Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Jual Pintu Bekas, Pelanggannya Orang Bule

Kisah Inspiratif Warga Batam: Enizal

JAMIL QASIM, Batam

Mencari pintu rumah dengan kualitas kayu terbaik tak mesti harus baru. Pintu bekas eks Singapura ternyata kualitasnya lebih bagus dan harga bersahabat.

Enizal. F Jamil

Enizal, 52, sudah menggeluti bisnis pintu eks Singapura sejaka 1991. Saat itu, usahanya masih di Bengkong Seken.Namun kerena terkena penggusuran di Bengkong Seken, ia bersama ratusan pedangan seken lainnya direlokasi di Komplek Pasar Cik Puan, Seipanas. “Sejak 2002 kami sudah pindah berjualan pintu bekas Singapura di sini. Dan Alhamdulillah usaha terus berkembang,”
ungkapnya.

Rata-rata konsumen yang datang ke tempatnya, memang betul-betul mencari barang yang berkualitas, karena kayunya betul-betul bagus, belum lagi hasil kerjanya bagus, rapi, mulus. Tak seperti hasil kerjaan lokal yang masih kasar.

“Saya bisa jamin kualitas pintu yang kami jual ini jauh lebih bagus dari pintu baru yang dijual di Batam. Bahkan kalau soal ketahanannya bisa dibilang bandingannya tiga kali lipat,” jelasnya.

Adapun jenis pintu yang ditawarkan ke konsumen pun bervariasi. Kalau untuk satu daun biasanya ia jual mulai dari harga Rp200 ribu hingga Rp800.000.

“Kalau satu daun harga paling tinggi kita jual hanya Rp800 ribu, sementara yang pintu baru harganya tertinggi bisa Rp2 jutaan, sementara soal kualitasnya kita lebih bagus. Sedangkan untuk dua daun biasanya kami jual Rp1.800.000,”
terangnya.

Selain soal harga dan kualitas, ia juga memberikan garansi dan service hingga ke pemasangan.

“Kita pada prinsifnya tak mau merepotkan konsumen. Jadi konsumen datang ke tempat kami tinggal bawa ukurannya, kita bisa tempa lagi dan langsung pesangan kunci dan lainnya,” jelas pria asal Sumatera Barat ini.

Usahanya yang digelutinya ini, sebulan ia mengaku bisa menjual sampai 150 pintu. Dan rata-rata konsumennya meminati pintunya yang harga Rp800 ribu. Untuk memasarkan usahanya, selain dari mulut ke mulut ia juga berkerja sama sejumlah tukang kayu di Batam. Bahkan, ia juga menerima orderan hingga keluar Batam. Ia juga banyak jual ke Tanjungpinang, Lobam. Bahkan sampai ke Anambas. Khusus yang ke Anambas, pelanggannya justru orang bule.

“Pelangganya ini khusus memesan ke tempat kami untuk bikin resort, dan pintu dipesan di sini. Selain itu, konsumennya juga ada dari Barelang yang juga buka resort.Ia langsung pesan ke tempatnya karena mereka sudah tahu barang yang ada di sini kualitasnya bagus,” ungkapnya.

Meski prospeknya tetap menjanjikan di tengah krisis global saat ini, namun ia juga mengeluhkan soal susahnya barang masuk dari Singapura. Selain barangnya susah masuk, ongkosnya naik dari biasanya.

“Sekarang satu kontainer biayanya Rp36 juta, padahal sebelumnya hanya Rp32 juta per
kontainer. Sebulan saya hanya bisa ambil dua kontainer,” jelasnya.

Untuk itu, ia berharap ke depan pemerintah bisa memberikan pengecualian bagi Batam soal pasokan barang dari Singapura. Sekarang daya beli susah, tapi pedagang terus dipersulit. Untuk itu, ia berharap betul-betul pemerintah bisa turun langsung kebawa melihat kondisi ekonomi saat ini.
(jaq/ser)

Advertisements

October 6, 2017 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this: