Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Karena Rini Menolak Diganti

Reshuffle Kabinet, Sembilan Nama Baru Masuk

JAKARTA (BP) – Setelah beberapa kali tertunda, Presiden Joko Widodo akhirnya merombak jajaran kabinetnya untuk kali kedua. Dia mengeluarkan delapan menterinya dan merotasi empat menteri lainnya plus satu kepala lembaga.

Kini, kinerja 12 menteri dan satu kepala lembaga itu harus dibuktikan kepada masyarakat. Apakah bakal efektif atau justru stagnan bahkan menurun.

Sejak pagi, istana dilanda kesibukan. Dalam agenda resmi yang diumumkan kepada media, Presiden hanya punya dua acara. Yakni, menerima courtesy call Asosiasi Jepang-Indonesia (JAPINDA) pukul 09.00 dan sidang ka­binet paripurna yang membahas dua topik.

Arahan presiden dan pembahasan pagu anggaran RAPBN 2017.

Sekitar pukul 10.00, halaman belakang Istana Merdeka mulai ditata. Panggung kecil berwarna merah dipasang di halaman belakang untuk tempat meletakkan kamera. Sementara, di beranda belakang Istana Merdeka ditata sejumlah kursi untuk tempat duduk menteri baru. Tidak lupa, podium untuk presiden. Hampir bersamaan, ruangan utama Istana Negara juga ditata.

Barulah menjelang pukul 11.00, wartawan diminta menuju halaman belakang Istana Merdeka. Pukul 11.14, Presiden Jokowi muncul bersama Wapres Jusuf Kalla, Mensesneg Pratikno, dan Seskab Pramono Anung. Saat itulah, baru diumumkan secara resmi bahwa Presiden mengganti sejumlah pembantunya.

Menurut Jokowi, saat ini tantangan kerja terus mengalami perubahan. Dibutuhkan kecepatan dalam bertindak dan memutuskan sesuatu.

’’Saya selalu ingin berusaha maksimal agar kabinet kerja bisa bekerja lebih cepat dan efektif, dalam tim yang solid dan saling mendukung,’’ ucapnya, Rabu (26/7/2016).

Itulah yang menjadi dasar dia untuk merombak jajarannya. Dia lalu memanggil satu persatu menterinya. Dimulai dari Sri Mulyani yang diplot menjadi menkeu.

Komposisi kabinet Kerja kali ini lebih banyak berisi kalangan non partai. Ada 20 menteri atau 57 persen berlatar belakang non parpol di kabinet kerja. Selebihnya, 15 menteri dibagi-bagikan kepada PDIP (5), PKB (3), Nasdem (2), Golkar (2), Hanura (1), PPP (1), dan PAN (1).

Selain itu, kekuatan pemerintah kini makin besar terhadap oposisi. Bila menggunakan tolok ukur dukungan di parlemen, kekuatan pemerintah kini menjadi 68,8 persen atau lebih dari dua pertiga. Terutama dengan masuknya Golkar dan PAN ke dalam struktur pemerintahan.

Salah satu tokoh sentral dalam tarik ulur reshuffle adalah Menteri BUMN Rini Soemarno. Keengganannya digeser ke Kantor Staf Presiden (KSP), membuat skenario reshuffle berubah dalam beberapa hari terakhir.

Menurut informasi, awalnya Rini memang diplot sebagai kepala KSP menggantikan Teten Masduki. Lalu, Teten digeser menjadi menteri desa atau menteri agraria. Prosesnya pun sudah berjalan. Bahkan, sejak pekan lalu, Teten dikabarkan terus berdiskusi dengan internal KSP“ terkait program-program pengembangan desa dan pemanfaatan dana desa.

Namun, skenario itu batal terlaksana. Rini enggan digeser. Demikian pula Jokowi yang akhirnya enggan tunduk pada tekanan banyak parpol yang meminta Rini diganti. Sehingga, efek domino rotasi menteri pun berubah. Rini tetap bertahan sebagai menteri BUMN, sehingga Teten juga tetap di posisi kepala KSP. Pos menteri desa yang jadi rebutan banyak parpol, akhirnya tetap diserahkan pada PKB.

Bertahannya Rini di pos menteri BUMN, kabarnya membuat PDIP geram. Sebab, selama ini petinggi-petinggi PDIP lah yang paling getol mendorong reshuffle Rini. Karena itu, PDIP lantas memainkan posisi tawarnya. Kader PDIP, Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga, yang“ sebelumnya hendak di-reshuffle karena kinerjanya kurang optimal dan sempat dipanggil untuk evaluasi di Istana, akhirnya juga batal di-reshuffle.

Para menteri tersebut dilantik pukul 13.30 di Istana Negara. Pelantikan berlangsung singkat, hanya pengambilan sumpah jabatan. Presiden juga tidak memberikan pengarahan saat melantik. Barulah pada saat sidang kabinet paripurna pukul 15.00, para menteri baru itu ’diospek’.

’’Mungkin untuk yang baru, perlu saya sampaikan tidak ada visi misi menteri. Yang ada, visi misi presiden dan wapres,’’ ujar Jokowi mengawali arahannya.

Semua kementerian harus segaris dengan visi dan misi yang telah ditetapkan presiden dan wapres.

Jokowi meminta para menterinya bekerja lebih cepat dan efektif. Dia mengingatkan, pekerjaan yang diemban para menteri merupakan kerja tim, sehingga antar kementerian harus saling mendukung.

’’Tidak ada lagi yang saling menyalahkan,’’ tegas mantan wali kota Solo itu. Pernyataan tersebut seolah menyindir Sudirman Said dan Rizal Ramli yang acapkali berseberangan.

Presiden juga mengingatkan menteri, kebijakan yang berdampak luas harus dibicarakan di forum rapat terbatas atau paripurna, setelah sebelumnya diiskusikan di tingkat menko.

’’Jangan sampai ada hal yang berkaitan dnegan rakyat, langsung dikeluarkan peraturan menteri atau surat edaran,’’ lanjutnya. (byu/owi/lum/wan/jun/bil/jpgrup)

July 28, 2016 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: