Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

144 Mahasiswa STIKes Mitra Bunda Persada Ikut Capping Day

Perawat Dituntut Semakin Profesional dan Berkarakter

Oleh SUPRIZAL TANJUNG, Batam

Sebanyak 144 mahasiswa mengikuti prosesi Capping Day ke-7 di aula 17 kampus Sekolah Ilmu Tinggi Kesehatan (STIKes) Mitra Bunda Persada Batam, Jalan Seraya Nomor 1, Batam, Rabu (9/11/2016) pukul 09.00 WIB sampai selesai.

didi-yunasfi-stikes-mitra-bunda-persada-rabu-9-nov-2016-f-suprizal-tanjung-5-image-2

NS Didi Yunaspi MKep di kampus  (STIKes) Mitra Bunda Persada Batam, Jalan Seraya Nomor 1, Batam, Rabu (9/11/2016). F Suprizal Tanjung

Hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, drg Candra Rizal, Ketua STIKes Mitra Bunda Persada Batam, dr H Mawardi Badar MM, Pembantu Ketua (Puket) III Bidang Kemahasiswaan STIKes Mitra Bunda Persada Batam, NS Didi Yunaspi MKep, Direktur Rumah Sakit Harapan Bunda (RSHB) Dr Made Tantra Wirakesuma MARS, Pembina Yayasan Harapan Bunda Batam, H Henry Minit, Ketua Yayasan Harapan Bunda Batam, Hj Gusnawati AMd Keb. Juga hadir direktur rumah sakit (RS) se Batam, kilinikal instruktur dan puskesmas se Batam.

‘’Perawat dan bidan harus semakin profesional dan berkarakter dalam melayani masyarakat,’’ sebut Mawardi Badar saat itu.

Kepala Dinas Kesehatan Batam, drg Chandra Rizal mengatakan Pemko Batam sangat mendukung kemajuan dunia pendidikan di daerah ini.

Didi Yunaspi menambahkan, 144 mahasiswa yang mengikuti Capping Day ini dari program studi (prodi) D3 Kebidanan, D3 Keperawatan.

Tujuan Capping Day ini adalah persiapan mahasiswa untuk melakukan praktik klinik di RS negeri, RS swasta, dan puskesmas se Batam. Untuk itulah, mahasiswa menyatakan sumpah untuk menjaga rahasia pasien dan tempat praktik dan lainnya.

Didi menambahkan, STIKes Mitra Bunda Persada semakin dikenal dan diminati masyarakat. Mahasiswanya berasal dari Kepri, Riau, Sumbar, Sumut, Makassar, NTB, Bali, dan lainnya. Mitra Bunda Persada juga telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) Oktober 2016. MoU dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Pada masa penuh tantangan dan persaingan dalam berbagai sector kehidupan ini, kata Didi, Sumber Daya Manusia (SDM), administrasi, cepat, tetap, dan mampu memberikan pelayanan lebih kepada masyarakat adalah satu kewajiban. Para perawat, bidan, dan tenaga medis lainnya, bukan hanya dituntut mampu memberikan pelayanan kesehatan semata. Mereka juga perlu memberikan kenyamanan, ketenangan, bersikap sopan santun.

‘’Dengan cara seperti itulah, akan timbul rasa senang, kepercayaan masyarakat (pasien) kepada perawat dan bidan lokal,’’ kata Didi.

Mengenai SDM dan kualitas bidan dan perawat Indonesia sebut Didi, sebenarnya tidak kalah dengan SDM dari luar negeri. Hanya saja persoalannya, ada sebagian masyarakat (pasien) lebih percaya kepada tegaga medis dari luar negeri. Pandangan seperti ini harus diubah. Masyarakat harus membuka mata. Memberikan kesempatan kerja kepada anak bangsa untuk berpikir, bekerja, dan mencintai produk (jasa dan barang) Indonesia. Ini seiring dengan semangat Hari Pahlawan 10 November. Hargai pahlawan, isi kemerdekan, dan hargai milik (jasa intelektual, barang, red) ada di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini. ***

November 10, 2016 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: