Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Politeknik Batam Menuju PendidikanVokasi di Abad XXI

Logistik, Digital Economy, Industri 4.0, Mold & Dies, Aircraft Maintenance

POLITEKNIK Negeri Batam berbenah, pendirian program studi baru, penyesuaian kurikulum, penyediaan peralatan praktek. Juga kemitraan dengan industri, guna menyelenggarakan pendidikan vokasi yang diperlukan di abad ke-21. Ini semua dilakukan untuk menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang kompetitif, baik di tingkat Kepri, nasional, dan mancanegara.

SUPRIZAL TANJUNG, Batam

‘’Ada banyak program akan diselenggarakan, yaitu logistik, digital economy, industri 4.0, mold & dies dan aircraft maintenance,’’ sebut Direktur Politeknik Negeri Batam, Dr. Priyono Eko Sanyoto di kampus Politeknik, Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Teluk Tering, Batam Kota, Batam, Rabu (24/1/2018).

Kampus Politeknik Negeri Batam di Batam Kota. F, Suprizal Tanjung

Bidang logistik dikembangkan untuk mendukung Batam sebagai salah satu pusat logistik di Indonesia. Sedangkan bidang digital economy untuk menindaklanjuti arahan Presiden Jokowi yang ingin menjadikan Batam sebagai jembatan digital antara Singapura dan kota-kota digital Indonesia lainnya.

Industri 4.0, yaitu revolusi industri generasi keempat, juga akan dikembangkan. Industri 4.0 adalah penerapan cyber-phisycal system di lantai produksi manufaktur, sehingga setiap bagian mampu mengambil keputusan secara terdesentralisasi. Industri 4.0 melibatkan cloud computing, internet of things, dan sarana produksi.

Ketiga unsur itu diterapkan dalam industri manufaktur. Selain meningkatkan produktifitas kerja, efisiensi pekerjaan, dan remote system merupakan unggulan dari konsep industri 4.0. Ini secara langsung akan menekan biaya produksi dan bisa memprediksi berbagai kemungkinan kegagalan yang akan terjadi dalam proses produksi. Pada akhirnya, produk dari industri 4.0 akan mempunyai nilai tambah dari sisi kecepatan, ketepatan, serta harga jual kompetitif.

Bidang mold & dies akan menghasilkan lulusan dengan keahlian tool maker yang sangat dibutuhkan industri di Batam. Bidang aircraft maintenance dikembangkan untuk mendukung Batam yang telah ditetapkan sebagai pusat industri Maintenance Repair & Overhaul (MRO-perawatan pesawat udara) Indonesia wilayah barat.

Eko yang menyelesaikan S2 dan S3 di Prancis ini melanjutkan, seluruh program di atas akan dilaksanakan dengan pola 3-2-1. Kurikulum 3-2-1 secara teknis berlaku khusus untuk pendidikan tinggi vokasi. Di dalam kurikulum 3-2-1 ini, mahasiswa akan melaksanakan perkuliahan reguler di kampus selama 3 semester, dilanjutkan pada 2 semester berikutnya kerja di industri. Dengan memberikan pengalaman sebenarnya di industri lebih dini, diharapkan nantinya lulusan Politeknik akan lebih siap bekerja dan lebih kompetitif.Lalu di 1 semester terakhir, mahasiswa kembali ke kampus guna menyusun laporan dan menyelesaikan beberapa mata kuliah tersisa.

Kurikulum 3-2-1 untuk program industri 4.0 dan mold & dies akan diselenggarakan di kampus baru di Sekupang. Tiga jurusan pendukung, Teknik Mesin, Teknik Elektronika, dan Informatika, akan bergabung di satu lokasi. Keberadaan sarana produksi manufaktur dan mitra industri, baik kecil, menengah, maupun besar, akan menjadikan kampus di Sekupang sebagai sebuah Teaching Factory. Beberapa industri yang telah bersedia berpartisipasi adalah PT. YPTI (Yogyakarta), PT. FAST (Batam), PT. Octagon (Batam), dan beberapa perusahaan lokal Batam lainnya. Sedang penyelenggaraan kurikulum 3-2-1 untuk aircraft maintenance dan digital economy, Politeknik akan bermitra dengan Batam Aeroteknik dan Nongsa Digital Park.

Menariknya kata lelaki kelahiran Tenjungpandan, Provinsi Bangka Belitung, 30 Juni 1957 yang lalu, selain membantu penyusunan kurikulum magang setahun, industri mitra juga terbantu oleh keterlibatan mahasiswa. Industri mitra juga diberi kesempatan menyeleksi mahasiswa peserta, sehingga memberikan kemudahan bagi rekruitmen calon pekerjanya. Semua kegiatan bersama industri mitra didasari oleh Memorandum of Understanding (MoU) maupun Memorandum of Agreement(MoA).

Selama melaksanakan praktik industri 1 tahun ini, mahasiswa Politeknik akan mendapatkan asuransi kesehatan. Politeknik yang hadir di Kepri sejak tahun 2000 itu, juga akan melaksanakan monitoring terhadap aktifitas mahasiswa. Tujuannya, agar program ini berjalan sesuai dengan target maksimal yang ingin dicapai lembaga pendidikan negeri pertama di Kepri (Politeknik, red) tersebut.

MoU 3:2:1: 04/MOU.PL29/I/2018 telah dilakukan antara Priyono Eko Sanyoto dengan Petrus Tedja Hapsoro, Managing Director PT. Yogya Presisi Tehnikatama Industri Batam, Kamis (15/1/2018). (sta)

Advertisements

January 25, 2018 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: