Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

PGN Percepat Proyek Pipa Natuna-Pemping

FISKA JUANDA, Batam

PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) siap mempercepat pembangunan dan pengoperasian proyek pipa gas bumi West Natuna Transportation Syastem (WNTS) ke Pulau ke Pulau Pemping, Batam.

Sekretaris Perusahaan PGN, Heri Yusup, mengatakan proyek ini merupakan penugasan dari pemerintah kepada PGN, berdasarkan Kepmen ESDM Nomor 6105 K/12/MEM/2016 tentang Penugasan Kepada PT PGN Dalam Pembangunan dan Pengoperasian Pipa Gas Bumi dari Pipa West Natuna Transportation ke Pulau Pemping, Kecamatan Belakang Padang, Kota Batam.

“Proyek ini tentunya akan memperluas pemanfaatan produksi gas bumi nasional, dan dapat meningkatkan kepastian pasokan gas dalam negeri,” kata Heri Yusup dalam rilisnya yang diterima Batam Pos, Senin (5/9/2016).

Heri menambahkan, proyek WNTS ke Pulau Pemping juga akan memperkuat infrastruktur gas dalam negeri khususnya di wilayah Indonesia bagian Barat.

“Proyek ini juga sejalan dengan misi PGN untuk menciptakan integrated market di Indonesia bagian Barat hingga akhirnya akan menuju ke integrasi nasional yang akan mengukuhkan PGN sebagai National Gas Company,” kata Heri.

Seperti diketahui, saat ini PGN telah membangun dan mengoperasikan pipa gas bumi sepanjang lebih dari 7.100 km. Jumlah ini setara dengan 76 persen pipa gas bumi hilir yang ada di seluruh Indonesia.

“Dengan pengalaman yang dimiliki PGN, proyek ini diharapkan selesai sesuai target yang ditentukan pemerintah. Seperti halnya proyek pipa gas Kepodang-Tambak Lorok atau Kalija I sepanjang 207 km yang sukses dikerjakan tepat waktu,” kata Heri.

Bangun Pipa 1.685 Km

Sebagai National Gas Company Indonesia, PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) terus memperluas infrastruktur gas nasional. Salah satunya PGN menargetkan dapat penambah panjang pipa gas buminya sepanjang 1.685 kilometer (km) dalam periode 2016-2019. Nantinya pada 2019 total panjang pipa PGN menjadi 8.656 km.

“Saat ini pipa gas yang kami bangun dengan biaya sendiri tanpa mengandalkan APBN mencapai lebih dari 7.100 km,” kata Sekretaris Perusahaan PGN, Heri Yusup.

Heri mengungkapkan, infrastruktur pipa gas bumi yang dibangun sepanjang 1.685 km tersebut di antaranya adalah proyek pipa transmisi open access Duri-Dumai-Medan, pipa transmisi open access di Semarang dan pipa distribusi gas bumi di wilayah eksisting serta daerah baru lainnya.

Heri menambahkan, selain penambahan infrastruktur gas bumi berupa pipa, PGN juga akan menambah sebanyak 60 stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG) di berbagai daerah mulai DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Banten, Batam, Lampung, Riau, dan Sumatera Utara. Selain itu PGN juga berencana membangun Mini LNG system untuk Indonesia bagian tengah dan timur.

“Dengan penambahan panjang pipa tersebut (pipa sepanjang 8.656 km), dapat meningkatkan kemampuan pemanfaatan gas bumi sebanyak 1.902 juta kaki kubik per hari (MMscfd),” kata Heri.

Heri menambahkan lagi, dengan pemanfaatan gas bumi sebanyak 1.902 MMscfd pada 2019 tersebut, dapat menciptakan penghematan sebesar Rp 110,9 triliun. Sepanjang 2015 penyaluran gas bumi PGN sebanyak 1.586 MMscfd, ini memberikan penghematan sekitar Rp 88 triliun ke pelanggan PGN.

Heri menegaskan, dengan kondisi turunnya harga minyak yang sedang terjadi saat ini, justru merupakan momentum yang baik untuk menggenjot pembangunan infrastruktur. Pada saat harga minyak turun juga mempengaruhi harga- harga material seperti pipa gas yang harganya juga turun.

“Situasi yang terjadi di hulu migas yang melambat memberi waktu untuk persiapan di hilir untuk meningkatkan infrastruktur,” kata Heri.

Seperti diketahui, hingga saat ini PGN telah membangun dan mengoperasikan pipa gas bumi mencapai lebih dari 7.100 km. Jumlah ini setara 76% dari total pipa gas bumi nasional.

Sampai dengan kuartal I-2016, PGN telah menyalurkan gas bumi ke lebih dari 116.400 pelanggan rumah tangga, 1.879 UKM, mal, hotel, rumah sakit, restoran, serta 1.576 industri skala besar dan pembangkit listrik.

Pelanggan PGN tersebut tersebar di berbagai wilayah mulai dari Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Utara, sampai Papua.

PGN juga telah berhasil menyelesaikan beberapa proyek pipa gas bumi tepat waktu di tahun ini. Seperti di Pasuruan, Jawa Timur, PGN menyelesaikan pembangunan pipa gas bumi di wilayah Kejayan-Purwosari sepanjang 15 kilometer (Km), kemudian di wilayah Jetis-Ploso sepanjang 27 km. Lalu PGN juga telah selesai membangun di wilayah Kalisogo-Waru, Jawa Timur sepanjang 30 Km.

PGN juga berhasil menyelesaikan proyek pipa distribusi gas bumi di wilayah Nagoya, Pulau Batam sepanjang 18,3 km. Selain di Jawa Timur dan Batam, PGN juga terus membangun infrastruktur di wilayah eksisting maupun wilayah baru dalam rangka pembukaan pasar baru atau pioneering. ***

September 6, 2016 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: