Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Kedokteran Uniba Gandeng Dermatolog Belanda

Prof. Dr. Ir. Jemmy Rumengan S.H. S.E. M.M. : Kita Siapkan Alumnus Level Global

FEBRUARI 2018 ini, Universitas Batam (Uniba) membuat catatan terbaik kedua yaitu dengan mendatangkan dan menggandeng doktor asal Belanda, Dr. dr. Jenny PHEN menjadi dosen kehormatan Fakultas Kedokteran (FK) Uniba.

SUPRIZAL TANJUNG, Batam

Akademisi asal Indonesia dan telah puluhan tahun tinggal di Negeri Kincir Agin itu telah diminta dan setuju memperkuat sistem pendidikan dan proses Tri Dharma Perguruan Tinggi di Uniba. Jenny adalah dosen di Erasmus University Rotterdam, Belanda, dan Leiden University, Belanda (The Netherland Mediseh Specialist Consultan de Zorgpraktijk Avenue Carnisse for Dermatolie en Plasthice Chirurgie Barendrecht Dermalink Nederlands). Jenny ahli dermatolog (penyakit kulit), fleblologi, venerolog, plastic surgery (bedah plastik, red).

Berita: Kedokteran Uniba Gandeng Dermatolog Belanda di Batam Pos, Minggu (25/2/2018). F Suprizal Tanjung

Kehadiran Jenny, akan semakin mengukuhkan posisi Uniba sebagai perguruan tinggi swasta (PTS) terbesar di Kepri yang mempunyai konsep pendidikan nasional bahkan global.

‘’Karena permintaan kawan baik saya, Pak Prof Dr Ir Jemmy Rumengan SH SE MM, saya bersedia ikut membantu, membangun sistem dan proses pendidikan di Uniba,’’ sebut Jenny PHEN di kampus Uniba, baru-baru ini.

Apalagi sebut Jenny, Indonesia adalah negara asalnya, sebelum kemudian tinggal, menetap, serta mengabdi pada bidang kesehatan di kerajaan Belanda. Jenny ingin, dalam kehidupannya, intelektualnya tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat internasional, terutama Belanda. Dia ingin, masyarakat asal nenek moyangnya, yaitu Indonesia bisa mendapat manfaat dari ilmu pengetahuan yang dimilikinya.

Sementara itu, Prof Dr Ir Jemmy Rumengan SH SE MM yang juga Ketua Pengawas Dewan Yayasan Griya Husada Batam menyebutkan, Dr. dr. Jenny PHEN siap menjadi dosen kehormatan di Uniba. Trasfer iptek dan berbagai pengalaman bidang kesehatan di Belanda akan diberikan Jenny kepada mahasiswa Uniba. Bersama Uniba, Jenny akan turun menggelar kegiatan bakti sosial, mengadakan operasi bibir sumbing, operasi katarak yang digelar Uniba.

Kehadiran Jenny, juga sebagai tindak lanjut atas kerja sama dan kedatangan mantan Direktur Rumah Sakit (RS) Erasmus University Rotterdam – Rotterdam, Netherlands (Belanda, red), Drs Bert G Aukema MBA ke di Uniba, Batam Sabtu (25/5/2015) lalu.

Jemmy menambahkan, Jenny adalah tokoh level internasional kedua yang didatangkan Uniba pada Februari 2018 ini. Sebelumnya, Uniba telah sukses mendatangkan tokoh agama level internasional, ustaz Abdul Somad Lc MA di Gedung Serba Guna, Uniba, Selasa (6/2/2018).

Lelaki yang memiliki pergaulan luas ini terus melakukan terobosan. Salah satu bukti keandalan dan nilai plus yang diberikan Uniba adalah dengan terus mendatangkan tokoh-tokoh nasional, internasional. Tokoh tadi bisa akademisi, politisi, polisi, TNI, birokrat, dan lainnya. Tokoh tadi memberikan kuliah umum, dan berbagai bentuk pendidikan lainnya bagi para mahasiswa, serta civitas akademika Uniba. Kehadiran tokoh nasional dan internasional itu sekaligus menjadi bentuk nyata Tri Darma Perguruan Tinggi.

Beberapa tokoh yang didatangkan seperti: Wakil Mendiknas, Prof Fasli Jalal Kuliah Umum memberikan kuliah umum dengan tema Pembentukan Character Building di Uniba, Batam, Jumat (6/1/2012).

Dosen School of Manajement Universiti Sains Malaysia (USM) Prof DR Azizah Omar sekaligus menjadi Key Note Speaker dalam Seminar Internasional, Percepatan Pembangunan Daerah Berbasis Nilai Lokal Provinsi Kepulauan Riau, di alula kampus Uniba, Jumat (9/3/2012).

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Drs Budi Waseso SH sekaligus memberikan kuliah umum di Uniba, Jumat (6/1/2017).
Presiden Direktur PT Pertamedika Indonesia Healthcare Corporation (IHC), Dr Dany Amrul Ichdan SE MSc dan menggelar orasi ilmiah saat Wisuda ke-14 Uniba tahun 2016/ 2017 di aula serba guna Uniba, Batam Kota, Batam, Sabtu (18/11/2017).

Wali Kota Batam, HM Rudi SE, Gubernur Kepri, Dr. H. Nurdin Basirun, S.Sos, M.Si. pada Sabtu (18/11/2017).

Jemmy memang bisa disebut akademisi yang lasak dengan berbagai terobosan Tak salah bila mantan Koordinator Kopertis X (meliputi wilayan Sumatera Barat, Kepri, Riau, dan Jambi), Prof DR Damsar MA pada Senin (10/10/2011) lalu menyebutkan, Jemmy adalah aset Provinsi Kepri, dan nasional. Jemmy dinilai sebagai sosok yang inovatif, bisa membuat terobosan yang susah dilakukan orang lain, mengerti persoalan administrasi, dan memahami hal-hal kecil tapi menentukan dalam sebuah perjuangan. Terutama membesarkan pendidikan di Kepri.

‘’Kita salut dengan berbagai terobosan yang dilakukan Pak Jemmy. Dan itu harus kita hargai secara positif,’’ papar guru besar di Unversitas Andalas ini.

Jemmy yang banyak membina Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Organisasi Masyarakat (Ormas) menambahkan, kerja sama Uniba dengan mendatangkan akademisi, tokoh agama, birokrat, polisi level nasional dan internasional tersebut sebagai bukti kecintaan mereka terhadap peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) di Kepri. Tokoh nasional dan internasional diminta mentransfer ilmu pengetahuan teknologi, wawasan, cara pergaulan elit kepada para civitas akademika Uniba, tanpa terkecuali.

Jemmy yang memiliki pergaulan dari pengusaha, birokrat, politikus, Polisi, dan TNI tersebut mengakui, tokoh-tokoh tadi bisa disebut sebagai dosen kehormatan bagi civitas akademika Uniba. Mahasiswa Uniba bukan lagi disiapkan bermain dan berkompetisi di level Kepri, nasional, tapi global, internasional. Upaya ini juga sejalan dengan letak geografis Batam, Kepri yang berdekatan dengan negeri jiran, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Vietnam. Badan boleh loka, tapi wawasan melesat di level global.

Batam (kepri) papar Jemmy, ibarat ‘’gadis cantik’’ yang memiliki banyak pesona, berupa potensi kelautan, potensi darat, dan potensi SDM yang dibutuhkan NKRI, juga masyarakat internasional.

Kedekatan ini terkait dengan faktor ekonomi, ekspor, impor, ketenagakerjaan, dan kesehatan. Bila SDM Kepri andal, kompetitif, maka berbagai sektor kehidupan, termasuk sektor kesehatan akan diisi anak-anak Kepri. Dunia internasional, dan pemerintah pusat sudah saatnya full, sepenuh hati memberikan kepercayaan kepada SDM Kepri, anak-anak Kepri untuk memegang jabatan strategis di sektor kesehatan, birokrat dan jabatan penting lainnya.

Ini juga penting untuk menghindari dualisme kepemimpinan antara Badan Pengusahaan (BP) Batam dan Pemko Batam dalam mengelola investasi dan membangun daerah industri ini sesuai dengan kultur (budaya) Negeri Melayu. Keberhasilan Batam di sektor kesehatan dan lainnya, akan menjadi role mode demi kerberhasilan sektor yang sama di provinsi lain se Indonesia.

Mantan Rektor Uniba dua periode (2005-2009 dan 2009-2014) itu mengatakan, di tengah kelesuan ekonomi, dimana pertumbuhan ekonomi Kepri hanya 2 persen tahun 2017 lalu, perlu didukung akademisi, mahasiswa, para sarjana Kepri yang andal. Krisis dan kelesuan ekonomi tidak membuat anak-anak Uniba pesismistis. Kendala menjadi tantangan bagi Uniba untuk menghasilkan akademisi yang siap pakai, berdiri di tanah lokal, namun memiliki wawasan global. Serta siap menggarap, menggembangkan sektor kesehatan dan lainnya di Indonesia. Ribuan alumnus Kepri telah membuktikannya. Mereka dipercaya masyarakat dan kini memegang jabatan strategis di bidang politik, birokrat, ekonomi, TNI, Polisi, di berbagai daerah Indonesia.

Kepri memiliki lahan yang relatif luas, belum termasuk lautannya yang berisi jutaan biota laut berupa ikan dan terumbu karang. Darat dan laut tadi adalah potensi besar. Semua akan bisa mendatangkan devisa negara, sumber pemasukan, menjadi ladang Pendapatan Asli Daerah (PAD), pemasukan berbagai jenis pajak, pemasukan sektor wisata, serta Rumah Sakit-nya (RS) menjadi pusat rujukan kesehatan Kepri, nasional, dan internasional.

‘’Jujur saja. Saya sudah jenuh, bosan, bahkan sedikit kecewa mendengar ada warga Kepri, warga negara Indonesia yang berobat ke negeri Jiran di Malaysia ataupun Singapura,’’ papar Jemmy.

Kenapa? Menurut Jemmy, SDM kesehatan Kepri (Indonesia) tidak lah kalah dengan tenaga kesehatan luar negeri. Malah, beberapa dokter, dokter spesialis, perawat, mereka adalah orang Indonesia asli. Ini perlu menjadi catatan kita bersama. Ternyata, kita lebih mempercayai tenaga kesehatan, dan RS di luar negeri dibandingkan dengan SDM sendiri, serta fasilitas kesehatan yang dibangun anak bangsa sendiri.

Kepri sudah memiliki RS kelas nasional, bahkan internasional. Uniba sendiri tidak berpangku tangan dengan kebesaran dan potensi civitas akademis dan finansial yang mereka miliki. Mulai Uniba sedang membangun RS Pendidikan, Bunda Halimah. Dalam pelaksanannya, Uniba bekerja sama dengan Rumah Sakit (RS) Pertamina Pusat dengan target melahirkan pusat kesehatan yang berfungsi sebagai RS Pendidikan pertama di Kepri. RS Pendidikan ini untuk mendukung Fakultas Kedokteran Uniba sekaligus memberikan pelayanan lebih baik kepada masyarakat Kepri. RS Pendidikan Kepri ini berfungsi sebagai Pusat Kardios, Pusat Medical Check Up, Pusat Transplantasi Ginjal, Rehabilitasi (penderita stroke dan lainnya), dan Kedokteran Kecantikan.

Jemmy mengakui, Uniba, khususnya FK, semakin dipercaya masyarakat Indonesia. Terbukti mahasiswa FK didominasi dari luar Kepri. Mereka datang dari Sumatera Barat (Sumbar), Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), Jambi, Riau, Sumatera Selatan (Sumsel), dan Papua. Ironinya, hanya 5 persen saja, putra daerah Kepri yang masuk di FK Uniba.

‘’Sangat disayangkan, FK Uniba yang jelas-jelas milik masyarakat Kepri tidak dimanfaatkan putra-putri daerah. Mahasiswa FK Uniba justru banyak datang dari luar Kepri,’’ sesal Jemmy.

Hal ini tambahnya, perlu menjadi perhatian wali kota dan bupati se Kepri. Tenaga medis sangat dibutuhkan. Tak mungkin Kepri mendatangkan terus dari luar daerah. Wali Kota dan Bupati se Kepri bisa mengadakan kerja sama denga Uniba. Atau menyekolahkan putra daerah ke FK Uniba.

Bila ada kerja saja bupati dan wali kota se Kepri, ke depan, tidak ada lagi kota dan kabupaten di Kepri yang kekurangan tenaga medis. Sebab, putra daerah telah dikuliahkan bupati/ wali kota di Uniba. Begitu putra daerah lulus FK Uniba, sarjana tadi tidak akan keberatan pulang kampung membangun daerahnya. Putra daerah tidak akan lari, tidak alergi melihat kekurangan daerahnya. Kekurangan akan menjadi tantangan bagi putra daerah untuk mengubah daerahnya menjadi lebih baik. ***

Advertisements

February 26, 2018 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this: