Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Siti Aisyah, Setelah Sujak Motor Kini Selingsing

Kisah Inspiratif Warga Batam

Keikhlasan, rendah hati, serta kesabaran luar biasa-lah yang membuat Siti Aisyah bisa menjejak sukses seperti saat ini. Simak kisahnya.

AGNES DHAMAYANTI

Wanita Islam Kepri, Himpunan Pengusaha Muda (Hipmi Peduli) Kepri, Muslimat Nahdlatul Ulama dan Asosiasi Muslimah Pengusaha Indonesia (Alisa Khadijah) adalah sederet organisasi perempuan yang menjadi tempat Siti Aisyah mengabdi.

Siti Aisyah, F Pribadi Siti Aisyah

Tak hanya itu, pada 27 Mei 2017 lalu, Siti terpilih menjadi Ketua Umum Paguyuban Selingsing (Senayang, Lingga dan Singkep) kota Batam. Padahal dulu Siti hanya dari keluarga sederhana. Ayahnya hanya seorang nelayan asli Melayu, ibunya yang asli Tionghoa mencoba merajut hidup dengan berdagang. Tapi kini ia menjadi sosok perempuan yang membanggakan bagi keluarga besar almarhum H Zahari bin Machmud dan Maharah binti Ali.

Awalnya, bermodal ijazah SMKK Jurusan Kecantikan, Siti hijrah ke Batam. Niatnya hanya satu, merantau, mencari pekerjaan, sambil membuka salon di rumah.

“Sejak ibunda Maharah meninggal, saya sudah tidak lagi tinggal di Sungai Buluh Dabo Singkep,” kata Siti di kantornya Sujak Motor di Ruko Taman Niaga, Batam Center.

Selanjutnya Siti sekolah di SMKK Negeri di Tanjungpinang. “Karena saya pikir nantinya saya bisa usaha sendiri membuka salon kecantikan. Jadi ngak perlu melanjutkan ke perguruan tinggi,” jelas wanita kelahiran Lingga tahun 1973 ini.

Berdagang bagi Siti bukanlah hal baru. Sejak SD ia sudah diajar berdagang oleh ibunya. “Ibu saya orang Cina, dia menurunkan bakat jualan untuk kami. Apa saja pernah saya jual. Baju, jilbab, aksesori di DC Mall. Setiap ada bazar saya ikut di beberapa mall. Bahkan bedak yang saya pakai juga bisa jadi barang dagangan,” ujar Siti tersenyum.

Ternyata, Siti tak ingin hanya jago jualan, ia juga menjajal dunia lain. Suatu saat seorang temannya menawarkan pekerjaan di bengkel yang baru saja buka. Tawaran itu langsung dia terima untuk cari pengalaman. Kebetulan yang dibutuhkan bagian administrasi. Continue reading

July 31, 2017 Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar | Leave a comment

Luluskan Ratusan Operator Radio Elektronik

Kisah Inspiratif Warga Batam: Azharsyah

Lembaga Pendidikan (Lemdik) Indorad Foundation telah mendidik dan meluluskan ratusan pelaut untuk mendapatkan Sertifikat Radio Elektronik dan Operator Radio (REOR). Keberhasilan Indorad tidak lepas dari tangan dingin dan kepiawaian Azaharsyah Lubis yang menjadi pembina Indorad sejak 2010 lalu.

SUPRIZAL TANJUNG, Batam

Bagi seorang pelaut, kebutuhan Sertifikat REOR atau General Operator Certificate (GOC) Global Maritime Distress & Safety System (GMDSS) adalah satu keharusan.

Suprizal Tanjung (penulis, tengah), Azharsyah (kanan, kemeja putih) di Pusat Informasi  Haji (PIH) Batam Centre, Kamis (10/10/2012). F Suprizal Tanjung

‘’Berbekal pengalaman, instruktur dan peralatan lengkap yang kita miliki, kepercayaan masyarakat terhadap Indorad semakin meningkat,’’ papar Azaharsyah saat Ujian Negara (UN) REOR angkatan ke XX tahun 2017 di Hotel The Hills, Jalan Teuku Umar, Nagya, Batam, Rabu (26/7/2017).

Pelaut yang menjadi peserta pelatihan papar Azhar, berasal dari Singapura, Malaysia, Sulawesi, Kalimantan, Ambon, NTB, NTT, Medan, Padang, Riau, Kepri, dan Jawa. Ini artinya, lemdik yang awal beroperasinya hanya diikuti kurang dari sepuluh peserta, kini telah meningkatkan menjadi belasan sampai puluhan peserta.

Semua sukses story ini tak langsung dikecapi Azhar. Banyak tantangan yang sempat menghadang. Namun, berbekal optimism di dada, Azhar terus melangkah. “Tahun 2010, orang umum belum begitu mengenal GOC GMDSS,” ungkapnya.

Azhar harus datang dari satu kantor ke kantor lain. Dari satu pelaut ke pelaut lain untuk mengenalkan keberadaan Indorad dan betapa pentingnya belajar GMDSS di Indorad. Sayangnya, yang mau belajar relatif sedikit dibandingkan dengan banyaknya pelaut di Kepri. Perlahan, pelan tapi pasti, sosialisasi terus dilakukan. Hingga akhirnya, Indorad makin dikenal dan dipercaya seperti sekarang.

Indorad adalah perpanjangan tangan Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo). Kehadiran Indorad banyak membantu ratusan pelaut Kepri, Singapura, Malaysia, dan nasional untuk mendapatkan sertifikat REOR atau GOC GMDSS. Pelaut Kepri dan sekitarnya cukup datang ke Indorad, Batam. Belajar di Indorad jelas lebih murah, mudah, dan cepat dibandingkan belajar di Jakarta yang pasti akan naik pesawat, naik taksi, menginap di hotel, makan di restoran, dan lainnya. Continue reading

July 31, 2017 Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar | Leave a comment