Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Anies Tegas soal Corona

Oleh: Naniek S Dayang

Lama nggak ke Jakarta, ternyata situasinya di mana-mana tegang. Alhamdulillah Pak Anies keren banget dalam hal informasi dan penanganan soal Corona.

Pak Anies tak hanya menyampaikan dengan detail sebaran virus Corona di Jakarta, tapi tindakan tegas juga dilakukan yaitu menutup tempat -tempat rekreasi mulai besok, meniadakan car free day , menghimbau warga Jakarta utk tdk keluar rumah bila tidak ada urusan yg penting sekali, menghimbau perusahaan-perusahaan swasta utk busa bekerja dari rumah dll.

Pertama, menyangkut penyebaran Covid-19 ini, saya ingin sampaikan bahwa kami di Jakarta terus melakukan koordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan juga akan kita lanjutkan dengan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) untuk bisa menangani dengan baik

Dan apresiasi sekali kami sampaikan kepada bapak Presiden yang mendorong transparansi data atas kasus-kasus confirm positif, dan juga mendorong koordinasi dengan Pemerintah Daerah

Karena itu, kami berharap kepada Kementerian Kesehatan untuk menjalankan arahan bapak Presiden khususnya pada kecepatan dan transparansi atas hasil pengetesan pada orang-orang yang diduga memiliki atau terjangkit Covid-19

Ini memang perlu dilakukan secara cepat. Karena kita tahu, hari ini saja baru diumumkan tadi jumlahnya 69, dua hari yang lalu 34 (orang positif). Lompatannya cepat.

Kami di Pemprov DKI Jakarta perlu mengetahui siapa saja, di mana saja, sehingga kita bisa langsung melakukan tracing. (termasuk) beberapa hari yang sebelumnya, berkegiatan di mana saja dengan siapa saja, berkontaknya dengan siapa saja. Itu dikerjakannya oleh Dinas Kesehatan. Jadi Dinas Kesehatan kita selama beberapa minggu ini, itu yang dikerjakan terus, menjangkau setiap orang yang pernah berinteraksi, yang punya potensi, sehingga mereka dipantau, dites. Tapi kalau kita tidak melakukan itu dengan cepat, maka penyebaran menjadi lebih luas lagi

Karena itu kita berharap sekali bahwa arahan bapak Presiden untuk koordinasi dengan Pemerintah Daerah itu dilakukan juga dengan pengujian tidak dilakukan terpusat di Litbangkes saja, tapi juga bisa dilakukan di Jakarta.

Kami di Jakarta memiliki Labkesda DKI Jakarta. Itu statusnya BSL 2+. BSL 2+ itu artinya Bio Safety Level-nya dua plus. Bukan Bio Security, ini Bio Safety Level. Dan ini bisa menjadi laboratarium pendamping.

Tujuannya adalah begitu ada pribadi-pribadi yang harus diuji, kita bisa langsung uji, kita bisa langsung mendapatkan hasilnya karena dalam satu hari bisa selesai. Kemudian kita bisa langsung bisa mendeteksi di mana saja mereka, lalu langkah-langkah pengisolasian atau pembatasan pergerakan itu bisa kita kerjakan

Tapi bila pengujian memerlukan waktu yang lama, dalam masa itu pula pribadi-pribadi ini sudah berinteraksi dengan begitu banyak orang, penyebaran terjadi. Ketika konfirmasi positif hadir, dia sudah terlanjur berinteraksi dengan begitu banyak orang. Karena itu, kecepatan melakukan pengajuan penting. Transparansi itu penting. Dan orang-orang yang terlibat itu penting untuk tahu

Pelajaran penting buat Indonesia, buat Jakarta. Karena Malaysia transparan, maka kita mengetahui adanya orang yang positif di Malaysia, waktu itu warga negara Jepang. Dari situ kemudian diketahui dia dari Indonesia. Berinteraksi dengan orang Indonesia. Dari situ kita bisa melakukan tracing. Bila di Malaysia ditutup-tutupi, kita tidak tahu, maka kita tidak bisa mendeteksi ini semua.

Karena itu penting sekali untuk segera bisa dilakukan dan kami siap. Saya sudah mengirimkan surat (pengajuan lab uji tidak terpusat) kepada Menteri Kesehatan untuk ini, kita sedang menunggu keputusannya. Dan juga di Jakarta ada dua Lab lagi, ada Eijkman dan juga Lab Mikrobiologi Fakultas Kedokteran UI. Kami berharap, tiga-tiganya bisa dipakai.

Kenapa? Karena jumlah terbanyak dari yang confirm positif itu ada di Jakarta. Coba ditunjukkan gambarnya

Teman-teman, ini adalah sebaran kasus-kasus yang sekarang sedang diperiksa. Baik yang positif Covid-19, maupun yang sedang menunggu hasil. Sebarannya cukup luas. Beberapa hari yang lalu baru menyebar di wilayah Selatan. Hari ini sudah menyebar di semua tempat.

Kita tidak punya cukup waktu untuk menunggu. Kita memiliki kewajiban melindungi semua. Karena itu penting sekali bagi kita untuk bergerak cepat dan lebih cepat. Karena itu, akses untuk menguji harus dilakukan. Transparansi harus ada. Dari situ, perlindungan bisa dilakukan. Tanpa kecepatan, tanpa transparansi, kita sulit sekali untuk bisa mencegah terjadinya penularan.

= = = = =

Langkah-langkah yang akan dilakukan di Jakarta di hari-hari ke depan. Ini semua dalam kerangka melakukan yang biasa disebut sebagai Social Distancing Major. Dan Social Distancing Major ini sudah menjadi terminologi baku dalam persoalan Covid-19. Kami menyadari Social Distancing Major ini makin efektif bila kita mengetahui di mana saja orang-orang yang confirm positif Covid-19.

Ini dari gambaran ini sudah terbayang, bahwa hampir semua Kecamatan ada kasus sekarang. Maka saya akan sampaikan kepada seluruh masyarakat Jakarta untuk memprioritaskan kegiatan di rumah dan di pemukiman sekitar. Kurangi kegiatan di tempat-tempat yang ramai. Sebisa mungkin membatasi interaksi dengan kerumunan, dengan orang-orang banyak, tapi sebisa mungkin berkegiatan secara lebih terbatas. Ini dilakukan untuk mencegah kemungkinan terburuk penularan.

Jakarta tidak melakukan lockdown. Tetapi Jakarta meminta kepada seluruh warganya. Kami memberikan seruan kepada seluruh masyarakat, sebisa mungkin mengurangi kegiatan di luar rumah kecuali yang urgen, (seperti) belanja kebutuhan pokok, harus ada pemeriksaan medis, atau kebutuhan-kebutuhan penting lainnya. Bila tidak penting, bila tidak produktif, di rumah dulu. Ini perlu dilakukan untuk mencegah penularan

Lalu semua destinasi wisata dan tempat hiburan milik Pemprov DKI Jakarta akan ditutup selama dua minggu ke depan. Transportasi umum tetap berjalan. HBKB atau Car Free Day ditiadakan dua minggu ke depan.

Itu artinya kalau kegiatan di tempat wisata. Ancol tutup. Ragunan tutup. Monas tutup. Museum yang dipegang oleh Pemprov DKI Jakarta tutup. Tujuannya apa? Meminimalkan kegiatan warga di ruang-ruang terbuka yang penuh dengan warga.

Lalu pelayanan masyarakat tetap berjalan seperti biasa, baik Kelurahan dan Kecematan, kemudian Kantor Wali Kota, Balai Kota, Puskesmas, Rumah Sakit, semua berjalan seperti biasa.

Lalu kita juga sudah menyiapkan protokol untuk acara-acara di perkantoran, di perumahan. Kegiatan-kegiatan ibadah keagamaan, protokol-protokolnya kami siapkan dan kami akan sebarkan kepada seluruh masyarakat.

Kemudian bagi dunia usaha, kami meminta untuk mulai menyiapkan protokol kerja jarak jauh. Hari ini, belum ada arahan untuk kantor-kantor, stafnya bekerja dari jauh. Tapi dunia usaha harus mulai menyiapkan. Jika sampai kita harus melakukan kerja jarak jauh, maka sudah siap prosedurnya, sudah siap caranya.

Karena itu saya mengimbau kepada semuanya untuk mulai menyiapkan dari sekarang. Jangan sampai kita menghadapi situasi itu. Tapi bila itu terjadi, maka dunia usaha sudah siap (menjalankannya).

Kemudian, selama proses penutupan di tempat-tempat wisata dan hiburan milik DKI Jakarta. Kita akan melakukan dengan disinfektan ke semua fasilitas. Memastikan itu bersih. Kemudian kami juga perlu menyampaikan bahwa kegiatan-kegiatan yang tidak terlalu urgen, tidak terlalu penting, yang melibatkan pengumpulan orang banyak supaya ditunda atau dihentikan.

Itu secara garis besar update. Kami akan terus mengikuti arahan dari Pemerintah Pusat, arahan dari bapak Presiden. Dan kita berharap situasi ini kita bisa tangani dengan sebaik-baiknya dan terus kita bekerja sama dengan semua instansi yang terkait. Itu saja dari saya

= = = = = = =

TANYA JAWAB

(1)
Jika terjadi prediksi 6.000 kasus ada kemungkinan Wisma Atlet Kemayoran digunakan untuk fasilitas isolasi pasien?

Pertama, kita memang membuat simulasi karena kita ingin mengantisipasi kemungkinan terburuk. Saya sampaikan kemarin, kita tidak mau rileks. Kita lebih baik bersiaga sepenuhnya. Termasuk ada tempat-tempat yang sudah menjadi bahan pembicaraan

Saya berkomunikasi dengan jajaran Pemerintah Pusat tentang lokasi-lokasi yang mungkin bisa digunakan. Tapi sampai dengan saat ini, belum ada rencana penggunaan tempat untuk isolasi. Belum ada!

Jadi, belum spekulasi terlalu jauh sampai ke titik-titik tertentu seperti disebutkan tadi

(2)
Simulasi hingga tercapai angka 6.000 kasus itu seperti apa prosesnya?

Kemudian tentang 6.000. Ini bila situasinya terjadi terus, mungkin bisa terjadi begitu. Tetapi, kita tahu sekarang yang sedang kita kerjakan adalah sesegera mungkin mendapatkan informasi tentang orang-orang yang confirm positif, sehingga kita bisa melokalisir, supaya tidak mencapai angka yang tadi disebutkan. Jadi (capaian angka) itu bila kita tidak melakukan apa-apa. Karena itulah kenapa kita harus bergerak sangat cepat.

(3)
Dari peta yang tadi ditunjukkan, wilayah Jaksel menjadi titik konsentrasi terbesar. Itu kenapa bisa terjadi? Dan apakah data itu akan ditampilkan di situs resmi corona.jakarta.go.id?

Dari statistik yang ada, penularan yang tercepat adalah lewat kontak. Karena itulah, kalau menurut statistiknya, terjadinya kontak itu membuat potensi tertular meningkat 38 kali (lipat) daripada yang tidak melakukan kontak langsung. Itu sebabnya kalau terjadi di sebuah wilayah, maka orang-orang yang berinteraksi di wilayah yang sama, di situ terjadi potensi penularan. Jadi tidak mendadak di tempat lain. Itu sebabnya mengapa bergerak di sebuah wilayah.

Nah Jakarta Selatan adalah (wilayah) termasuk yang karena (pasien diketahui positif) awal di situ, beberapa kegiatan terjadi di situ. Mungkin rapatnya, makan malamnya, makan siangnya di kawasan itu. Maka potensi penularannya terjadi di situ.

Itu sebabnya kenapa penting bagi kita untuk tahu siapa (pasien positif dan lokasi tempat tinggal) di mana. Dari situ, kita bisa melakukan tracing (penyelidikan epidemiologi).

(4)
Bagaimana pengamanan di RS hingga kejadian pasien kabur itu terjadi?

Lalu terkait dengan kasus pasien di Rumah Sakit Persahabatan. Mengenai detailnya, biar nanti pihak Rumah Sakit saja yang menjelaskan. Tapi dari sisi kita, kami Pemprov DKI Jakarta banyak sekali cerita-cerita tentang bagaimana sulitnya mengajak yang sudah masuk dalam daftar Pasien Dalam Pengawasan untuk mau ke Rumah Sakit. Itu ceritanya banyak sekali.

Karena itu, saya mengimbau kepada semua. Bahwa kalau diduga memiliki potensi Covid-19, itu jangan merasa ini aib. Ini justru orang-orang yang akrab itu mudah tertular. Sering berpeluk. Sering menyapa, bersalaman. Jadi ini bukan sesuatu yang negatif. Tidak!

Jadi banyak petugas-petugas kita itu mengalami kesulitan ketika meyakinkan untuk membawa ke Rumah Sakit. Ceritanya banyak sekali. Karena itulah, kita melihat angkanya tinggi. Kemudian resistensinya kadang-kadang ada. Dan kami merasa sebagian dari mereka merasa kesulitan untuk mau mengikuti prosedur karantina karena takut kehilangan pekerjaan.

Itu sebabnya kami di Pemprov DKI Jakarta mengambil kebijakan untuk tidak memotong TKD. Dan kemarin saya sampaikan kepada dunia usaha, (untuk) bantu menyelamatkan Jakarta dan Indonesia dengan cara tidak memotong gaji karyawan yang diduga mengidap Covid-19, supaya dia mau ikut karantina. Itu salah satu masalah yang kita hadapi. Jadi kita berharap ini bisa kita selesaikan sesegera mungkin.

Jadi pesan paling utama bagi seluruh masyarakat Jakarta hari ini adalah lakukan Social Distancing Major. Lakukan itu. (setiap) Kegiatan, jaraknya dilakukan. Harus ada jarak, mungkin sekitar 1 meter antar orang. Kemudian kalau ada pertemuan, hindari bersalaman, jabat tangan, apalagi berpeluk dan bergantengan tangan. Kurangi itu. Karena potensi penularannya tinggi lewat kontak tubuh. Lalu tempat-tempat yang punya risiko tinggi, hindari. Begitu ya.

(5)
Kalau data tadi tersebar. Transparansi akan berdampak pada dunia usaha di tempat itu?

Sebetulnya begini. Begitu diperiksa, hari itu bisa langsung keluar hasilnya kok. Hasil pemeriksaan tidak perlu menunggu belasan hari, asal mau langsung diumumkan. Langsung diterima, langsung diproses, langsung diumumkan.

Karena itulah, kalau kita belajar dari banyak tempat. Kuncinya menyelamatkan adalah melakukan testing pada sebanyak (mungkin) orang yang dicurigai. Lalu mereka yang dicurigai atau diduga mau melakukan karantina secara sukarela. Itu cara paling aman. Karena inilah yang harus kita lakukan, mencegah penularan.

Nah soal transparansi ini penting, teman-teman, supaya pemerintah daerah di seluruh wilayah yang terindikasi ada kasus Covid bisa bertindak. Kami tidak bisa bertindak bila kami tidak tahu hasil pemeriksaannya. Dan kami baru bisa bertindak begitu dapat informasinya.

Itu sebabnya kalau kami nanti bisa melakukan di Labkesda, maka setiap potensi bisa kami cek, langsung kita tindaklanjuti.

(6)
Berarti Pemprov DKI Jakarta selama ini belum mendapatkan rincian berapa banyak pasien positif, dan di mana saja?

Bukan, kita mengetahui (hal tersebut) tetapi ada delay (jeda). Problem-nya bukan tidak tahu. (Kami) tahu tapi ada delay. Kita kirimkan sampelnya, ada proses, tunggu hasil, selama masa tunggu itu yang bersangkutan berinteraksi ke sana sini. Kita tidak punya dasar untuk mengatakan anda jangan pergi-pergi, gitu. Ini orang dalam pemantauan nih. Begitu positif, baru kita bisa lakukan langkah yang lebih tegas. Itu sebabnya bila kita lakukan testing cepat, kita langsung bertindak cepat. Gitu ya.

(7)
Standar Labkesda itu standarnya sama dengan Lab yang saat ini digunakan Pemerintah Pusat?

Sama.

(8)
Akan melibatkan pihak swasta untuk tes lab Covid-19?

Oh tidak. Bukan masalah swasta (atau tidak), ini masalah ada alat (pengukuran)nya atau tidak. Jadi ini bukan seperti lab-lab biasa. Ini diperlukan alat yang khusus, dan kami memilikinya. Lalu Bio Safety Level (standarnya) harus Bio Safety Level 2. Nah kami punya Bio Safety Level-nya 2+. Jadi lebih aman lagi.

(9)
Menjelang UN ini adakah imbauan khusus?

Yang penting justru pada mereka yang tidak melakukan atau tidak ikut UN untuk tinggal di rumah. Jangan yang tidak ikut Ujian Nasional justru lebih banyak berkeliaran di luar, karena potensi tertular

(10)
Seberapa cepat hasil tes dari Labkesda? Kok bisa Lab dari Pemerintah Pusat bisa delay?

Ya kalau kita kirim (sampel untuk diuji lab), kan kita tunggu (hasilnya). Begitu mereka selesai, kita harus menunggu hasilnya yang mana orangnya, dan lain-lain

(11)
Dan DKI yakin hal itu bisa jauh lebih cepat?

Bisa. Bisa.

(12)
Banyak zona merah, yang bermakna positif, di wilayah Jakarta Selatan. Perlu penanganan khususkah di wilayah itu?

Tidak! Begini, teman-teman. Karena itulah, kenapa Social Distancing Major harus dilakukan di Jakarta. Karena itulah kenapa kegiatan wisata yang kita kelola, kita tutup. Supaya masyarakat tinggal di rumah. Jangan banyak bepergian ke luar, sampai ini bisa terkendali

(13)
Apakah sudah disosialisasikan ke pihak swasta?

Sudah. Kemarin kita undang dunia usaha, termasuk KADIN. Dan pada waktu itu kami sampaikan, mulai bersiap menyusun SOP bila harus kerja di rumah. Jangan sampai situasinya mendadak harus kerja di rumah, SOP-nya belum ada, cara kerjanya belum dibuat. Tapi bukan berarti kita mengumumkan harus kerja di rumah. Tidak! Mudah-mudahan itu tidak terjadi.

(14)
Tempat wisata milik DKI itu ditutup. Kalau tempat hiburan milik swasta bagaimana?

Kami menganjurkan. Kami menganjurkan. Tapi kami tidak bisa… Pada fase ini, kita tidak melakukan pemaksaan. Kami menganjurkan untuk membatasi kegiatan-kegiatan itu, terutama yang punya kontak yang dekat.

Jadi kalau teman-teman lihat di Ancol itu banyak sekali wahana yang orang berdekatan bukan? Potensi penularannya menjadi tinggi. Datang juga ke restoran atau kafe, pastikan anda berjarak. Jangan terlalu dekat. Kenapa? Karena potensinya yang positif pun tidak sadar kalau dia positif. Sangat mudah sekali menular

Di ruangan ini misalnya. Sudah tahu belum positif atau negatif. Maka jaga itu Social Distancing Major. Pada duduknya jangan dekat-dekat banget begitu.

(15)
Ambulans yang membawa pasien Covid-19 apakah sama dengan yang membawa pasien penyakit lainnya?

Secara prinsip, sama. Tapi setelah dia membawa pasien, sampai ke fasilitas kesehatan, maka ambulans itu akan dilakukan proses pembersihan menggunakan disinfektan sehingga dia steril lagi

(16)
Potensi penularan Covid-19 di pemukiman. Bisa dijelaskan?

Iya dong. Di pemukiman. Di perkantoran. Di tempat-tempat hiburan. Semua potensinya ada. Bahkan di press conference juga ada (potensinya) gitu. Ini kan masalahnya bukan masalah apa-apa. Masalahnya apakah ada orang yang memiliki Covid-19 tapi tidak sadar lalu berinteraksi. Begitu ya. Cukup

(17)
Belum ada imbauan apa-apa terkait itu?

Belum. Belum ada.

(18)
Gambar persebaran itu apakah akan di-update atau dipublikasikan?

Ya. Kami akan sampaikan itu. Begini, teman-teman. Ini kami sampaikan sebagai gambaran bahwa kalau kita tahu, maka kita berhati-hati. Saya menyampaikan ini jangan untuk panik. Bukan untuk panik. Tidak perlu panik. Cukup mengurangi interaksi. Tapi kalau kita menganggap oh aman semua, rileks saja, kemudian berkegiatan seperti biasa, ya (dampaknya) seperti banyak negara lain yang rileks itu. Nanti kita akan mengalami lonjakan (jumlah pasien positif) yang tinggi. Gitu ya.

(19)
Dirawat di mana saja yang sudah positif?

Dari sana (Pemerintah Pusat) saja penjelasannya
Terima kasih ya

March 15, 2020 - Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: