Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Polda Kepri Diperkuat 10 Ribu Personel

Natuna Jadi Perhatian Serius

Kepolisian Daerah (Polda) Kepulauan Riau, resmi naik tipe dari B ke A. Kenaikan tipe ini sekaligus akan diikuti peningkatan jumlah personel di atas 10 ribu polisi.

Tak hanya personel yang ditambah jumlahnya, peralatan, dan infrastruktur lainnya juga diperkuat karena Kepri berbatasan langsung dengan sejumlah negara yang rawan berkonflik. Terutama di Kabupaten Natuna yang berbatasan langsung dengan negara-negara yang kini mempersengketakan di laut Cina Selatan.

“Dinamika di perbatasan, terutama sengketa laut Cina Selatan tersebut yang menjadi salah satu pertimbangan utama menaikkan tipe Polda Kepri B ke A,” ujar Kapolri Jendral Tito Karnavian, saat meresmikan tipologi Polda Kepri menjadi A, Jumat (20/1/2017). Persemian ini dilakukan dengan menggelar upacara kenaikan tipologi di Mapolda Kepri.

Khusus penguatan personel melalui penambahan jumlah dan peningkatan kompetensi, Tito meminta Polda Kepri melakukan secara profesional dan proporsional.

“Jangan asal-asalan,” tegasnya. “Butuh berapa, ya diterima segitu nantinya,” tuturnya, lagi.

Ia meminta penambahan personel tidak melebihi kapasitas yang ada. Sebab kadang personel terlalu banyak, sehingga tidak memiliki kerjaan. “Kerjanya duduk saja, itu membebani negara,” ungkapnya.

Secara khusus Kapolri juga memerintahkan Kapolda Kepri Irjen Sam Budigusdian memberi perhatian serius pada keamanan di Natuna. Karena pemerintah pusat saat ini tengah konsen membangun perekonomian di daerah tersebut.

Natuna diproyeksikan menjadi pusat ekonomi baru di Indonesia. Meski pengembangan Natuna kini dibayang-bayangin memanasnya konflik di Laut Cina Selatan.

“Polda Kepri harus lebih kuat dan memiliki kewenangan yang besar,” tegas Tito.

Jenderal asal Tangga Buntung, Palembang, Sumsel ini menyebutkan naiknya tipe Polda Kepri ini adalah sebuah tanggung jawab besar dan lebih berat. Setiap personelnya harus memiliki kinerja yang jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya.

“Kapolda harus buat konsep pembangunan personel,” tuturnya.

Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan masih menunggu pengajuan sarana serta prasaran yang dibutuhkan oleh Polda Kepri. Bila ada permintaan, maka akan disetujui secara bertahap.

Mabes Polri juga telah memberikan bantuan pengamanan wilayah perbatasan. Ke depannya, disebutkan oleh Boy bahwa pihaknya akan mengerahkan kapal-kapal yang besar dan canggih untuk mengamankan perbatasan negara.

“Pengamanan laut di batas negara, termasuk prioritas kami,” ucapnya.

Naiknya tipe Polda Kepri ini didukung Menteri Aparatur Negara Asman Abnur. “Polda Kepri ini berada di wilayah yang spesial, jadi hal ini sangat perlu,” ucapnya.
juga memuji reformasi birokrasi di tubuh Polri berjalan dengan lancar. Hal ini mengacu pada rapor Polda Kepri yang direkap oleh Kemenpan.

“Sebelumnya itu nilai B, sekarang BB. Lebih baik dari sebelumnya,” ujarnya.

Ia mengatakan bahwa nilai ini bisa saja naik di tahun ini. Sebab dibawah kepemimpinan Jenderal Tito Karnavian polri terus bereformasi diberbagai bidang, baik aspek pelayanan maupun di Internal. “Mungkin bisa A,” ungkapnya sembari tersenyum.

Kenaikan tipologi Polda Kepri ini dimeriahkan berbagai atraksi mulai dari tarian nasional, tarian sekapur sirih.

Tak kalah hebohnya, personel Polda Kepri semuanya berpartisipasi dalam tari rentak zapin melayu. Bahkan, Kapolri, Menpan, Gubernur Kepri, Kepala BP Batam, serta tamu undangan lainnya ikut menari zapin.

TNI Juga Perkuat Natuna

Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) yang baru Marsekal TNI Hadi Tjahjanto juga berjanji akan memperkuat pasukan di Natuna. Menurut dia, TNI AU tidak akan lagi berpikir Jawasentris, melainkan Indonesiasentris.

“TNI AU akan membangun Natuna,” kata Hadi usai serah terima jabatan (sertijab) KSAU di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (20/1).

Selain Natuna, kata Hadi, ada beberapa wilayah luar Jawa lainnya yang pasukan TNI AU-nya akan ditambah. Seperti Morotai, Biak, dan Selaru.

Tidak hanya itu, pengembangan ruang udara di luar Jawa pun bakal diatur sedemikian rupa. Menurut Hadi, saat ini lalulintas udara di di bagian utara Jawa sangat tinggi. Karena itu, dia berniat memanfaatkan ruang udara di bagian selatan Jawa. Disamping membagi konsentrasi lalulintas penerbangan, dia yakin pengembangan itu bakal menghemat penggunaan bahan bakar sampai 20 persen.

”Jadi, tidak hanya di utara. Kami akan bagi di sebelah selatan,” jelasnya.

Hal ini disampaikan Hadi menjawab amanat dari Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo yang memimpin sertijab KSAU, kemarin. Menurut Gatot, KSAu yang baru memiliki banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan. Di antaranya penguatan pasukan di luar Pulau Jawa.

Secara tegas Gatot menekankan, kekuatan TNI harus merata. Untuk itu, perlu penataan ulang agar pasukan tidak menumpuk di Jawa. Itu sejalan dengan kebijakan pemerintah yang memiliki komitmen kuat menggencarkan pembangunan di luar Jawa. Khususnya di wilayah terluar Indonesia yang berbatasan dengan beberapa negara tetangga.

”Saat ini kekuatan TNI masih terpusat di Jawa,” kata dia.

Untuk itu, TNI harus siap membangun pangkalan di pulau-pulau terluar Indonesia. Menurut Gatot, itu sesuai hakikat ancaman yang dihadapi. Jenderal TNI berusia 56 tahun itu menjelaskan, saat ini TNI tengah mengkaji lokasi dan titik untuk menyebar pasukan. Kajian dilakukan oleh tiga matra sekaligus. Yakni angkatan darat, angkatan laut, dan angkatan udara.

”Bulan Februari saya harus laporkan semua kepada Presiden. Nanti keputusan ada di pemerintah,” ujarnya.

Salah satu bukti pasukan TNI menumpuk di Jawa adalah konsentrasi TNI AU di pulau tersebut. Gatot menuturkan, di Jawa matra angkatan udara memiliki beberapa pangkalan udara. Di antaranya Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma (Jakarta), Pangkalan Udara Adisutjipto (Yogyakarta), Pangkalan Udara Iswahyudi (Madiun), dan Pangkalan Udara Abdul Rachman Saleh (Malang).

”Padahal Indonesia sangat luas. Maka (pasukan TNI AU) akan kami sebar,” ucap dia.

Lantaran hendak di laporkan kepada Presiden pada Februari nanti, Gatot ingin hasil kajian sudah dia terima pekan depan. Tidak terkecuali hasil kajian dari TNI AU.

”Tanya KSAU, minggu depan sudah ada jawaban,” kata Gatot.

Di samping hasil kajian tersebut, pekerjaan rumah lain juga sudah menanti Hadi. Gatot ingin, alat utama sistem persenjataan (alutsista) mendapat perhatian. Sebab, beberapa bulan belakangan kecelakaan berkaitan alutsista TNI AU masih terjadi.

Karena itu, Gatot meminta agar Hadi memberikan perhatian serius terhadap alutsista milik TNI AU. Dia juga ingin mantan inspektur jenderal Kementerian Pertahanan (Irjen Kemhan) itu berbenah serta membangun kekuatan TNI AU. Dia tidak ingin, kecelakaan alutsista matra angakatan udara terulang.

”Tidak ada jalan lain kecuali sungguh-sungguh dalam pembinaan alutsista. Mulai perencanaan, pengadaan, penggunaan, maupun pemeliharan,” ujarnya. (ska/syn/jpgrup)

Advertisements

May 23, 2017 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: