Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Darul Ihsan Cinta Keberagaman

Erizal: Bekali Anak Didik dengan Agama dan Moral yang Baik

SUPRIZAL TANJUNG, Batam

SUKU boleh berbeda-beda, agama boleh tidak sama. Perbedaan tadi jangan membuat  kita terkotak-kotak. Semua harus bersatu dalam kebersamaan. Bhineka Tunggal Ika.

DR Drs Erizal Abdullah MH di Yayasan Abdul Dhohir, Tiban Asri, Kelurahan Patam Lestari, Sekupang, Minggu (5/11/2017). F Suprizal Tanjung

‘’Jangan sampai kita terpecah belah karena perbedaan suku bangsa,’’ sebut Kepala Kementerian Agama Kota Batam, DR Drs Erizal Abdullah MH saat memberikan amanat sebagai  inspektur upacara HUT ke 89 Sumpah Pemuda di Sekolah Darul Ihsan, Tanjungsengkuang, Sabtu (28/10/2017).

Ketika itu, Erizal berpesan agar orang tua, guru tetap menjaga dan membeli anak-anaknya dengan agama, budi pekerti yang baik. Ini sejalan dengan program dan keinginan Pemko Batam  untuk menjadikan Batam sebagai Kota Madani, serta Batam kota wisata.

Erizal yang pertama kali menghadiri satu acara sejak menjadi Kemenag Kota Batam sekitar bulan lalu itu menambahkan, Batam nantinya akan semakin hidup, terlebih akan dibukanya penerbangan langsung dari Korea ke Batam. Ini akan berpengaruh terhadap perekonomian dan budaya. Namun demikian, jangan sampai kehadiran bangsa lain membuat budaya dan agama lokal jadi tersingkir atau terkontaminasi. Guru dan orang tua harus mewaspadai ini. 

Upacara Hari Sumpah Pemuda ini diikuti 390 anak didik terdiri dari 50 anak Taman Kanak Kanan (TK) Darul Ihsan, 200 murid Madrasah Ibtidaiyah (MI) Darul Ihsan, 90 siswa Madrasah Tsanawiyah (MTS) Darul Ihsan, dan 50 siswa Madrasah Aliyah (MA) Darul Ihsan. Menariknya, semua pelaksana upacara mulai dari  pengibar benderah merah putih, pemain berbagai alat musik, peserta yang menggunakan pakaian daerah, dan sebagainya dilaksanan siswa-siswi Darul Ihsan.

Hadir dalam kesempatan itu, tokoh agama Tanjungsengkuang, tokoh masyarakat Tanjungsengkuang, Kadid Dikdasmen Pengurus Yayasan Pendidikan Darul Ihsan Batam, dan lainnya.

Sementara itu, Sekretaris Umum (Sekum) Yayasan Pendidikan Darul Ihsan Batam, Massiara Alia SE menambahkan, kepercayaan masyarakat Tanjuangsengkuang dan sekitarnya kepada sekolah Darul Ihsan tidak diragukan lagi. Semua ini bisa  dilihat dari semakin bertambahnya jumlah siswa-siswi yang masuk di TK, MI, MTs, MA Darul Ihsan. Kurikulum pendidikan yang diajarkan di Darul Ihsan adalah perpaduan pendidikan umum yang mengacu kepada standar nasional dari Kemenag, dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Massiara yang juga Kepala MA Darul Ihsan menyebutkan, di sekolah ini selalu ditekankan kebersamaan, saling menyayangi dalam artian positif, serta menghomati orang lebih tua. Tujuan dari semua ini adalah, agar sejak dini tertanam sifat-sifat positif. Dengan demikian, ketika siswa-siswi tamat dari Darul Ihsan, telah memiliki bekal pendidikan umum, pendidikan Islam, serta akhlak yang baik.

Massiara mengaku, hampir semua suku ada di sekolah Darul Ihsan. Sangat beragam. Keberagaman ini menjadikan Darul Ihsan menjadi lebih heterogen dengan berbagai bahasa daerah, dan perbedaan lainnya. Namu semua sangat mencintai kebergamanan tersebut.

Kepala TK Darul Ihsan, Husniar SPdi dan Kepala MI Darul Ihsan, Rosminah SPdi, menyebutkan, mereka setiap tahun mengadakan kegiatan ini. Agar meriah, anak didik di Darul Ihsan menggunakan pakaian adat dari berbagai daerah se Indonesia.

Wakil Kepala Kurikulum MA Darul Ihsan, Kawati SAg mengatakan, siswa-siswinya sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Hal ini dapat dilihat dari kebanggaan dan semangat mereka  menggunakan pakaian adat masing-masing daerah.

Dalam memeriahkan kegiatan ini, Kepala MTs Darul Ihsan, Agus Jaelani SPdi menambahkan, anak-anak TK mengikuti Lomba Kebersihan Lingkungan, Lomba Cerdas Cermat. Kemudian siswa-siswi MI dan MTs mengikuti Lomba Bola Voli. Sedangkan siswa MA mengikuti lomba Putsal.

Siswa-siswi yang memenangkan perlombaan, kata Agus, akan mendapat hadiah berupa piala tetap, tropi penghargaan, dan uang pembinaan. Khusus uang pembinaan, menurut Agus memang jumlahnya tidak begitu banyak. Uang pembinaan diberikan tidak lebih sebagai bentuk penghargaan, sekaligus memotivasi anak didik agar selalu ingat perjuangan para pahlawan dalam membela dan meraih kemerdekaan. ***

Advertisements

October 30, 2017 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this: