Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Perbaiki Kulkas, Dapat Rumah dan Mobil

Kisah Inspiratif Warga Batam: Khairunas

KHAIRUNAS hanya membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk memperbaiki kulkas. Satu hari bisa menyelesaikan 20 unit kulkas. Hasilnya, kantong Khairunas tak pernah kempes, bahkan bisa membeli rumah dan satu unit mobil.

SUPRIZAL TANJUNG, Batam

Pada tahun 1994, Khairunas yang akrab dipanggil Nat bekerja di satu tempat penjualan kulkas bekas di Bengkong Seken. Lama di rantau, lelaki ini pulang ke Kampar tahun 2001. Rencanyanya mau membuka usaha perbaikan kulkas sendiri. Namun di Kampar malah ketemu jodoh wanita sekampung dan langsung menikah. Usai mengikuti sunah Nabi Muhammad SAW, usaha perbaikan kulkas dimulai.

Khairunas di Tanjungsengkuang, Batam, Rabu 20 Desember 2017. F Suprizal Tanjung 

‘’Mungkin karena pengetahuan saya masih kurang maksimal, hasilnya kurang baik. Banyak pelanggan komplen,’’ sebut Khairunas yang akrab dipanggil Nat itu di kawasan antena RCTI, Selasa (26/12/2017).

Lelaki kelahiran Kampar 3 April 1974 ini menambahkan, untuk mencari solusi dari masalah tersebut, dia ikut kurus perbaikan kulkas selama tiga bulan. Di sana dia mendapat banyak informasi, tentang teknik mesin secara teori. Yang kurang selama ini adalah pengetahuan teori. Dia kurang mengetahui, apa nama alat, dan apa guna alat tersebut.

Anak bungsu dari tiga bersaudara ini melanjutkan, tahun 2004 dia kembali datang ke Batam. Usaha perbaikan kulkas dan mesin cuci kembali dijalani. Kali ini bekerja sama dengan seorang kawan. Sistem bagi hasil dilakukan. Pada saat itu, dia juga membuka sendiri usaha perbaikan ini di Batuaji selama dua tahun. Begitu dirasa sudah siap dan mampu. Nat lalu membuka usaha sendiri di kawasan antena RCTI Tanjungsengkuang Jalan Tamaletea pada tahun 2006. Terakhir dia pindah lagi, tapi masih di kawasan yang sama dengan sewa kios Rp 10 juta per tahun. Nama usahanya Edy Utama. Kata Edy diambil dari nama panggilan anak keduanya Runeldy.

Lelaki yang berpendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) ini menyebutkan, sangat menyenangi usaha jasanya ini. Bagaimana tidak. Kerjanya tidak berat. Bisa keliling kota Batam. Hasilnya juga tidak sedikit. Tahun 2013 dia bisa membeli rumah secara kredit di Tiban sekitar Rp 150 juta. Di tahun yang sama, satu unit mobil Pick Up Daihatsu dibeli seharga Rp 108 juta. Untuk mendapatkan penghasilan tambahan, mobil itu kini disewakan. Penghasilan dari jasa ini relatif besar. Dari hasil jasa ini juga dia bisa membiayai anak pertamanya kelas II SMA, anak kedua di kelas VI SD, dan anak ketiga yang masih berusia lima tahun.

Bapak tiga anak lelaki semua itu mengakui, dalam satu hari dia bisa memperbaiki 20 unit kulkas. Biayanya antara Rp 200 ribu sampai Rp 250 ribu, serta dua unit pengisian preon kulkas dengan harga per unit Rp 200 ribu sampai Rp 250 ribu. Untuk mencat badan (body) depan kulkas Rp 150 ribu, dan Rp 300 ribu untuk seluruh badan kulkas. Biaya cat akan semakin mahal kalau pelanggan meminta warna cat khusus, yang tidak ada di tempat usaha. Jika sedang panen pelanggan, dalam satu hari, dia bisa mengantongi uang Rp 5,6 juta. Sebulan tentu lebih banyak lagi.

Saat perekonomian masyarakat Batam masih stabil antara tahun 2000-2016, dalam satu hari bisa terjual sepuluh unit kulkas dengan harga Rp 700 ribuan sampai Rp 2 juta lebih. Kini hanya hanya terjual 1-2 unit kulkas sebulan.

Kulkas dan mesin cuci tersebut papar Nat, dibeli di Singapura seharga 1.500 dolar Singapura. Dengan uang sebanyak itu, dia mendapat sekitar sepuluh unit kulkas dan mesin cuci. Pembelian dilakukan seminggu dua kali. Jika terjadi kendala, proses masuknya kulkas ‘’diganggu/ terganggu’’ biasanya bos di Singapura mengetahui. Kerugian akibat gangguan tadi biasanya akan ditanggung berdua. Artinya, bos dan Nat sama-sama bahagia saat mendapat untung. Tapi juga sama-sama menanggung risiko saat ada gangguan, kerugian dalam memasukkan barang dari Singapura ke Batam. Cukup fair dan menyenangkan kedua belah pihak.

Guna memuaskan pelanggan dan calon pelanggan, Nat tidak segan meninggalkan kiosnya untuk memperbaiki kulkas sampai ke Batuaji, Belakang Padang, Barelang, dan jemabatan enam Barelang. Pernah juga dia dipanggil pelanggan sampai di Tanjunguban, Kabupaten Bintan. Ongkos kapal dan lainnya ditanggung pelanggan. Untuk pergi jauh seperti di Barelang, dia meminta biaya bensin Rp 100 ribu. Jadi tak jadi perbaikan kulkas, uang bensin tadi harus ditanggung pelanggan. Sampai sekarang, pelanggan tidak keberatan memberikan uang bensin, di luar biaya perbaikan.

Khusus di daerah Barelang papar Nat, dia punya pengalaman unik. Saat tiba di rumah pelanggan, rupanya kulkas tidak rusak. Hanya tegangan listrik yang rendah. Sesuai perjanjian. Pelanggan hanya membayar uang bensin. Tidak lebih. Bagi Nat, hal seperti ini sudah risiko. Pastinya, uang dapat, bisa pula jalan-jalan ke Barelang tanpa mengeluarkan biaya.

Apakah ada pantangan dalam bekerja? Pernah memperbaiki kulkas pelanggan di Duta Mas Batam Kota di malam hari, membuat dia pernah dicurigai mencuri isi rumah pelanggan. Akibanya, dia harus ditanya-tanya dan menginap di kantor Poltabes selama satu malam. Karena tidak terbukti bersalah, Nat pun diizinkan pulang ke rumah. Kejadian itu sangat membekas di hati dan pikirannya. Mulai detik itu, Nat tidak mau lagi melayani perbaikan di malam hari. Ini dilakukan untuk menghindari fitnah.

‘’Kita mencari rezeki halal bukan dengan cara buruk. Uang dicari, meski begitu, harga diri dan keselamatan tidak boleh diabaikan,’’ papar Nat. ***

Advertisements

February 19, 2018 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: