Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Marlik: Ada 690.000 Penderita HIV AIDS di Indonesia

Kerja sama Forwaphi Batam dengan Lapas Kelas II A Batam

SUPRIZAL TANJUNG, Batam

KETUA Forum Warga Peduli HIV AIDS (Forwaphi) Batam, Finny Angraini S. Ikom dan Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Batam, Marlik Subiyanto Bc Ip SPd SH MM menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) terkait penanggulangan Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) di Jalan Trans Barelang, Tembesi, Senin (14/8/2017).

Hadir ketika itu, pengurus Forwaphi Batam lainnya seperti Ir Kokok Heri Dwiprasetyo Adi, Monaliza Hamzah SH, Adi Muhlil, Riesa Helmawati, Lina Candra Dipakar, Tina Qurnain, dan Fiza. Juga hadir Ketua Ombusman Provinsi Kepri, Drs H Yusron Roni, Kepala Sekretariat KPA Kota Batam, Pieter P. Pureklolong serta Kabid P2P Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, Dr. drg Sri Rupiati, M.Si

Marlik Subiyanto menyebutkan, ada 690.000 penderita HIV AIDS di Indonesia. Dari jumlah tersebut, hanya sebagian saja yang tertangani. HIV AIDS dan Narkoba adalah tiga hal yang saling berkaitan dan saling mendukung. Lewat kerja sama Forwaphi dengan Lapas Kelas II A Batam, Marlik berharap agar pencegahan dan antisipasi HIV AIDS bisa berjalan baik di Lapas.

‘’Di Lapas ada beberapa orang yang terkena HIV AIDS. Kita sangat bersyukur dengan kehadiran Forwaphi yang ingin menyehatkan masyarakat lewat informasi dan edukasi HIV AIDS,’’ ujar Marlik ketika itu.

Sementara itu, Finny Angraini menyebutkan, kerja sama tersebut berisi tentang penyelenggaraan penanggulangan HIV AIDS di Lapas Kelas II A Batam.

Finny menyebutkan, informasi, antisipasi, dan pengobatan terhadap penderita HIV AIDS sangat penting dan perlu dilakukan. Jangan sampai, masalah ini menimpa anak, istri, suami atau keluarga terdekat karena pola hubungan pribadi yang tidak sehat dan tidak setia.

Finny mengakui aktif melakukan edukasi masyarakat terhadap bahaya HIV AIDS sejak 2013 lalu.

Forwaphi sendiri di SK-kan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam dengan Nomor: KPTS.77/HK/V/2017 pada Mei 2017 lalu. Usianya relatif sangat muda. Meski begitu, Finny dan pengurus Forwaphi telah mengedukasi lebih dari 1.500 warga Batam mulai dari masyarakat biasa, ojek, sopir, buruh, tukang becak, polisi, penambang boat pancung, bahkan karyawan dari instansi/perusahaan di Batam. Continue reading

August 16, 2017 Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar | Leave a comment

Ratusan Mahasiswa Berzikir di Politeknik Batam

Bangun Masjid Senilai Rp 17 Miliar

SUPRIZAL TANJUNG, Batam

RATUSAN mahasiswa baru Politeknik Negeri Batam mengikuti Poli Batam Berzikir di Auditorium Politeknik Negeri Batam, Batam Kota, Sabtu (12/8/2017) mulai pukul 08.00 WIB sampai selesai.

Kampus Politeknik Negeri Batam, Selasa (11/6/2013). F Suprizal Tanjung

Zikir ini dihadiri Pembina Majelis Dzikir Al Khidmah dan Imam Khususi (sesepuh Al Khidmah) Batam dan Provinsi Kepri, Drs KH Nabhan MSy, Ketua Majelis Dzikir Al Khidmah Provinsi Kepri, H Muhammad Zaenuddin SSi MSc, Ketua Majelis Dzikir Al Khidmah Kota Batam, KH Muhammad Dirham SAg MSy.

Ratusan mahasiswa tersebut dibagi dalam dua bagian. Pada bagian depan duduk para mahasiswa, dosen, staf, ustaz, dan tokoh Islam. Di bagian belakang, duduk para mahasiswi, dosen, staf, ustazah.

‘’Kegiatan pertama ini diikuti ratusan mahasiswa baru, orang tua/ wali mahasiswa, staf, dosen Politeknik Negeri Batam. Kita menargetkan 1.500 orang hadir dalam kegiatan ini,’’ sebut Pembina Ikatan Mahasiswa Muslim Politeknik Negeri (IMMPB) Batam, Kamarudin ST MT saat Politeknik Berzikir.

Pembantu Direktur I Politeknik Negeri Batam, Dr Uuf Brajawidagda menambahkan, kegiatan ini sangat penting karena menjadi bekal akhlak, moral, dan jiwa Islam bagi para mahasiswa-mahasiswi. Pendidikan penting dan itu perlu diawali dan terus diiringi dengan doa, zikir, dan ibadah secara Islami.

Penasehat Ikatan Mahasiswa Muslim Politeknik Negeri (IMMPB) Batam, H Muhammad Zaenuddin SSi MSc melanjutkan, acara diselenggarakan IMMPB, Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru, serta para dosen Politeknik Batam. Ada dua tujuan utama zikir bertema Mengasah Hati, Menajamkan Pikiran, Dalam Menyiapkan Pemimpin Masa Depan yang Cerdas Terampil dan Berakhlak Mulia ini. Continue reading

August 14, 2017 Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar | Leave a comment

PT Sergap 17 Didik 80 Satpam

Sumirat: Tingkatkan Kemitraan, Budayakan 3S

SUPRIZAL TANJUNG, Batam

Direktur Pembinaan Masyarakat (Dirbinmas) Polda Kepri, Kombes Pol Sumirat membuka secara resmi pendidikan satuan pengaman Gada Pratama di Halaman PT Sergap 17, Kompleks Ruko Graha Cikitsu Blok A1 No. 14, Batam Kota, Rabu (9/8/2017) mulai pukul 10.00 WIB.

Kombes Pol, Sumirat di Batam Kota, Batam, Rabu (9/8/2017). F Suprizal Tanjung

Pendidikan ini sendiri dilaksanakan selama 11 hari, mulai Rabu (9/8/2017) sampai Sabtu (19/8/2017). Pesertanya berjumlah 80 orang yang tediri dari 70 satpam dari PT Sergap 17, serta 10 satpam asal perusahaan di Batam lainnya. Hadir saat itu beberapa perwira Polda Kepri seperti, Kompol Maryon dan lainnya.

Sumirat yang bertindak sebagai inspektur upacara dalam pendidikan itu menyebutkan, dulu kondisi ekonomi Kepri sangat baik. Sayangnya kini, kondisinya kurang begitu baik. Meskipun begitu, Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP, perusahaan yang menyediakan satpam, red) masih memperhatikan, dan memberikan kesempatan satpam mengikuti pendidikan Gada Pratama.

‘’Satpam harus bersyukur. Dalam kondisi perekonomian seperti sekarang ini, (satpam) masih dapat gaji. Jadi sekali lagi, kita harus bersyukur, manfaatkan pendidikan ini sebaik mungkin untuk meningkatkan kemampuan diri,’’ ingat Sumirat yang dikenal ramah di kalangan wartawan tersebut.

Dunia pengamanan papar Sumirat, sangat dibutuhkan. Satpam sebagai mitra Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk membantu keamanan dalam bentuk pengamanan swakarsa. Satpam digunakan jasanya oleh perusahaan (user, red). Kemitraan ini bisa berjalan karena adanya saling percaya, saling membutuhkan antara BUJP, satpam, polisi, perusahaan pengguna satpam, dan instansi terkait. Perusahaan hanya akan menggunakan jasa satpam yang sesuai dengan aturan dan standar yang telah ditetapkan Polda, yaitu harus memiliki pendidikan.

Melalui pendidikan ini kata Sumirat, satpam juga mendapat pendidikan meng-interview pelaku kriminal, mengantisipasi terjadinya kebakaran di perusahaan tempat bekerja, dan di lingkungan tempat tinggal. Jalan bagi satpam untuk meningkatkan kemampuan dirinya semakin terbuka. Terlebih kini telah dibuka Akademi Sekuriti di Jakarta. Continue reading

August 11, 2017 Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar | Leave a comment

D3 Keperawatan Mitra Bunda Persada Raih Akreditasi B

Juga Pernah Raih Akreditasi Institusi B dari BAN PT

SUPRIZAL TANJUNG, Batam

Program Studi (Prodi) D3 Keperawatan, Sekolah Tinggi Kesehatan (STIkes) Mitra Bunda Persada, Batam meraih akreditasi predikat B dari Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan Tinggi (LAM-PT Kes) Indonesia.

STIKES Mitra Bunda Persada Batam, Jalan Seraya nomor 1, Kota Batam, Telpon (0778) 429431, (0778) 7068283, Minggu (28/4/2013). F Suprizal Tanjung

‘’Predikat B tersebut ditandatangani Ketum LAM-PT Kes Indonesia, Prof Dr Usman Chatib Warsa Sp Mk di Jakarta, tertanggal 29 Juli 2017,’’ sebut Ketua STIKes Mitra Bunda Persada, dr H Mawardi Badar MM di Jalan Seraya Nomor 1, Batam, Selasa (8/8/2017).

NS Didi Yunaspi MKep di kampus  (STIKes) Mitra Bunda Persada Batam, Jalan Seraya Nomor 1, Batam, Rabu (9/11/2016). F Suprizal Tanjung

Sementara itu, Pembantu Ketua (Puket) III Bidang Kemahasiswaan STIKes Mitra Bunda Persada Batam, NS Didi Yunaspi MKep menyebutkan, peringkat B yang diraih Prodi D3 Keperawatan nilainya 309.

Bicara mengenai akreditasi peringkat B ini sebut Didi, ini merupakan kebijakan dari pemerintah dan sebagai syarat bagi para alumnus untuk lebih mandiri dan professional. Lulusan D3 Keperawatan dengan akreditasi peringkat B, bisa mendaftar sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), Pegawai Negeri Sipil (PNS), atau bekerja di lingkungan Tentara Nasional Indonesia (TNI), atau Polisi. Sisi positif lain dari pencapaian akreditasi ini, mahasiswa-mahasiswi bisa mendapatkan beasiswa dari berbagai lembaga, atau pihak manapun yang peduli dengan pendidikan.

Akreditasi prodi ini papar Didi, berlaku selama lima tahun ke depan. Setelah itu, STIKes Mitra Bunda Persada kembali melakukan re-akreditasi Prodi D3 Keperawatan tadi.

‘’Insya Allah pencapaian akreditasi B ini tidak mudah didapat. Banyak poin yang dinilai. Lewat kerja sama semua pihak di internal STIKes Mitra Bunda Persada, kita optimistis, apa yang sudah kita capai ini bisa bermanfaat, bisa dipertahankan, dan akan kita raih kembali,’’ kata Didi. Continue reading

August 10, 2017 Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar | Leave a comment

Wawancara Khusus Menpan-RB Asman Abnur

Kepri Harus Optimis

Oleh: Socrates

Hampir setahun, Asman Abnur menjadi Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Republik Indonesia. Bagaimana ia memperbaiki birokrasi? Juga pendapatnya soal ekonomi Batam dan Kepri yang merosot. Wawancara dengan Asman dilakukan di Masjid Jabal Arafah, sebelum ia kembali ke Jakarta.

Pembina Yayasan BTP, H Asman Abnur SE MSi (kiri) dan Suprizal Tanjung di kampus BTP, Jumat (27/8/2015). F Suprizal Tanjung 

Sudah berapa lama Anda jadi Menteri PAN RB?
Hampir setahun.

Bagaimana rasanya jadi Menteri?
Tantangannya lumayan. Saya kebetulan diberikan kepercayaan oleh negara dan saya harus maksimal.

Pertumbuhan ekonomi Batam terendah di Sumatera. Mengapa?
Ini pengaruh government spending dari APBD dan APBN yang dikucurkan ke daerah dan belanja swasta, baik investasi maupun aktivitas ekonomi. Nah, apakah proyek-proyek sudah terlaksana atau belum? Jangan-jangan hanya biaya rutin dan gaji saja. Nah, pemerintah di Kepri sudah jalan belum? Saya menerapkan sistem manajemen kinerja, terhadap kepala daerah. Bukan serapannya, tapi hasilnya apa? Jangan sampai serapannya bagus, duitnya habis, laporan keuangannya WTP tapi hasilnya tidak jelas. Dana APBD dan APBN itu yang menggerakkan ekonomi. Spending government itu harus produktif dan itu jadi pertahanan ekonomi daerah.

Mengapa ekonomi Batam stagnan?
Daerah lain ekonominya tumbuh. Selama ini Batam sangat tergantung pada industri. Saya bilang pada pengusaha, jangan hanya jadi perantara, harus menjadi pelaku utama. Industri kita hanya sebagai perakit, tapi ke depan harus ada produk yang kita hasilkan dan punya nilai tambah. Saat stagnan, semua mencari-cari kesalahan. Industri elektronik dan galangan kapal tidak bisa lagi jadi andalan utama pertumbuhan ekonomi Batam. Ke depan harus fokus pada ekonomi kreatif. Contohnya, produk film dan animasi di Infinite Studio. Continue reading

August 9, 2017 Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar | Leave a comment

Pemuda Pancasila Bangkitkan Lagi Cinta Warga pada NKRI

Bersama Lurah Jodoh Pasang 1.000 Bendera

SUPRIZAL TANJUNG, Batam

KELUARGA besar Kelurahan Jodoh memasang 1.000 bendera Merah Putih di kiri kanan jalan, mulai dari kawasan Goodway Hotel sampai se Kelurahan Jodoh, mulai Selasa (1/8/2017) sampai Kamis (31/8/2017).

Suwandy (Asun) di Jodoh, Batuampar, Minggu (18/5/2014) F Suprizal Tanjung

‘’Pemasangan bendera dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Republik Indonesia (RI) ini dilakukan setiap tahun oleh Kelurahan Jodoh. Kali ini kita melakukan terobosan dengan memasang bendera relatif banyak yaitu 1.000 unit,’’ papar Lurah Jodoh, Porada Malik SE di kantor Lurah Jodoh, Selasa (8/8/2017).

Sementara itu, panitia pemasangan bendera yang juga Komando Inti (Koti) Mahatidana PP Kepri, Suwandy yang akrab dipanggi Asun menyebutkan, untuk pemasangan bendera papar Porada, mereka bekerja sama dengan 34 orang Rukun Warga (RT) dan sembilan orang Rukun Warga (RW). Turut membantu pengurus dan anggota Pemuda Pancasila (PP) Ranting Jodoh, PAC PP Batuampar, serta Camat Batuampar, Drs Tukijan.

Asun menambahkan, saat pemasangan bendera tersebut, mereka tidak menemui kendala. Malah, panitia memasang dengan penuh semangat. Meskipun begitu, Lurah yang dilantik 31 Desember 2016, dan mulai bertugas sebagai Lurah 3 Januari 2017 itu mengakui ada sedikit kekecewaaan kepada beberapa warga. Saat ini, masih ada sebagian kecil warga Jodoh yang mulai kendor rasa nasionalisme-nya. Warga tadi, walau tidak banyak, tidak mengibarkan bendera Merah Putih di depan rumahnya. Padahal, memasang bendera, merupakan wujud kecintaan terhadap Tanah Air.

“Orangtua kita dulu berjuang mengorbankan harta dan nyawa untuk bisa mengibarkan bendera ini. Sangat menyedihkan dan tidak menghargai jasa orang tua dan pahlawan namanya itu, bila kita disuruh memasang sekali setahun saja tidak mau,” paparnya.

Di samping sedikit kecewa, dia juga mengakui secara umum partisipasi, dan kecintaan warga Jodoh terhadap bendera Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini sangat tinggi. Buktinya, selain 1.000 bendera yang dipasang pihak Kelurahan Jodoh bersama tim lainnya, warga juga secara mandiri memasang bendera di depan rumahnya masing-masing. Beberapa warga, malah memasang bendera baru dengan kayu yang dicat. Jadi kelihatan lebih cantik dan terang. Continue reading

August 9, 2017 Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar | Leave a comment

Raja Valas yang Memulai Bisnis dengan Jual Air Tebu

Kisah Inspiratif Warga Batam: Amat Tantoso

ANWAR SALEH, Batam

Datok Amat Tantoso saat ini dikenal sebagai pengusaha sukses. Namun hasil yang dituainya kini tak terlepas dari doa, pengorbanan, dan kerja keras yang ditabur semasa muda dulu.

Amat Tantoso

Kisah inspiratif pria kelahiran Sawang, 5 September 1967 dimulai Jelang Imlek di tahun 1992. Saat itu Amat dan istrinya merantau ke Batam dengan membawa anak pertama mereka dengan uang di saku hanya Rp500 ribu.

Sampai di Batam, keluarga kecil ini pun bingung, mau buat apa modal Rp500 ribu itu? Apalagi dari uang tersebut Amat telah menyisihkan Rp350 ribu untuk kebutuhan dapur dan sekolah anak, sisanya hanya Rp150 ribu. Akhirnya, Amat dan istri memutar otak memberanikan diri membuka warung kopi dan jual air tebu. Sedangkan modalnya diambil dari meminjam uang arisan.

Dengan uang itu, Amat menyewa motor dan keranjangnya untuk jemput tebu ke Batuaji, tiga kali sehari. “Pulang dari Batuaji korek tebu, malam juga korek. Satu hari tidur cuma 5 jam. Saya harus kerja keras bayar arisan dengan membuka warung kopi pagi, siang, dan sore. Sebagai anak perantauan, kami punya tekad harus sukses,” kenang anak dari pasangan Tan Kai Teng dan Kho Yam Tjoei di Pulau Kundur itu, sambil menyebut tahun 1992 itu kurs 1 dolar Singapura Rp1.350 dan tarif mobil sewa satu bulan 300 dolar Singapura.

Hidup prihatin tak menyurutkan semangat Amat dan istri. Mereka menyusun target tahun pertama di Batam setidaknya bisa beli sepeda motor. Tahun kedua punya mobil, walaupun sederhana tapi bisa angkat tebu pakai mobil pick up. Tahun ketiga, punya rumah walaupun kredit. Apa yang ditargetkan tersebut, membuat Amat dan istri fokus berusaha siang dan malam. Dalam benak Amat tak ada kata malas-malasan.

Pada tahun pertama di Batam, pas Imlek tahun 1992 sudah punya modal sedikit namun belum bisa beli baju. Kalau modal tersebut dipakai beli baju maka habislah pegangan di tangan. Sedangkan meminjam uang ke orang, belum tentu orang memberi. Continue reading

August 7, 2017 Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar | Leave a comment

Selain Dosen, Juga Dirikan SMK, TK Islam dan Rumah Tahfiz

Kisah Inspiratif Warga Batam: H Muhammad Zaenuddin SSi MSc

SUPRIZAL TANJUNG, Batam

Anak-anak Batam harus pintar, tahu agama, dan juga menguasai teknologi. Biaya jangan lagi menjadi kendala sehingga anak tidak mendapatkan pendidikan berkualitas. SMK Maarif NU Kota Batam yang didirikan H Muhammad Zaenuddin SSi MSc adalah solusi melahirkan siswa pintar tahu teknologi dan taat bergama dengan biaya murah.

Condra Antoni (kiri)  dan Muhammad Zaenuddin (kedua dari kiri), di kampus Politeknik Batam, Rabu 4 Juli 2012. F Suprizal Tanjung

Nama H Muhammad Zaenuddin SSi MSc cukup dikenal di kota Batam. Dia adalah dosen di Politeknik Negeri Batam. Kandidat doktor di Universitas Gajah Mada (UGM). Menjabat sebagai Wakil Ketua PW Nahdatul Ulama (NU) Kepri, mantan anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batam (2004-2006, 2008-2009). Semua dijalani Zaen, panggilan akrab Muhammad Zaenuddin dengan semangat, jujur, keras, dan amanah. Hal itu dilakukan sebagai bentuk Tri Darma Perguruan Tinggi yaitu pendidikan, pengabdian, dan penelitian.

Dengan posisi dia sebagai dosen, sekaligus sebagai pembina Ikatan Mahasiswa Muslim Politeknik Batam (IMMPB), Zain belum merasa puas terhadap apa yang sudah dia berikan kepada dunia pendidikan di Batam. Tri Darma Penguruan Tinggi tidak sebatas di perguruan tinggi saja. Di luar kampus, masyarakat masih banyak membutuhkan uluran tangan para akademisi, berbentuk pengabdian untuk membangun sektor pendidikan seperti SMK Maarif NU, SMK Berbasis Pesantren yang saat ini sudah beroperasi di ruko Perum Bida Asri II Batam Centre.

Untuk menghidupkan dan menggairahkan semangat mengajar di SMK Maarif, Zaen dan pengurus yayasan lainnya pernah mengeluarkan zahat harta untuk membayar Tunjangan Hari Raya (THR) pada gurunya. Bila di tempat pendidikan lain, pengurus yayasan mendapat keuntungan dari sekolah yang mereka bina, maka di SMK Maarif, pengurus Yayasan Wildanul Bilad malah mengeluarkan uang, harta mereka untuk para guru. Ini dilakukan atas dasar, pendidikan bukan untuk mencari untung, tapi mengabdi, dan membantu.

SMK Maarif sudah menerima murid tiga angkatan. Jumlah muridnya sudah mencapai 45 orang. Masuk tetap melewati proses seleksi pendidikan umum, dan pendidikan Islam. Tidak sembarang menerima siswa. Mereka berasal dari siswa-siswi dari berbagai daerah di Batam. Seperti tadi, siswa tadi tidak semuanya dari keluarga mampu secara ekonomi. Siswa kurang mampu dibantu mendapatkan bapak asuh, atau dana CSR dari dari Batam Pos, PLN, Novitel, Kemenag, dan lainnya. Continue reading

August 3, 2017 Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar | Leave a comment

Dari Pedagang Kaki Lima, Kini Jadi Raja Cat

Kisah Inspiratif Warga Batam: Munir Liao Acai

JAMIL QASIM, Batam

Sejak usia 13 tahun, ia sudah meninggalkan kampung halamannya di Senggarang, Tanjungpinang. Keinginan untuk maju sedikit demi sedikit sudah menjadi prinsipnya sejak kecil. Dan kini orang mengenalnya sebagai raja cat di Kepri. Mari simak kisahnya.

Munir Liao Acai

Sudah 40 tahun Munir Liao Acai menetap di Batam. Kesuksesannya saat ini tidak lepas dari perjalanan hidupnya selama membanting tulang di pulau “kalajengking” ini.
Yang menarik dari Acai adalah moto hidup yang selalu dipegangnya. Menurutnya, untuk sukses perlu gila terlebih dahulu, berpikiran sederhana dan terus maju. Maju sedikit demi sedikit setiap hari. Pastikan sampai ke puncak suatu hari.

Gila yang dimaksud Acai di sini yakni harus bekerja keras dan sungguh-sungguh untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Bagi Acai, tak ada keinginan lain dalam hidupnya selain untuk terus mengembangkan diri ke arah yang lebih maju.

Untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik di perantauan, Acai pun tak pernah menyerah dalam berusaha. ’’Sejak remaja hingga saat ini, setidaknya mungkin ada lebih 20 jenis usaha yang pernah saya kerjakan. Mulai dari jualan ikan di pasar Bengkong, toko kelontong, jual cendol di kaki lima Nagoya lama, usaha katering, membuat papan nama jalan hingga membuat marka jalan di Batam sudah pernah saya lakukan,” ungkap pemilik PT Pacific Federal Factory-PFF Paint ini.

Namun bagi anak bungsu dari lima bersaudara ini, tidak ada kata menyerah dalam berusaha. ’’Prinsip hidup saya tiap hari harus maju sedikit, dan tiap hari juga mesti harus ada koreksi diri (evaluasi) terhadap apa yang telah saya lakukan. Sehingga besoknya melangkah bisa lebih baik lagi,” terangnya.

Baginya dalam bekerja, ketepatan waktu juga menjadi harga mati. Karena dengan selalu tepat dalam bekerja, berarti tidak ada waktu yang terbuang dengan sia-sia. ’’Kalau ada pekerjaan yang mesti diselesaikan hari ini, kenapa harus menunggu hingga besok,” kata pemilik PFF Paint ini. Continue reading

August 3, 2017 Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar | Leave a comment

Wali Kota Batam Akan Kukuhkan Pengurus Iwapi Batam

Yuliana Rangkul dan Motivasi Pengusaha Wanita

SUPRIZAL TANJUNG, Batam

Yuliana AMkeb SE MARS resmi menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) Kota Batam usai dilantik Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPC) Iwapi Provinsi Kepri, Mimi Betty di Gedung Daerah Tanjungpinang, Jumat (28/7/2017) lalu.

Ketua DPC Iwapi Kota Batam, Yuliana AMkeb SE MARS di Harmoni One, Convention Hotel & Service Apartments, Batam Kota, Sabtu (29/7/2017). F Suprizal Tanjung

Sebelumnya, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Iwapi, Ir Nita Yudi MBA melantik Mimi Betty, sebagai Ketua DPD Iwapi Kepri. Turut dilantik Hj Gusnawati AMd Keb sebagai Wakil Ketua IV DPD Iwapi Provinsi Kepri sekaligus Penasehat DPC Iwapi Kota Batam.

Tahapan selanjutnya, Mimi Betty melantik Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Iwapi Kota dan Kabupaten se Kepri.

”Gubernur Kepri, H Nurdin Basirun menyempurnakan dengan mengukuhkan kepengurusan DPC Iwapi Kota Kabupaten se Kepri, dan DPD Iwapi Kepri,’’ sebut Yuliana di Harmoni One Hotel, Batam Kota, Sabtu (29/7.

Yuliana yang merupakan kandidat doktor jurusan bio medicine di Management Science University Kualalumpur, Malayasia itu menambahkan, akan merangkul dan memotivasi pengusaha wanita agar terus mengembangkan usaha dan mau berorganisasi.

Gusnawati menambahkan, dia optimistis di bawah kepimpinan Mimi Betty, Yuliana dan ibu-ibu lainnya, Iwapi Kepri, Iwapi kota kabupaten se Kepri akan semakin maju. Continue reading

August 2, 2017 Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar | Leave a comment