Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Rudi Soroti Kinerja Disduk Batam

Sarat Pungli dan Calo

YASHINTA, Batam 

Kinerja satuan kepala perangkat daerah (SKPD) Kota Batam tengah menjadi penilaian Wali Kota dan Wakilnya. Beberapa kinerja SKPD dinilai buruk memberi pelayanan kepada masyarakat.

Kemarin saat apel pagi di Dataran Engku Putri , Wali Kota Batam Muhammad Rudi menyampaikan rasa kecewanya terhadap kinerja Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil). Dinas ini dinilai tak mampu memberi pelayanan maksimal kepada masyarakat.

“Kami sudah meluncurkan KTP yang katanya sekian hari selesai. Tapi hari ini sudah bermasalah kembali, ” kata Rudi di depan ratusan pegawai yang hadir, Senin (18/7/2016).

Secara langsung Rudi juga menyoroti kinerja Kadisduk (Mardanis) yang buruk. Mardanis dinilai tak bekerja karena membiarkan pungutan liar (Pungli) dan membiarkan calo berkeliaran di kantor Disduk. Apalagi KTP warga tak akan selesai jika tak dibayar. Bahkan ia sudah mengantongi nama-nama pegawai yang kerap melakukan pungli. Namun ia enggan menyebutkan nama-nama tersebut.

“Banyak laporan, kalau tidak dibayar KTP itu tak akan selesai. Banyak pungli disana. Nama-namanya sudah saya ada sama saya,” sebut Rudi.

Pungli yang dilakukan oknum Disduk dinilai merusak citra pemerintah dan merusak sistem yang telah dibuat. Karena itu, ia mewanti-wanti Mardanis serta pegawai yang ada di Disduk untuk tidak main-main dalam bekerja. Terutama dalam memberi pelayanan kepada masyarakat.

“Jangan berfikir saya tidak tahu. Dari dulu saya sudah titipkan kalau ada perintah yang tidak benar jangan dilaksanakan, tapi ini dilaksanakan juga. Maka kedepannya saya tidak segan-segan menonjobkan ibu dan bapak,” jelas Rudi.

Kedepannya, lanjut Rudi, ia akan mengambil alih tugas Kadisduk untuk mengontrol pembuatan KTP baru. Registrasi KTP baru harus melalui Walikota Batam. Langkah itu diambil lantaran Kepercayaan Wali Kota dengan Kadisduk Batam, Mardanis sudah pudar. Sebab apa yang diinginkan selama ini tak sejalan dengan yang ada.

“Mulai hari ini (kemarin) registrer KTP baru harus melalui saya. Baik yang masuk maupun yang lainnya. Tidak boleh lagi diberikan ke Kadisduknya. Saya yang akan kontrol sendiri, kepercayaan yang diberikan sepertinya tidak jalan,” ungkap Rudi.

Tak hanya itu, Rudi juga meminta agar Disduk bisa mengontrol pembuatan KTP pendatang baru di Batam. Sebab diyakini, jumlah penduduk Batam akan bertambah seiring banyaknya yang mencari kerja ke Batam.

“Ini bukan masalah pendatang warga negara kita. Tapi bagaimana menyikapi pertumbuhan penduduk Batam. Jadi saya harap pembuatan KTP dikontrol, jangan langsung memberi KTP bagi yang pendatang baru, kecuali yang sudah ada kerja,” sebutnya.

Dikatakan Rudi, jumlah penduduk yang sudah ada saja sudah menjadi permasalahan bagi Kota Batam karena banyaknya yang menganggur. Apalagi kedatangan warga luar Batam yang baru, yang juga untuk mencari kerja.

“Maka ini akan menjadi masalah besar,” kata dia.

Sementara Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad akan menempatkan petugas di lantai V Kantor Wali Kota Batam, sebagai perpanjangan tangan Disduk ke Walikota Batam.

“Kita akan menempatkan langsung satu orang di lantai V untuk mengkoordinasikan. Kita dapat informasi, Disduk mulai nakal lagi,” kata Amsakar.

Menurut dia, pungutan pengurusan KTP mebuat rentan penertiban KTP bagi pendatang baru sehingga butuh kontrol untuk mencegah itu.

“Jangan sampai lagi ada permainan-permainan seperti itu. Kita ingin pemerintah yang bagus dan bersih,” pungkas Amsakar. ***

Advertisements

July 22, 2016 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: