Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Harga Rp 2,5 Juta Semen per Sak Dipastikan Turun di Intan Jaya

MIMPI masyarakat Kabupaten Intan Jaya untuk bisa memperoleh harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan harga standar atau normal dipastikan terwujud. Ini setelah Pertamina Maluku-Papua memberlakukan harga normal BBM untuk jenis bensin dan solar sama seperti harga di daerah lain. Untuk premium dijual Rp 6.450/ liter dan solar Rp 5.150/ liter.

Tak hanya itu Pertamina juga menjanjikan akan memberi kuota BBM termasuk proses pendistribusiannya.

Bupati Intan Jaya, Natalis Tabuni yang terhubung tadi malam, Sabtu (15/10/2016) mengaku bersyukur dengan turunnya harga BBM bahkan mengikuti harga normal.

Ini dianggap sebuah kebijakan yang pro rakyat khususnya daerah pegunungan karena selama ini harga BBM kadang menggila. Orang tak bisa hidup tanpa energy dan saat ini energy itu dipermudah sehingga ia meyakini akan ada dampak sangat luas dari kebijakan ini. Pembangunan di Intan Jaya akan lebih tersokong dan roda perekonomian akan lebih hidup karena dengan sendirinya harga komoditi di pasaran dalam bentuk apapun akan ikut terpengaruh dari turunnya harga BBM ini.

Moment ini ditandai dengan diresmikannya tempat penjualan BBM bersubsidi dan melakukan pengisian BBM premium di salah satu motor masyarakat disaksikan Abdul Rachim, sebagai Suplay and Distritibution Manager Maluku Papua serta Muspida. Sebelumnya harga bensin di Intan Jaya mencapai Rp 50.000-Rp 60.000/ liter.

Natalis menyebut bahwa pemerintah dan Pertamina akan bekerja menjaga pasokan BBM berjenis premium dan solar serta minyak tanah perbulannya. Pasokan BBM yang akan di distribusikan ke Intan Jaya setiap bulannya adalah 15.000 liter/bulan dan solar sebanyak 10.000 liter/ bulan.

Sedangkan untuk harganya berlaku sama yakni Rp6.450/ liter untuk bensin dan Rp 5.150/ liter untuk solar. Natalis Tabuni berharap kondisi ini memberi sinyal positif untuk kemajuan dan perkembangan ekonomi dan pembangunan serta masyarakat serta pemerintahan.

“Ini akan sangat berdampak positif, semua harga barang bisa dipastikan akan turun termasuk harga bahan bangunan. Lihat saja harga semen mencapai Rp 2,5 juta/sak. Semua harus turun mengikuti perubahan ini,” tegasnya.

Ia menyebut selama ini listrik di Intan Jaya hanya menyala dari jam 06.00 WIT hingga pukul 01.00 WIT setelah itu mati karena keterbatasan BBM dan mesin genset di Sugapa hanya boleh beroperasi maksimal 12 jam/hari.

“Tahun 2017 kami akan tambah mesin baru agar listrik bisa nyala lebih lama. Dan dengan kewenangan yang ada kami juga akan mengawasi, menertibkan harga ojek dan lain-lain, lihat saja selama ini untuk menempuh jarak 2 Km saja masyarakat harus bayar Rp 300 ribu. Ini termasuk tak boleh ada yang menjual BBM di luar Pertamina,” tegasnya.

Selain itu harapan lainnya bila kondisi BBM aman maka jaringan telekomunikasi juga akan mengikuti. Natalis menyebut bahwa ini buah Kepres yang memang memihak wong cilik. Hasil komunikasinya dengan Abdul Rachim dikatakan Intan Jaya juga akan mendapat kuota BBM dari Pertamina. Selama ini itu tak pernah ada. Dan untuk pendistribusiannya Pertamina akan mengirim dari Nabire ke Intan Jaya dan konsekwensinya Pemkab tidak berhak mengatur BBM.

“Kami tidak pernah mendapat kuota karena Intan Jaya kendaraan juga terbatas dan semua melalui jalur udara karena jalan darat belum tembus. Mengenai infrastruktur jalan, Natalis juga membenarkan bahwa saat ini akses yang masih tertutup tersisa 4 Km dari DistriK Wandai (Intan Jaya) ke perbatasan Paniai Distrik Komopa (Kabupaten Paniai). Semoga akhir tahun 2016 ini aksesnya sudah tembus,” pungkas Natalis. (ade/jpgrup)

October 16, 2016 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: