Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Arcandra Tahar: Yang Terjadi Bukan Cobaan, Tapi Takdir Allah

Berceramah di Masjid Al Azhar Kebayoran Baru Jakarta Selatan

Presiden Joko Widodo memberhentikan secara hormat Dr. Archandra Tahar, M.Sc., Ph.D dari kursi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada Senin, 15 Agustus 2016 malam.

archandra tahar

Dr. Archandra Tahar, M.Sc., Ph.D

Sehari setelah diberhentikan yaitu Selasa (17/8/2016), Arcandra Tahar terlihat memberikan ceramah di Masjid Al Azhar Kebayoran Baru di Jakarta Selatan. Kehadiran Arcandra ini atas undangan dari Forum Minang Maimbau, perkumpulan kaum muda dari suku Minang, Sumatera Barat.

Adalah mantan Menteri Perindustrian RI, Fahmi Idris selaku pengurus Masjid Al Azhar Kebayoran Baru di Jakarta Selatan yang memperkenalkan dan memintanya memberikan ceramah ke jamaah. Fahmi yang juga Tokoh Minang itu mengatakan, Arcandra memberikan ceramahnya usai salat Zuhur.

Memberikan tausiyah bisa jadi bukan perkara sulit bagi Archandra. Sebab, sosok yang dikenal cerdas di bidang offshore engineering itu merupakan guru ngaji Amerika Serikat. Itulah kenapa, dia sangat fasih dalam membaca ayat suci Al Quran. Apa yang dia sampaikan juga mengutip banyak ayat.

Mengenakan kemeja batik lengan panjang dengan corak krem dan biru, Arcandra mengambil posisi di atas mimbar yang dikerumuni jamaah masjid. Arcandra pembuka ceramahnya tentang apa yang menimpanya saat ini. Ia menyebut semua yang terjadi bukan sebagai cobaan tapi sudah bagian dari takdir Allah SWT. Bahasan yang dia sampaikan siang itu adalah menjadi umat terbaik yang selalu berpegang pada Allah. Dia memberikan contoh soal kisah perjalanan karirnya yang singkat. Semuanya sudah digariskan oleh Allah. Katanya, apa yang terjadi pada dirinya merupakan bukti dari kun fayakun atau jadilah.

’’The best planner itu Allah. Manusia hanya bisa berencana,’’ ucapnya.

’’Tiga minggu yang lalu, saya sendiri tidak tahu akan menjadi menteri. Lalu, kemarin akhirnya saya tidak jadi menteri lagi,’’ ujarnya.

Arcandra yang fasih dalam mengartikan ayat suci, termasuk membedah akar katanya mengatakan bahwa umat terbaik adalah yang melakukan amar maruf nahi mungkar. Yakni, menganjurkan hal-hal yang baik dan mencegah yang buruk.

’’Apakah umat terbaik itu saat di posisi menteri? Tidak,’’ katanya.

Dia juga mengatakan, ada yang tanya bagimana rasanya setelah tidak menjadi menteri. Lulusan master dan doktor dari universitas di AS itu menyebut sama saja. Sebab, masih makan nasi, tetap orang Indonesia keturunan Padang.

’’Saya masih manusia biasa,’’ tuturnya.

Usai memberikan tausiyah, sempat ada dialog dengan jamaah yang menanyakan soal pemberhentiannya. Arcandra tidak mau menjawab itu. Dia malah meminta maaf kalau ada yang salah darinya.

’’Mungkin pulsa bapak-bapak terbebani karena trending topic saya. Mohon ikhlaskan juga waktu bapak karena anak satu ini,’’ katanya.

Kepada para jamaah, dia mengaku tidak punya niat untuk mencari kehebohan atau ketenaran dengan hal seperti ini.

Dalam ceramah singkat itu, seorang jemaah menanyakan soal dwikewarganegaraan Alcandra. Namun ia menolak memberi keterangan. Seorang jemaah lainnya kemudian meminta Archandra menggunakan bahasa Minang, bahasa daerah asalnya.

Archandra lantas menyanggupinya.

“Nan ka babahaso Padang, mungkin ambo, kok ado tadi lai tacaliak mungkin ndak tasapo. Lai tasapo tapi indak tasalami. Lai tasalami tapi indak tasuruah duduak tadi mohon maaf sabaleh jo kapalo. (Yang ingin saya berbahasa Padang, mungkin saya tadi melihat tapi tidak tersapa, tidak tersapa tapi tidak tersalami, tersalami tapi tidak dipersilakan duduk. Saya mohon maaf sebelas dengan kepala),” ucap Archandra.

Sabaleh jo kapalo atau sebelas dengan kepala lebih kurangnya adalah sebuah perumpamaan ketika masyarakat Minangkabau memohon maaf. Biasanya, ketika permohonan maaf itu diucapkan, Urang Awak mengangkat sepuluh jarinya sejajar dengan kepala.

Archandra kemudian melanjutkan ceramahnya menggunakan bahasa Indonesia.‎

“Dengan niat semoga kita diluruskan datang di hari ini tidak ada hal-hal yang menyangkut perpolitikan yang kita bahas. Karena kita saatnya instropeksi diri, kita hanya manusia tidak luput dari salah,” tutur dia.

“Saya bukan malaikat, hanya malaikat yang tidak punya salah. Jadi kalau dalam perjalanannya sampai hari ini ada kata-kata salah, mungkin pulsa bapak-bapak terbebani karena trending topic saya mohon ikhlaskan. Begitu juga waktu bapak habis karena anak satu ini,” lanjut Archandra‎.

Setelah itu, dia meninggalkan masjid untuk menuju kantor pengurus Yayasan Pesantren Islam Al Azhar. Selama berjalan, dia tidak mau banyak bicara soal keputusan presiden.

Dia hanya mengulang pernyataannya saat memberi tausiyah bahwa semuanya sudah diatur oleh Allah. Begitu juga saat ditanya soal kabar yang mengatakan dia stateless karena sudah tidak lagi berstatus sebagai WNI dan WN Amerika.

’’Sudah ya,’’ katanya singkat.

Sekitar 20 menit lamanya Arcandra berada di kantor yayasan. Dia lantas meninggalkan Masjid Al Azhar melalui pintu lain yang tidak ditunggu oleh wartawan. Saat keluar, dia masih mengenakan sandal. Begitu masuk di dalam mobilnya, Arcandra baru memasang sepatu.

Namun, selama perjalanan menuju mobil dia tetap tutup mulut. Sesekali hanya memberikan senyum dan mengucapkan perpisahan dengan pengurus yayasan Masjid Al Azhar.

Sementara itu, Fahmi Idris menyebutkan, Kultum Archandra sebagaimana para dai menyampaikan kultum selesai solat fardhu, yaitu normatif  tentang iman, akhlak dan lainnya,” jelas Fahmi.

Fahmi menuturkan, Arcandra juga menceritakan perjalanan hidupnya. Saat bersekolah, hidup, menikah dan tinggal di Amerika Serikat (AS).

“Dia bercerita riwayat hidup pergi ke sana dan cerita pergaulan di sana, anak dan istri dan awal melamar istri,” kata Fahmi.

Fahmi mengaku tidak mengetahui secara pasti sejak kapan Arcandra Tahar bergabung dengan perkumpulan masyarakat Minang Maimbau tersebut.

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi memberhentikan Menteri ESDM Arcandra Tahar dari jabatannya karena status kewarganegaraan. Padahal, Arcandra baru 20 hari menggantikan posisi Sudirman Said.

“Menyikapi pertanyaan-pertanyaan publik terkait dengan status kewarganegaraan Menteri ESDM saudara Arcandra Tahar. Dan setelah memperoleh informasi dari berbagai sumber, Presiden memutuskan untuk memberhentikan dengan hormat saudara Arcandra Tahar dari posisinya sebagai Menteri ESDM,” kata Menteri Sekretaris Negara Pratikno, di Istana Negara, Senin (15/8/2016).

*

Archandra Tahar adalah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia(ESDM) pada Kabinet Kerja yang menjabat sejak 27 Juli 2016 hingga 15 Agustus 2016  menggantikan Sudirman Said.

Archandra merupakan ahli kilang lepas pantai atau offshore, lantaran dirinya terakhir kali menjabat sebagai President Direktur Petroneering di Houston. Sebuah perusahaan pengembangan teknologi dan enginering yang fokus dalam desain dan pengembangan kilang offshore yang lebih tahan lama, efektif dan aman.

Dikutip dari profil Candra di linkedin.com, dia memiliki pengalaman lebih dari 14 tahun di bidang hidrodinamika dan offshore. Selain itu dia juga menjadi praktisi di industri tersebut, usai mengembangkan keahlian khususnya di sekolah. Dia juga telah bekerja di berbagai perusahaan migas baik sebagai pengembang maupun produksi seperti Spar, TLP, Compliant Tower, Buoyant Tower dan Multi Colum Floater selama 13 tahun terakhir.

TLP dan Spar merupakan produk yang menjadi ahlinya yang mewakili gabungan dari pengembangan pengeboran minyak dan produksi sistem operasional di dunia hari ini. Dr Tahar memiliki hak paten terkait teknik kilang lepas pantai dan penulis yang diakui terkait standar industri hidrodinamika

Dia menerima gelar Bachelor of Science di bidang Teknik Mesin diInstitut Teknologi Bandung, Indonesia. Dia juga lulusan Ocean Engineering dari Texas A & M Universitas pada tahun 2001 dengan gelar Master of Science and Doctor of Philosophy degrees in Ocean Engineering. Sebelumnya Tahar adalah wakil ketua terakhir Mekanika Offshore dan Arctic Engineering Society, Houston.

Kehidupan Pribadi

Archandra menyelesaikan S1 di Teknik Mesin ITB (masuk tahun 1989) dan kemudian bekerja di Andersen Consulting demi memiliki usaha agar dapat melanjutkan kuliahnya ke jenjang S2 di Amerika. Kuliah S2 di Texas A&M University, Amerika diselesaikan dengan baik hingga kembali ke Indonesia dan berniat membenahi PT Timah. Namun, niatnya ditertawakan karena waktu itu kondisi PT Timah memang sudah sekarat. Akhirnya Archandra malah melanjutkan S3 di Amerika. Sejak saat itulah dia melanglang buana di Negeri Paman Sam dan menjadi konsultan di berbagai perusahaan internasional.

Meski tinggal di Amerika, kepeduliannya atas tanah kelahirannya sangat tinggi. Dia menyumbangkan tenaga dan pikirannya dalam forum-forum yang membutuhkan keberadaannya. Archandra juga merupakan sosok di balik negosiasi dan keberhasilan Presiden Joko Widodo menarik kembali Blok Masela agar dikuasai Indonesia, dengan memutuskan eksplorasi harus dilakukan onshore bukan offshore. Archandra yang dikaruniai dua anak ini adalah pemilik hak paten tentang desain offshore di Amerika.

Chandra memiliki pengalaman lebih dari 14 tahun di bidang hidrodinamika dan rekayasa lepas pantai. Dia mengembangkan keahlian khusus melalui sekolah yang luas dan melalui pengalaman praktis di industri.Dia telah bekerja dengan penemu dari pengeboran dan produksi sistem mengambang dan compliant, Spar, TLP, Compliant Tower, Apung Menara dan Multi Colum Floater selama 13 tahun terakhir. TLP dan produk Spar sendiri mewakili sebagian besar dari semua mengambang sistem pengeboran dan produksi gabungan operasional di dunia saat ini. Archandra Tahar diberikan tiga hak paten pada bidang pengembangan migas lepas pantai. (dyn/bay/jpgrup/net)

http://www.goaceh.co/artikel/nasional/2016/08/16/diundang-forum-minang-maimbau-berikan-ceramah-di-masjid-al-azhar-ini-diceritakan-arcandra-tahar#sthash.w3qk3Vo7.dpbs

http://www.tajuk.id/read/kompas/ceramah.arcandra.tahar.di.masjid.al.azhar

http://www.jpnn.com/index.php?mib=berita.detail&id=461241

https://biografi-tokoh-ternama.blogspot.co.id/2016/07/profil-archandra-tahar-mentri-esdm.html

Advertisements

August 17, 2016 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: