Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Semua Korban Sudah Dievakuasi

TANJUNGPINANG (BP) – Lima penumpang hilang saat pompong tenggelam di Penyengat pada Minggu (21/8/2016) lalu akhirnya ditemukan, Selasa (22/8/2016). Seluruhnya dalam keadaan tak bernyawa. Sehingga jumlah korban meninggal dalam insiden ini menjadi 15 orang.

Korban yang pertama kali ditemukan yakni Wawan, 25, warga Pulau Penyengat. Ia ditemukan sekitar pukul 05.55 WIB, sekitar 100 meter dari bibir pantai dan juga posko evakuasi bersama di halaman Ocean Corner, depan Gedung Daerah Tanjungpinang.

Selanjutnya, tim menemukan jenazah Muslichudin, 29. Mayat calon pengantin ini ditemukan sekitar 100 meter dari ujung ponton keberangkatan Pelabuhan Domestik Sri Bintan Pura (SBP), sekitar pukul 06.12 WIB.

Selang delapan menit kemudian, tim menemukan mayat Mistam alias Gopang. Paman dari Esti Susilowati ini ditemukan terdampar di pesisir pantai Pulau Paku.
Di tempat yang sama, petugas gabungan juga menemukan korban lainnya, Trisna Ningrum Damayanti, 24. Korban merupakan pegawai bank BUMN dari Bangka Belitung.
Berikutnya, tim gabungan akhirnya menemukan korban terakhir yakni Subagio, 50, orang tua dari Esti Susilowati. Ia ditemukan tidak jauh dari ujung Pelabuhan Domestik SBP sekitar pukul 13.00 WIB.

Pencarian kelima korban ini dipimpin langsung Gubernur Kepri, Nurdin Basirun, didampingi Wadan Lantamal IV Tanjungpinang, Kolonel Laut (P) Dwika Tjahja Setiawan bersama sejumlah instansi terkait dan juga nelayan setempat. Salah seorang keluarga dari korban atas nama Wawan, Razib mengatakan dirinya bersama anggota keluarga yang lainnya berkeliling menggunakan pompong untuk mencari keponakannya tersebut di perairan Pulau Menyengat.

“Kami turut serta bersama tim gabungan mencari berkeliling di perairan Pulau Penyengat. Sekitar jam 06.00 WIB, kami menemukan Wawan yang sudah mengambang tak jauh dari pelabuhan SBP. Jenazahnya pun langsung di evakuasi tim gabungan,” ujar Razib.

Wawan, di mata Razib, merupakan anak yang murah senyum dan orangnya pendiam serta tidak banyak bicara. Dirinya tidak menyangka keponakannya tersebut menjadi salah satu korban dari kecelakaan laut tersebut.

“Saya ketemu dia itu terakhir kali hari Jumat (19/8/2016) saat dia meminjam motor saya. Itulah hari terakhir saya ketemu dia. Dengan telah ditemukannya Wawan. Keluarga sudah ikhlas,”kata Razia.

Terpisah Kapolres Tanjungpinang, AKBP Joko Bintoro, yang di konfirmasi terkait telah ditemukannya lima korban di hari kedua pencarian mengatakan hasil identifikasi ke lima korban tersebut sesuai dengan data nama korban yang diberikan pihak keluarga.

“Tadi para keluarga korban saat jenazah ditemukan langsung datang ke RSUD Provinsi Kepri dan melihat untuk memastikan anggota keluarganya,” ujar Joko.

Dikatakan Joko, untuk jenazah yang berhasil dievakuasi, Tim DVI Polda Kepri melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap jenazah secara fisik.

“Jenazah masih baik dan tidak terlalu sulit dikenali oleh pihak keluarga,”kata Joko.

Disebutkan Joko, dari lima jenazah yang ditemukan satu di antaranya wanita yakni Trisna Ningrum Damayanti yang merupakan warga Palembang. Jenazahnya pun langsung diberangkatkan ke Batam untuk selanjutnya diterbangkan ke daerah asalnya.

“Jenazah diterbangkan menggunakan pesawat Citilink ke Palembang via Batam. Sedangkan jenazah korban yang lainnya diambil pihak keluarga masing-masing untuk dimakamkan,” sebut Joko.

Selain Trisna, korban lainnya yang dipulangkan ke daerah asalnya adalah Rahmi. Dia merupakan warga Bangka Belitung.

Sementara itu, Kepala Kantor SAR Tanjungpinang, Abdul Hamid menambahkan, jika ada masyarakat yang keluarganya belum ditemukan atau menjadi korban tenggelamnya pompong tujuan Tanjungpinang-Pulau Penyengat itu segera melaporkan ke pihaknya.

“Sampai kemarin tidak ada warga yang melaporkan. Terakhir yang melaporkan yaitu Rohib keluarga dari korban Subagio,” ujar Hamid.

Terpisah, kakak kandung Trisna, Rahmat Eko mengatakan kedatangan adiknya ke Pulau Penyengat untuk berwisata sekaligus ziarah.

“Sebelumnya ia tugas di BTN Pangkalpinang, dan dipindah tugas ke Batam. Harusnya hari ini (22/8) sudah masuk kerja,” katanya saat ditemui Batam Pos di Bandara Hang Nadim Batam, kemarin.

Sementara itu petugas Dishub Pemko Tanjungpinang, M Yasin menuturkan dirinya ditugasi wali kota Tanjungpinang untuk mengantar jenazah wanita usia 24 tahun tersebut. “Tadi di Tanjungpinag yang melepas Pak Wali (Lis Darmansyah, red),” ujarnya.

Jenazah Trisna yang beralamat di Perumahan Kanten Hill Jalan Sourejo No 7 Palembang, diangkut dari Tanjungpinang menuju Batam dengan menggunakan kapal Ditpolair Polda Kepri.

Sediakan Life Jacket

Polda Kepri meminta setiap moda transportasi laut menyediakan life jacket. Hal ini supaya kejadian di Penyengat tak terulang kembali. Kabid Humas Polda Kepri AKBP Hartono juga mengimbau pelaku transportasi laut tak memaksakan diri untuk berlayar saat cuaca buruk.

“Periksa seluruh kelengkapan sebelum berangkat, jangan belayar kalau belum lengkap,” ujarnya.

Dia juga mengimbau jangan sampai melebihi kapasitas penumpang karena bisa menyebabkan hal-hal yang tak diinginkan.

“Pantau cuaca, kan bisa minta ke BMKG,” ungkapnya.

Untuk pemeriksaan kejadian di Penyengat, diserahkan pada instansi yang berwenang. Namun bila ada ditemukan tindak pidana, pihak kepolisian siap untuk membantu penyelidikan. (ias/ska)

August 23, 2016 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: