Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Esti dan Mumu Batal Menikah

Karamnya pompong rute Tanjungpinang-Penyengat kemarin ikut menenggelamkan asa Muslichudin-Esti Susilowaty menuju kursi pelaminan. Esti ditemukan meninggal dalam insiden ini. Sementara calon suaminya yang biasa ia panggil dengan nama Mumu, hingga tadi malam belum ditemukan. Keduanya berencana menikah pada 8 September, bulan depan.

Tragisnya lagi, keduanya meninggal bersama enam anggota keluarga lainnya. Pagi itu, mereka berencana berziarah ke Pulau Penyengat, sebagai salah satu rangkaian persiapan Muslich-Esti
menuju kursi pelaminan.

”Ya Allah cobaan apa ini,” kata Muhammad Rohib yang merupakan abang ipar Esti, saat ditemui di ruang jenazah RSUD Tanjungpinang, kemarin (21/8/2016).

Jemari Rohib bergetar ketika menunjukkan satu per satu jenazah keluarganya yang berada dalam kantong jenazah. Mereka adalah Saniati Binti Naji, ibu mertuanya, Esti Susilowaty Binti Subagiyo, adik iparnya, Wiwid Sugiarto Binti Subagiyo, dan Fitara Ningrum yang merupakan istri dan anaknya. Sementara calon suami Esti, Muslichudin, hingga tadi malam masih dinyatakan hilang.

“Ya Allah…nggak kuat saya,” ujarnya sambil meneteskan air mata.

Hingga berita ini ditulis tadi malam, dua dari enam anggota keluarganya masih dinyatakan hilang. Yakni atas nama Bagio, 50, dan Mistam, 45.

Duka yang teramat dalam juga dirasakan kerabat Rohib. Satu per satu kerabatnya berdatangan ke RSUD Tanjungpinang untuk menyampaikan bela sungkawa, kemarin.

”Astagfirullah, piye iki (Astagfirullah, bagaimana ini, red), besok kamu mau nikah,” ujar seorang wanita paruh baya sambil memeluk jenazah Esti.

Tangisan di dalam ruangan tersebut saling bersahutan, bahkan sejumlah perawat RSUD Tanjungping ikut menangis haru. ”Sabar ya bu, ini musibah kita semua, ibu harus kuat ya” kata perawat yang berusaha menenangkan keluarga korban yang tampak tertekan.

Kepergian Esti ini juga menyisakan duka bagi sahabatnya, Deviana. Ia tak kuasa menahan tangisnya saat mengenang kembali rencana pernikahan sahabatnya itu, 8 September mendatang. Kata dia, Esti memintanya untuk menjadi salah satu panitia dalam acara pernikahan itu.

“Esti sudah memberikan bahan baju untuk jadi panitia pernikahannya pada 8 September mendatang,” kata Deviana dengan nada sedih.

Menurut Deviana, Esti merupakan pegawai PDAM Tirta Kepri, Tanjungpinang. Ia mengetahui Esti dan keluarganya pergi ke Penyengat melalui status BlackBerry-nya. Untuk itu, dia langsung kaget ketika mendengar kabar ada pompong tujuan Penyengat tenggelam, kemarin.

“Tidak menyangka dia pergi begitu cepat,” ucap Deviana.

Di akun Facebooknya, Esti pernah mengunggah foto cincin pertunanganya dengan Muslichudin yang dia panggil dengan nama Mumu. Di dalam kotak cincin itu juga tertera tanggal tunangan mereka, yakni 24 Desember 2015 silam.

Sementara itu, Direktur PDAM Tirta Kepri, Abdul Kholik Pazdawani membenarkan alumnus Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Pembangunan Tanjungpinang tersebut merupakan pegawai PDAM Tirta Kepri.

“Saya saat ini sedang menghadiri prosesi pemakaman di TPU Anggrek Merah,” ujar Kholik, tadi malam. (jpg/ias/jpgrup)

August 23, 2016 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: