Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Sungai Carang Bakal Mandi Cahaya

Menyongsong Festival Bahari Kepri (3-Habis)

Tiga abad silam, Sungai Carang dan Hulu Riau, adalah pusat dagang dan kejayaan Melayu. Istana-istana megah berdiri di sana seperti Pangkalanrama yang terbuat dari batu karang.

SOCRATES, Batam

Raja Haji Yang Dipertuan Muda Riau IV juga membangun istana dengan sebuah balairung berdidinding cermin di Pulau Biram Dewa. Istana itu dikelilingi pagar tembok dari batu karang ditumbuk yang kemudian ditatah dengan pinggan dan piring serta berhiaskan bocong pada bagian atasnya. Pulau Biram Dewa masyhur dengan sebutan Kota Piring.

socrates-selasa-23-april-2013-suprizal-tanjung-8 image

Socrates di Graha Pena, Batam Kota, Batam, Selasa (23/4/2013). F Suprizal Tanjung

Festival Sungai Carang yang sudah diselenggarakan dua kali, adalah sebagai upaya mengenang sejarah Sungai Carang bagi Riau dan Kepulauan Riau, agar dunia mengingat kebesaran Tamadun Melayu. Festival Sungai Carang 2014 pertama kali digelar bertepatan dengan hari jadi Kota Tanjungpinang ke 230. Festival ini dikemas dengan warna dan tradisi Melayu Kepulauan Riau.

Kenangan akan peran Sungai Carang ini, akan terus hidup dalam festival tahunan memperingati hari jadi Kota Tanjungpinang, sehingga Sungai Carang menjadi pusat kegiatan aset sejarah, budaya dan pariwisata. Ini sejalan dengan visi misi Kepulauan Riau sebagai Bunda Tanah Melayu. Kali ini, festival tersebut dijadikan rangkaian kegiatan Festival Bahari Kepri sebagai bagian dari Sail Selat Karimata 2016.

Ini memberi pesan pada masyarakat terutama generasi muda, bahwa Sungai Carang adalah aset sejarah, ekonomi dan wisata yang sangat potensial. Sungai Carang mestinya menjadi beranda depan dan bukan bagian belakang Kota Tanjungpinang. Dengan demikian, Sungai Carang bakal jadi andalan wisata alam kota Gurindam.

Beberapa sungai sangat populer di mata wisatawan karena peran vitalnya dalam kehidupan warga sekitar. Seperti Sungai Musi di Palembang, Sungai Kapuas di Pontianak, Sungai Bengawan Solo dan Sungai Barito di Banjarmasin.Di sungai-sungai besar macam itu, ada banyak hal bisa dinikmati wisatawan karena masyarakatnya dibentuk oleh sungai.

Di luar negeri, sungai pun jadi objek wisata yang dicari wisatawan. Orang bisa berperahu, melihat aneka situs bersejarah, berwisata kuliner dan lain-lain. Misalnya, Sungai Nil, Yellow River atau Yangtze di China dan Missisippi di AS. Salah satu daya tarik Eropa juga adalah sungai-sungai yang cantik menawan. Ada Sungai Volga di Rusia, Sungai Loire di Prancis, Sungai Danube dan Rhine yang lintas negara-negara Eropa Barat.

Mimpi menjadikan Sungai Carang menjadi ikon wisata, sejara dan budaya serta kuliner di Tanjungpinang, dimulai dengan Festival Sungai Carang dan dikukuhkan dengan Festival Bahari Kepri. Inilah saatnya, menjadikan Sungai Carang sebagai beranda depan dan menjadi objek wisata menarik pelancong seluruh dunia.

Kepala Dinas Pariwisata Pemprov Kepri Guntur Sakti, memaparkan rencana rangkaian acara Festival Bahari Kepri dari 20 Oktober sampai 30 Oktober 2016. Diawali dengan Eco Heroes, bersama-sama melawan sampah di laut, lalu digelar lomba perahu naga atau Tanjungpinang Dragon Boat Race selama tiga hari.

Setelah itu, acara Wonderful Sailing Indonesia yakni 100 yahct akan menyusuri laut Batam dan Bintan dan berlabuh di Tanjungpinang memeriahkan acara puncak Festival Bahari Kepri. Acara ini diiringi oleh Wonderful Kepri Expo, yakni pameran maritim, pameran foto jejak kejayaan Melayu dan pesta kuliner yang dipusatkan di lapangan Dewa Ruci, Tanjungpinang.

Panggung penyair akan menyemarakkan Festival Bahari Kepri. Tiga orang penyair kawakan Kepri, Rida K Liamsi, Husnizar Hood dan Teja Alhab akan tampil menggelorakan semangat bahari melalui puisi. Acara bertajuk Sound from Motherland of Malay berupa parade tarian dan seni budaya Melayu jadi rangkaian festival ini. Selain itu, juga digelar seminar wisata bahari di Tanjungpinang.

‘’Beberapa rangkaian acara Festival Sungai Carang seperti membaca Gurindam XII dan Festival drumband akan mengisi acara Festival Bahari Kepri,’’ kata Guntur Sakti.

Saat matahari terbenam, sunset Pulau Penyengat sangat menawan. Sehingga parade kapal hias yang sebelumnya diselenggarakan siang hari, kali ini digelar malam hari.

‘’Saat matahari senja turun, diiringi orkestra senja, seperti gagasan Bapak Rida K Liamsi. Saat malam tiba, sekitar 100 kapal hias akan berlayar dari pelabuhan Batu 6 menuju muara Sungai Carang dan berputar melewati Pulau Penyengat. Ribuan lentera juga akan diterbangkan pada malam itu sehingga Sungai Carang akan menjelma menjadi Sungai Cahaya,’’ papar Guntur Sakti.

Saat bersamaan, ribuan lentera akan diterbangkan ke langit Tanjungpinang. Sejumlah acara pendukung seperti terjun payung dan paramotor, direncanakan akan menyemarakkan acara puncak ini. Atraksi terjun payung akan dipersembahkan TNI Angkatan Laut dan Flying Pass oleh TNI Angkatan Udara.

penupan Festival Bahari Kepri, akan disemarakkan dengan aneka permainan rakyat seperti lomba Jong, lomba sampan layar, festival layang-layang, lomba renang Penyengat-Tanjungpinang, lomba panjat pinang, lomba gasing dan berbagai permainan lainnya.

Lalu, apa yang diharapkan Kepri dalam perhelatan selama sepuluh hari itu?

‘’Kami harus bekerja keras menyiapkan road map seluruh kabupaten dan kota di Kepri sebagai gerbang wisata bahari Indonesia,’’ kata Guntur Sakti.

Bersempena dengan acara ini, juga bakal diresmikan tiga proyek di Kepri seperti Pelabuhan Internasional Berakit, peresmian jembatan I Pulau Dompak serta peresmian gedung Information Tourist Centre (ITC) atau Gedung Gonggong, Tanjungpinang. Kegiatan ini, diharapkan jadi momentum menjadikan Kepri sebagai pintu gerbang wisata bahari Indonesia. ***

August 3, 2016 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: