Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Ada 763 Ribu Pelanggan ‘‘Siluman’’ Pakai Tarif Murah

MALANG KOTA (BP) – Pantas saja kenapa selama ini PT PLN (Perusahaan Listrik Negara) belum bisa menjadi raksasa di negeri sendiri. Padahal, PLN merupakan perusahaan yang memonopoli bisnis setrum.

‘‘Salah satu penyebabnya di PLN area Malang saja, ditemukan ada 763.094 pelanggan siluman yang nyerobot listrik bersubsidi,’’ ungkap Asisten Manajer Pelayanan dan Administrasi PLN Area Pelayanan Malang, Provinsi Jawa Timur, Suhandopo, Minggu (11/9/2016).

Padahal, mereka seharusnya tidak berhak menerima listrik bersubsidi dengan daya 450-900 VA (volt ampere). Daya 450-900 VA itu hanya khusus untuk warga miskin saja. Yakni warga yang sudah memiliki kartu Indonesia sehat (KIS), kartu perlindungan sosial, dan surat keterangan tidak mampu. Sedangkan yang memenuhi syarat penerima listrik bersubsidi hanya 36.875 pelanggan atau 4,6 persennya saja.

‘‘Banyak pelanggan yang seharusnya tidak layak mendapat listrik bersubsidi, tapi tetap menggunakannya,’’ sesal Suhandopo.

Data adanya pelanggan siluman itu diperoleh dari hasil pengecekan oleh Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K). Berdasarkan penelusuran TNP2K, jumlah pelanggan yang seharusnya menerima daya listrik bersubsidi hanya sebanyak 36.875 pelanggan saja. Sedangkan sisanya, 763.094 pelanggan tidak berhak.

Dia lantas menjelaskan, pelanggan listrik bersubsidi adalah pelanggan dengan daya 450 VA dan 900 VA. Tarif untuk kedua daya tersebut terbilang lebih murah. Tarif untuk daya 450 VA sebesar Rp 400 per kWh (kilowatt hours), sedangkan daya 900 VA tarif Rp 600 sampai “Rp 650 per kWh.

Dia melanjutkan, pelanggan yang tidak terdaftar di TNP2K itu seharusnya menikmati listrik dengan daya 1.300 VA bertarif Rp 1.400 per kWh. Sebab, mereka tergolong ke dalam masyarakat yang mampu.

Karena itu, untuk mengurangi kecurangan tersebut, pihaknya memberlakukan sistem pengalihan daya. Tujuannya supaya aliran listrik bersubsidi dapat disalurkan tepat sasaran.

‘‘Pelanggan dengan daya 900 VA yang tidak berhak, kami arahkan ke daya 1.300 VA,’’ ujarnya.

Untuk mendorong hal tersebut, PLN menghadirkan promo biaya peralihan dari daya 900 VA ke 1.300 VA secara gratis. Program itu diberlakukan hingga akhir Desember 2016.

‘‘Kami sudah mulai berlakukan mulai 1 Juli lalu,’’ terang dia.

Sayang, hingga saat ini hanya ada dua ribu pelanggan yang memanfaatkan program tersebut. Suhandopo menerangkan, beberapa pelanggan nonsubsidi tersebut belum mau beralih karena mereka ingin menikmati tarif yang lebih murah.

‘‘Selisihnya cukup banyak. Makanya belum banyak yang tertarik untuk beralih daya,’’ kata dia.

Suhandopo mengungkapkan, jika hingga akhir Desember 2016, pelanggan yang tidak berhak menerima subsidi itu belum juga beralih daya, maka pihaknya akan memberlakukan tarif adjustment atau penyesuaian.

‘‘Meskipun mereka memiliki daya 900 VA, tarif yang dibayarkan akan kami sesuaikan dengan daya 1.300 VA,’’ terangnya. (fis/c2/yak/jpgrup)

September 11, 2016 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: