Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Amsakar Ancam Pecat Kepala Sekolah

Sekolah Harus Ikuti Aturan

BATAM KOTA (BP) – Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad mengancam memecat kepala sekolah yang tetap nekat menjual lembar kerja siswa (LKS). Apalagi, intruksi dari Mendiknas tentang larangan menjual LKS sudah beberapa waktu lalu disampaikan.

“Kalau sekolah tetap jual, kita berhentikan kepala sekolah tersebut. Soalnya sudah dilarang,” kata Amsakar di Gedung Graha Kepri, Jumat (22/7/2016).

Larangan menjual LKS telah dibicarakan dengan Kepala Dinas Pendidikan Pendidikan Kota Batam, Muslim Bidin. Pihaknya akan menindak tegas oknum yang masih memperjual belikan LKS.

“Datanya sudah ada di WA (WhatsApp) saya. Habis Jum’at saya akan keliling untuk mencari informasi terkait laporan warga,” terang Amsakar.

Usai salat Jumat, Amsakar pun langsung menyidak SD Negeri 006, Batamkota. Para guru yang ada di sekolah tersebut tampak kelabakan. Lucunya, para guru tak mengenali Amsakar Achmad sebagai Wakil Walikota Batam.

“Saya datang ke sini sengaja dengan tampilan beda untuk tidak dikenali. Dan Alhamdulillah saya tak dikenali. Mereka tanya saya siapa, saya jawab LSM. Saya kenalkan diri dulu, baru mereka tahu,” terang Amsakar usai berkomunikasi dengan pihak sekolah.

Dari sidak tersebut, Amsakar mendapati sekolah tersebut telah menjual buku kepada siswa-siswa dengan harga yang mahal. Bahkan, pembayaran LKS tak bisa diangsur. Namun penjelasan lebih lengkap tak ia dapati, karena Rohana, Kepala Sekolah tak ada di tempat.

“Buku LKS yang mereka jual relatif mahal. Bapak yang mendistrubusikan buku itu mengaku mengambil untung Rp 2000 per buku,” ujar Amsakar.

Uniknya, lanjut Amsakar, LKS itu didistribusikan oleh penjaga sekolah. Para guru pun mengaku tak tahu larangan yang dikeluarkan Mendiknas. Sehingga mereka tetap menjual LKS yang telah disediakan sekolah untuk para siswa.

“Saya juga tak tahu kenapa penjaga sekolah yang mendistribusikan LKS, sebab kepala sekolahnya tak ada di tempat. Sementara, para guru mengaku tidak tahu tentang larangan tersebut. Alasannya sibuk dengan proses belajar mengajar,” jelas Amsakar.

Dalam kesempatan itu, Amsakar meminta agar para guru menyampaikan pesannya kepada kepala sekolah. Yang mana, meminta agat sekolah menarik LKS yang telah dibagi kepada siswa.

“Kalau LKSnya masih baru dan belum cacat, balikan saja. Namun jika cacat dan sudah dipakai, tergantung kesepakatan sekolah dan orang tua. Kalau orang tua rela, ya sudah dilanjut. Tapi kalau tidak, tergantung kesepakatan,” terang Amsakar.

Pada intinya, lanjut Amsakar, sekolah harus mengikuti kebijakan yang telah dibuat pemerintah pusat. Sehingga kedepannya tak ada lagi LKS yang dijual kepada siswa dan membebani para orang tua.

“Pada prinsipnya kebijakan yang dibuat negara dan daerah harus diketahui masyarakat. Hal itu harus wajib diikuti karena sudah punya dasar hukum,” pungkas Amsakar.

Zaitun, salah satu guru di SD 006 Batamkota mengaku tak tahu tentang larangan penjualan LKS. Namun, dirinya akan menyampaikan pesan Wakil Walikota Batam kepada Kepala Sekolah.

“Saya tak tahu, namun nanti saya sampaikan kepada Kepala Sekolah,” ujarnya.

Sementara itu, beberapa siswa kelas VI SD di sekolah tersebut mengaku LKS itu baru dibagikan Kamis (21/8) kemarin. Untuk memiliki belasan buku LKS tersebut, orangtuanya harus membayar Rp 470 ribu.

“Wajib beli. Bayar Rp 470 ribu hari Kamis kemarin. Bayar dulu baru buku dikasih,” pungkas anak itu dengan polos. (she)

July 25, 2016 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: