Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Bawa ke Salon, untuk Menaikkan Harga Sapi

Nurohman, Perias atau Pemilik Salon Sapi dari Desa Sumberdadi, Kecamatan Sumbergempol

Selain sehat dan gemuk sapi juga memerlukan penampilan menarik untuk meningkatkan harga jual. Dengan tampilan menarik akan memikat pembeli dan tidak ragu menawarnya dengan harga tinggi. Hal ini disadari Nurohman, dengan membuka salon sapi. Kini hampir setiap hari dirinya selalu diminta para pedagang sapi untuk mendadani sapinya.

ZAKI JAZAI, Jawa Timur

Kemarin (25/8/2016) sekitar pukul 09.00, suasana pasar hewan di Desa Beji, Kecamatan Boyolangu, terlihat ramai. Ada aktivitas jual-beli hewan di pasar tersebut. Ya, kemarin adalah Pasaran Pahing atau hari dalam penanggalan Jawa, pasar tersebut beraktivitas. Pedagang dan calon pembeli baik dari dalam maupun luar daerah Tulungagung bertransaksi atau tawar menawar, hingga tercapai harga yang disepakati, sebelum sapi itu dilepas.

Namun, suasana berbeda saat wartawan masuk ke sisi barat tengah pasar. Di tempat tersebut terlihat empat orang sekeluarga sibuk memotong serta menghaluskan tanduk atau kuku sapi. Tangan mereka begitu cekatan menggunakan peralatan seperti gergaji besi, sabit, tatah, kikir dan amplas.

Mereka berempat adalah pengusaha salon sapi dari Desa Sumberdadi, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung, Provinsi Jawa Timur, yang datang setiap pasar hewan tersebut buka.“Inilah kegiatan kami setiap ada pasaran hewan terutamanya sapi, sebab selain di sini kami juga melaksanakan pekerjaan ini di pasar hewan lainnya seperti di Blitar dan Kediri,” ungkap Nurohman pemilik usaha salon sapi tersebut.

Dari situlah bersamaan memotong dan menghaluskan tanduk seekor sapi milik langganannnya dia mulai menceritakan tentang aktivitasnya tersebut. Ternyata aktivitas sebagai pengusaha salon sapi ditekuninya sejak 26 tahun silam. Semula dia diajak sang kakak Alm. Suworo untuk membantu merias sapi di Pasar Hewan Blitar. Lambat laun dia tertarik menekuni hal serupa dan belajar bagaimana cara merias sapi dari sang kakak tersebut. Dengan terus belajar Rohman- begitu Nurohman disapa- mahir hingga meneruskan usaha salon sapi.

“Saat ini kakak yang mengajarkan ketrampilan ini telah tiada makanya saya yang meneruskannya. Agar usaha ini tetap berlangsung ketrampilan ini saya ajarkan kepada tiga orang anak saya ini,” katanya.

Alasan, mengapa dirinya tertarik menekuni usaha tersebut hingga mewariskan kepada anaknya, karena bisnis salon sapi jarang dijumpai. Bahkan, seperti di Tulungagung, Blitar dan Trenggalek hanya dia yang menekuni bisnis tersebut. Buktinya, beberapa kali dirinya mendapat panggilan untuk membenahi penampilan sapi milik para pedagang di tempat tersebut. Selain itu, setiap pasar hewan di daerah tersebut buka, diirnya selalu datang dan kerap mendapat pelanggan.

Sedangkan bagian sapi yang perlu dipercantik adalah bagian tanduk dan kuku. Sebab bagian itu yang menarik dari sapi, karena dilihat pertama kali oleh calon pembeli selain berat badan dan kesehatan sapi.

Sapi dengan tanduk dan kuku panjang akan mengurangi harga tawaran sapi tersebut.

“Makanya tanduk dan kuku panjang itu perlu dipotong agar sapi kelihatan lebih muda sehingga meningkatkan harganya. Untuk itu, bisnis yang saya geluti ini sama-sama menguntungkan kedua belah pihak,” tutur bapak empat anak ini.

Mengenai tarif sepasang tanduk, kuku kaki depan dan kuku kaki belakang, dirinya mematok tarif Rp 20 ribu. Namun, jika ada pedagang sapi yang ingin menggunakan jasanya dengan memanggilnya ke rumah, sepasang tunduk dihargai Rp 100 ribu.

“Jika dipanggil minimal setiap ekor sapi saya hargai Rp 100 ribu tergantung beberapa bagian yang nantinya dipercantik, sebab saat dipanggil saya hanya mendandani satu atau dua ekor sapi saja sedangkan jarak yang di tempuh relatif jauh,” jlentrehnya.

Rata-rata setiap datang di pasar hewan pria 51 tahun ini mengaku bisa mendandani 20 ekor sapi. Jumlah tersebut semakin banyak jika memasuki Hari Raya Idul Adha saat peminat sapi untuk kurban banyak. Mengenai pengalaman yang paling terkesan saat mendadani sapi, ketika memotong kuku belakang sapi milik warga Blitar. Sapi yang kukunya hendak dipotong tersebut jarang sekali dikeluarkan dari kandang, karena liar serta gesit jika bertemu dengan manusia. Ketika hendak memotong kuku sapi itu, dia langsung ditendang sapi sampai pelipis matanya berdarah.

“Untung saja luka yang dihasilkan dari sepakan sapi itu tidak terlalu parah, tapi saya tidak kapok untuk melakukannya lagi. Namun, khusus menantu saya yang membantu usaha ini tidak mau lagi jika disuruh memotong kuku sapi, dia hanya mau memotong tanduk sapi saja,” ujarnya.

Sementara itu Fredi Agus Prasetyo anak Rohman mengaku, berbeda dengan ayahnya, Rohman, dirinya hanya mampu merias lima sampai 15 sapi. Sebab, kurang mahir. Dia mengatakan, bagian yang paling lama saat proses periasan adalah tanduk sapi. Sebab dibutuhkan waktu rata-rata sekitar 15 menit untuk memotong hingga menghaluskannya. Sedangkan merias kuku sapi hanya dibutuhkan waktu berkisaran lima menit saja.

“Paling sulit adalah memotong tanduk sapi yang melengkung, apalagi usia sapi sudah tua. Sebab, selain perlu kejelian untuk memotongnya saya juga harus lebih bertenaga saat menggregrajinya karena tanduknya sudah keras,” akunya.

Sementara itu Sukarni seorang pedagang yang meminta sapinya dirias menjelaskan, salon sapi sangat berguna bagi para pedagang. Dengan dirias, sapi terlihat lebih muda dan bisa mengangkat harganya. Selain itu dengan tanduk pendek dan kuku kaki rapi mempermudah menaikkan ke sapi ke truk atau pikap saat dikirim ke daerah lain.

“Sapi yang sudah didandani harganya bisa naik hingga Rp 500 ribu per ekornya, sebab dengan tanduk dan kuku yang pendek sapi terlihat lebih menarik dan bisa berjalan dengan baik,” jelasnya. ***

August 26, 2016 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: