdik Belum Berencana Tambah Sekolah

Dinas Pendidikan Kota Batam belum berencana untuk membangun sekolah baru dalam waktu dekat ini, hal ini dilakukan mengingat minat orangtua untuk memasukkan putra-putri mereka sangat tinggi.

“Kalau kita terus bangun, nanti sekolah swasta bisa mati, itulah yang jadi bahan pertimbangan kami,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Muslim Bidin, Jumat (15/7).

Saat ini saja lanjutnya, jumlah siswa yang mendaftar ke SDN mencapai 11.800 sisa sedangkan yang diterima hanya sembilan ribu siswa, untuk SMPN pendaftar mencapai 10 ribu siswa yang diterima tujuh ribu siswa, begitu juga dengan SMA/KN sebanyak 7 ribu pendaftar yang lolos seleksi hanya lima ribu siswa.

“Secara keseluruhan hampir 22 ribu siswa yang masuk ke sekolah negeri tahun ini,” ujarnya.

Diakuinya, karena tingginya minat orangtua, beberapa sekolah bahkan ada yang harus menambah ruang kelas untuk menampung siswa, seperti yang terjadi di SMAN 4 Batam.

“Mereka menggunakan labor untuk belajar,” terang dia.

Lanjutnya, dengan adanya penambahan ruang kelas, otomatis akan ada penambahan guru baru. Saat ini saja sudah ada sekitar 3 ribu guru honor dari SD hingga SMA yang terdaftar di Disdik.

“Tambah guru, bearti APBD lagi,” sebutnya.

Selain itu, kata Muslim sekolah juga bisa menaikkan rasio siswa perkelas dari 36 menjadi 45 siswa, untuk mensiasati daya tampung setiap sekolah.

“Kalau standarnya hanya 32 siswa, kita maksimalkan ” tukas pria kelahiran Rempang, Galang ini.

Hari Pertama Masuk Sekolah, Siswa SMAN 5 Batam Latih Baris Berbaris

Hari pertama masuk sekolah, siswa baru sekolah menengah atas negeri (SMAN) 5 Batam di Sagulung mendapat latihan baris berbaris (PBB) dari anggota Yonif Marinir 10 Satria Bhumi Yudha (SBY), Senin (18/7) pagi. Latihan PBB dari anggota Marinir merupakan rangkaian kegiatan pengenalan lingkungan sekolah (PLS) yang digelar oleh pihak sekolah.

Pantauan di lapangan, ratusan siswa baru tampak antusias dengan latihan PBB tersebut. Mereka tampak semangat meskipun masih mengenakan seragam putih biru. “Jarang ikut latihan seperti ini, jadi bagus juga biar tahu tata cara baris berbaris saat sekolah nanti,” kata Irfan salah satu siswa baru.

Hari pertama masuk sekolah itu, SMAN 5 terpantau berjalan lancar adanya. Menurut kepala SMAN 5 Karyati, latihan PBB ini merupakan rangkaian kegiatan pertama PLS yang rencananya akan digelar selama empat hari kedepannya. “PLS rencananya empat hari dengan mengundang beberapa instansi lain untuk memberikan pelatihan terhadap anak sekolah dan kebetulan hari pertama ini dari Marinir untuk latihan PBB,” kata Karyati.

Hari-hari selanjutnya akan dilanjutkan dengan materi lain dengan mengundang instansi terkait untuk memberikan latihan dan pembinaan kepada siswa yang baru masuk.
Sementara komandan Yonif 10 Marinir, letkol Infantri Anjas Wijaksono melalui Letnan Satu Marinir M. Rasyd yang hadir di SMAN 5 Sagulung membenarkan adanya agenda latihan baris berbaris dari pihaknya untuk siswa baru SMAN 5 Batam. “Kami di undang oleh SMAN 5 Sagulung, untuk memberikan materi pelatihan dasar baris berbaris di Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMAN 5 Sagulung,” kata Rasyd.

Dia menjelaskan untuk memberikan pelatihan dasar terhadap PPDB di SMAN 5 Sagulung, Yonif marinir mengirimkan sebanyak delapan orang anggotanya.”Anggota kita ada sebanyak delapan orang untuk memberikan pelatihan terhadap siswa baru,” terang Rasyd.  (ian/she/ecr17/eja)

 

July 19, 2016 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: