Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Wujud Cinta Sejati itu Membangun Negeri

Mengenang Imam Sudrajat, Pejuang Pembentukan Provinsi Kepulauan Riau yang Berpulang

Dikenal titis dalam memberi masukan, Imam Sudrajat dianggap bak orang tua sekaligus kawan. Sabtu (27/8/2016) siang menjelang petang ia berpulang. Ada banyak kesan dari rekan yang takkan lekang.

FATIH MUFTIH, Tanjungpinang

Mengingat sosok pejuang pembentukan provinsi ini tidak pernah lepas dari ingatan tentang senyumnya yang hangat lagi meneduhkan. Betapa gurat di setiap inci kulit mukanya yang tegas tidak lekas menjadikannya sebagai pribadi yang beringas. Latar belakangnya sebagai perwira militer adalah perangkat yang membuat sikap dan pilihan-pilihannya teramat tegas.

Pantang Imam bermuka dua. Telah bulat tekadnya ingin menjadikan Kepulauan Riau sebagai provinsi yang berdaulat. Jadi tuan di tanah sendiri. Tenaga, pikiran, waktu adalah sumbangsih yang tiada pernah dihitung, lebih lagi mustahil meminta ganti. Visi Imam sudah sangat terang; Kepulauan Riau harus jadi provinsi.

Bersama mereka yang seiya dan sekata tentang visi ini, Imam berdiri. Tidak paling depan, apalagi menyendiri di belakang. Pria kelahiran Jakarta 9 November 1939 ini memilih berbaur, menghablur jadi satu, merapat-rapat dalam barisan. Ia menyediakan tempatnya sebagai majelis pembahasan pemekaran Kabupaten Kepulauan Riau menjadi provinsi.

”Di tempat itulah awal mula kami membahas tentang pemekaran,” kenang Huzrin Hood, satu dari sekian tokoh pejuang pembentukan provinsi Kepri.

Dalam ingatannya, betapa masih detil Huzrin merekam peristiwa itu semua. Di matanya, Imam adalah seorang optimis yang pantang mundur ke belakang, sekali layar terkembang pada surut ia berpantang. Betapa yang telah diperbuat Imam sepanjang hidupnya untuk provinsi ini adalag jenis dedikasi yang selamanya tidak pernah terganti.

Tegas. Begini Huzrin mengingat rekan seperjuangannya. Tidak ragu dalam berbuat. Sepanjang keyakinannya berpunca pada arah mata angin kebenaran, Imam tak sekali-kali gentar. Kepada situasi konfrontasi saja ia ada di barisan paling depan, inikan lagi tentang pemekaran. Dari diskusi kedai kopi sampai pembentukan lembaga resmi, nama Imam selalu tercatat. Continue reading

August 28, 2016 Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar | Leave a comment

Pasca Rusuh Demo, Kapolres Meranti Dicopot

JPGRUP, Jakarta

KAPOLRES Meranti, AKBP AsepIskandar akhirnya dicopot pasca kerusuhan demo besar-besaran di Meranti, Kamis (25/8/2016).

Kapolda Riau, Brigjen Supriyanto mengatakan, Asep kini ditarik ke Polda Riau. ”Penggantinya adalah AKBP Barliansyah,” kata Brigjen Supriyanto, Sabtu (27/8/2016).  AKBP Barliansyah sebelumnya Kasat PJR Dit Lantas Polda Riau.

Supriyanto menyebutkan, pencopotan terhitung, Sabtu 27/8/2016).

”Pembebastugasan ini kita untuk menyelesaikan pasca kerusuhan kemarin. Jadi untuk sementara ini kita tarik ke Polda Riau,” kata Supriyanto.

Pihaknya serius melakukan pemeriksaan internal anggota Polres Meranti dalam kasus kerusuhan itu. Apalagi, penanganannya untuk penyelidikan terkait kerusuhan itu juga ditangani Div Propam Mabes Polri.

”Kita tidak main-main mengusut masalah ini. Anggota Polres Meranti diperiksa oleh Polda Riau,” kata Supriyanto.

Supriyanto juga mengatakan, agar masyarakat khususnya di Meranti untuk memberikan kepercayaan penuh ke Polda Riau untuk mengungkap kasus sesuai tuntutan masyarakat.

”Kita juga minta masyarakat agar tidak terprovokasi dengan pihak manapun. Saya tidak berbasa basi dalam mengusut kasus ini. Jadi kita harapkan masyarakat percayakan pada kita untuk mengungkap semuanya. Pengungkapan ini juga bersama Mabes Polri,” katanya. Continue reading

August 28, 2016 Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar | Leave a comment

15 Anggota Polres Meranti Dibawa Polda Riau

Kapolri Kirim Jenderal Bintang Dua ke Selatpanjang

AL AMIN, Meranti

Terkait keributan di Selatpanjang, Kamis (25/8/2016), Kapolri Jenderal Tito Karnavian langsung memerintahkan Kadiv Propam Mabes Polri, Irjen Mochamad Iriawan, menuju Ibu Kota Kabupaten Meranti itu. Jenderal bintang dua itu tiba Jumat (26/8), pagi menggunakan helikopter dari Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.

Tidak hanya dia, Mabes juga mengirim tim forensik dan ahli balistik, untuk menyelidiki dugaan penganiayaan hingga tewas terhadap, Afriyadi Pratama, 24, tersangka pembunuhan Brigadir Aidil, 32. Sekaligus memeriksa dugaan salah prosedur dalam menangani massa aksi demo yang memprotes kematian Afriyadi, hingga menyebabkan tewasnya Isrusli, 41, akibat terjangan peluru panas polisi di bagian dahi.

“Tim sedang bekerja. Jadi saya harap bersabar dulu, sekarang belum bisa bicara banyak,” kata Irjen Mochamad, Jumat (26/8/2016).

Dia memastikan atas atensi Kapolri, semua anggota polisi yang terlibat dan bersalah akan mendapatkan tindakan tegas.

“Secepatnya akan kita ungkap semua kejanggalan dalam kasus ini,” sebutnya singkat.

Sebelumnya, Jumat dini hari sekitar pukul 00.30 WIB, Kapolda Riau, Brigjen Supriyanto, bersama Kabid Propam Polda Riau, AKBP Pitoyo Agung Yuwono, mantan Gubernur Riau, Wan Abu Bakar, tiba di Selatpanjang untuk memantau kondisi dan memastikan tidak ada bentrokan susulan. Begitu tiba, rombongan Kapolda tersebut langsung bertakziah ke rumah Afriyadi Pratama di Gang Abadi, Jalan Banglas dan rumah Isrusli di Jalan Dorak Selatpanjang.

Kemudian, pukul 10.00 WIB dilakukan dialog antar tokoh masyarakat, Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Said Hasyim, dan Kapolda Riau di Ballroom Grand Meranti Hotel Selatpanjang.

Dalam dialog yang berlangsung alot itu, masyarakat mempercayakan Polda Riau untuk menangani kasus tersebut dan juga menuntut pencopotan Kapolres Meranti, AKBP Asep Iskandar. Continue reading

August 26, 2016 Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar | Leave a comment

Bawa ke Salon, untuk Menaikkan Harga Sapi

Nurohman, Perias atau Pemilik Salon Sapi dari Desa Sumberdadi, Kecamatan Sumbergempol

Selain sehat dan gemuk sapi juga memerlukan penampilan menarik untuk meningkatkan harga jual. Dengan tampilan menarik akan memikat pembeli dan tidak ragu menawarnya dengan harga tinggi. Hal ini disadari Nurohman, dengan membuka salon sapi. Kini hampir setiap hari dirinya selalu diminta para pedagang sapi untuk mendadani sapinya.

ZAKI JAZAI, Jawa Timur

Kemarin (25/8/2016) sekitar pukul 09.00, suasana pasar hewan di Desa Beji, Kecamatan Boyolangu, terlihat ramai. Ada aktivitas jual-beli hewan di pasar tersebut. Ya, kemarin adalah Pasaran Pahing atau hari dalam penanggalan Jawa, pasar tersebut beraktivitas. Pedagang dan calon pembeli baik dari dalam maupun luar daerah Tulungagung bertransaksi atau tawar menawar, hingga tercapai harga yang disepakati, sebelum sapi itu dilepas.

Namun, suasana berbeda saat wartawan masuk ke sisi barat tengah pasar. Di tempat tersebut terlihat empat orang sekeluarga sibuk memotong serta menghaluskan tanduk atau kuku sapi. Tangan mereka begitu cekatan menggunakan peralatan seperti gergaji besi, sabit, tatah, kikir dan amplas.

Mereka berempat adalah pengusaha salon sapi dari Desa Sumberdadi, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung, Provinsi Jawa Timur, yang datang setiap pasar hewan tersebut buka.“Inilah kegiatan kami setiap ada pasaran hewan terutamanya sapi, sebab selain di sini kami juga melaksanakan pekerjaan ini di pasar hewan lainnya seperti di Blitar dan Kediri,” ungkap Nurohman pemilik usaha salon sapi tersebut.

Dari situlah bersamaan memotong dan menghaluskan tanduk seekor sapi milik langganannnya dia mulai menceritakan tentang aktivitasnya tersebut. Ternyata aktivitas sebagai pengusaha salon sapi ditekuninya sejak 26 tahun silam. Semula dia diajak sang kakak Alm. Suworo untuk membantu merias sapi di Pasar Hewan Blitar. Lambat laun dia tertarik menekuni hal serupa dan belajar bagaimana cara merias sapi dari sang kakak tersebut. Dengan terus belajar Rohman- begitu Nurohman disapa- mahir hingga meneruskan usaha salon sapi.

“Saat ini kakak yang mengajarkan ketrampilan ini telah tiada makanya saya yang meneruskannya. Agar usaha ini tetap berlangsung ketrampilan ini saya ajarkan kepada tiga orang anak saya ini,” katanya. Continue reading

August 26, 2016 Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar | Leave a comment

Abdur Raheem Green Menemukan Cahaya Islam

Anthony Vatswaf Galvin Green lahir tahun 1962 dan kemudian mengubah namanya menjadi Abdur Raheem Green setelah memeluk Islam. Sejak kecil, lelaki kelahiran Dar As-Salam, Tanzania ini, sering mempertanyakan konsep ajaran Katolik yang menurutnya banyak yang tak masuk akal, hingga ia menemukan cahaya Islam.

Abdurraheem Green

Anthony Vatswaf Galvin Green.

Ibu Green yang asli Polandia dan penganut Katolik Roma yang taat, membesarkan Green dan anak-anaknya yang lain dengan didikan ala Katolik. Green bahkan sempat disekolahkan di sebuah keuskupan Katolik Roma di Yorkshire di utara Inggris.

Hal pertama yang mengusik pikirannya tentang ajaran Katolik adalah ketika ia mendengar ibunya berdoa dan menyebut “Bunda Maria, ibu dari Tuhan Yesus”. Green merasa aneh dengan doa itu, bagaimana bisa Tuhan punya ibu? Karena Yesus yang ia kenal selama dalam konsep ajaran Katolik adalah Tuhan, bukan nabi seperti dalam ajaran Islam.

“Saya duduk dan memikirkan tentang ibu dari tuhan itu. Jika Bunda Maria adalah ibu dari tuhan (Yesus), ia pastilah lebih juga tuhan yang lebih baik dari tuhan itu sendiri. Itulah pertanyaan pertama yang muncul di kepala saya,” tutur Green mengenang pengalaman masa kecilnya.

Saat masuk sekolah di keuskupan, Green mulai lebih banyak memikirkan banyak hal, mempelajarinya dan melakukan riset terhadap ajaran Katolik yang dianutnya. Salah satunya tentang “kewajiban” pengakuan dosa yang ditetapkan oleh para pendeta di keuskupannya. Green masih ingat, seluruh siswa diwajibkan paling tidak sekali setahun untuk melakukan pengakuan dosa. Continue reading

August 26, 2016 Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar | Leave a comment

Harga Tinggi, Diperdagangkan secara Ilegal

Kekah, satwa langka yang hanya ada di Pulau Bunguran, Natuna terancam punah. Populasinya terus menurun. Perlu tindakan serius pemerintah untuk menyelamatkannya.

AULIA RAHMAN, Natuna

Seekor primata melintas di jalan yang menghubungkan Ranai dengan Selat Lampa di Pulau Bunguran, Natuna, beberapa waktu lalu. Tubuhnya kurus diselimuti bulu tebal berwarna hitam di bagian punggung. Di pipi dan paha bagian dalam bulu putih keperakan menyembul. Lucu dan menggemaskan.

kekah 6

Kekah.

Kekah, begitu orang Ranai memanggil hewan itu. ”Jenis primata pemilik nama latin Presbytis Natunae  itu merupakan hewan endemik yang hanya bisa ditemukan di Pulau Bunguran, pulau utama di Kabupaten Natuna,” sebut seorang warga Natuna, Kamis (25/8/2016).

Peneliti pada Pusat Studi Biodiversitas dan Konservasi Universitas Indonesia, Ferdi Rangkuti yang meneliti hewan ini pada 2002 dan 2003 lalu, menyebutkan kekah merupakan salah satu hewan endemik di Natuna selain dua primata lainnya, yakni kukang (Nycticebus Coucang Natunae), dan kera ekor panjang (Macaca Fascicularis Pumila).

“Namun di antara mereka kekah yang paling terancam keberadaannya,” tulis Ferdi dalam laporannya yang berjudul Kekah Natuna Terancam Punah.

Oleh International Union for Conservation of Nature, kekah digolongkan dalam kategori jenis hewan yang rentan akan kepunahan. Populasinya yang hanya ada di Pulau Bunguran dan jumlahnya yang terus menurun, membuat kekah masuk dalam golongan itu. Continue reading

August 26, 2016 Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar | Leave a comment

Selatpanjang Mencekam, Satu Polisi dan Dua Warga Tewas

Warga Kepung Kantor Polisi

AL AMIN, Selatpanjang

Kota Selatpanjang, Kabupaten Meranti, Provinsi Riau, mencekam. Kantor pemerintahan dan pertokoan tutup. Para pelajar dipulangkan lebih cepat. Sementara ribuan massa bergerak dan mengepung markas dan asrama Polres Kepulauan Meranti, Kamis (25/8/2016).

Kejadian berawal dari pembunuhan yang dilakukan oleh Afriyadi Pratama, 24, warga Gang Abadi Jalan Banglas Selatpanjang terhadap seorang anggota Polres Meranti, Aidil, 32.

Peristiwa pembunuhan ini terjadi di halaman parkir Hotel Furama Selatpanjang, Kamis (25/8/2016), sekitar pukul 01.45 WIB.

Polisi berpangkat brigadir itu tewas bersimbah darah setelah ditikam dengan sebilah pisau oleh pelaku.

Korban tewas dengan lima tusukan di bagian dada dan lengan. Belum diketahui motif pembunuhan tersebut. Namun sejumlah saksi mata mengatakan, korban dan tersangka sempat cekcok sebelum peristiwa pembunuhan itu terjadi.

Setelah menghabisi nyawa korban, tersangka Afriyadi sempat melarikan diri dengan menyeberang ke Pulau Merbau. Namun sekitar pukul 03.30 WIB, tersangka berhasil ditangkap polisi dan dihadiahi timah panas di bagian kakinya. Kemudian langsung dibawa ke RSUD Selatpanjang untuk menjalani perawatan medis. Namun saat pagi menjelang, tersangka dipindahkan ke klinik Polres Meranti. Continue reading

August 26, 2016 Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar | Leave a comment

Bawa KK Asli, Petugas Abaikan SE Kemendagri

Ditolak Rekam e-KTP

TIM BATAM POS, Batamkota

Dalam mempermudah pengurusan Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menerbitkan Surat Edaran (SE) dengan hanya cukup menunjukkan Kartu Keluarga (KK) asli disertakan fotokopi.

Hanya saja, para petugas di sejumlah kecamatan di Batam masih mengabaikan SE Kemendagri itu. Buktinya, banyak warga yang ditolak rekam e-KTP karena hanya membawa KK asli.

Seperti yang terjadi di dua kecamatan, yakni Batamkota dan Batuaji. Banyak warga harus kecewa lantaran ditolak saat hendak merekam e-KTP ke kecamatan. Alasannya, karena mereka hanya membawa KK asli dan fotokopi, padahal sesuai SE Kemendagri.

“Iya, saya tadi pagi (kemarin) datang ke Kecamatan Batamkota sama ibu, saya bawa KK asli dan fotokopian. KK yang saya bawa ini KK berdomisili di Batamkota dan masih berlaku. Ternyata sampai kecamatan, saya dan ibu saya ditolak merekam e-KTP.

Petugas dan Satpol PP bilang harus bawa surat RT/RW dan Kelurahan, baru bisa merekam,” ujar Kukuh, warga Batamkota, Kamis (25/8/2016). Continue reading

August 26, 2016 Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar | Leave a comment

Andreas Hugo Pareira: Belajar ke Sumbar untuk Menggala Potensi Perantau

JAKARTA – Anggota Komisi I DPR RI, Andreas Hugo Pareira menyarankan semua kepala daerah di Indonesia belajar ke Sumatera Barat (Sumbar) untuk pengelolaan perantaunya secara baik.

Pentingnya pengelolaan perantau secara baik menurut Andreas agar para perantaunya tetap punya komitmen terhadap tanah kelahirannya, meskipun dia tidak lagi menjadi warga negara Indonesia.

“Dalam hal-hal tertentu, kontribusi diaspora untuk tanah kelahirannya menjadi penting ketimbang mereka ujug-ujug jadi menteri tapi sudah jadi warga negara asing,” kata Andreas, dalam Forum Legislasi “Revisi UU Nomor 12 tahun 2006 tentang Kewarganegaraan”, di pressroom DPR, Senayan Jakarta, Selasa (23/8/2016).

Untuk jadi menteri lanjut politikus dari daerah pemilihan Nusa Tenggara Timur (NTT) itu, UU Kewarganegaraan menegaskan harus warga negara Indonesia.

“Pintarnya Sumbar itu, dibuatnya lembaga khusus mulai di tingkat provinsi sampai kabupaten/kota yang secara khusus mengurus diasporanya untuk menggali potensi yang ada. Ada nomenklatur di jajaran Setda Provinsi, kabupaten dan kota berbunyi hubungan ranah dan rantau,” ungkapnya.

Continue reading

August 26, 2016 Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar | Leave a comment

Yusuf Estes Sebarkan Islam ke Penjuru Dunia

 Dirikan TV Islam Pertama di Amerika

“Atas sumbangsihnya mempromosikan Islam di seluruh dunia, ia diganjar penghargaan sebagai Tokoh Islam 2012.”

Yusuf Estes terpilih menjadi Tokoh Islam 2012 dalam ajang Dubai Internasional Award ke-16 (DIHQA). Ia terpilih karena sumbangsihnya mempromosikan Islam di seluruh dunia.

yusuf etes

Yusuf Estes.

Ketua Komite Penghargaan, Ibrahim Bumelha mengatakan, tidak ada yang meragukan perjuangan Estes. Ia begitu dicintai kalangan muslim muda.

“Ketika diberitahu (terpilih jadi tokoh muslim 2012), ia begitu senang. Yusuf ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak,” sebut Bumelha seperti dikutip onislam.net, Selasa (10/7).

Tak hanya itu, masih kisah Buhelma, Estes juga mendirikan sejumlah laman berbahasa Inggris, seperti TubeIslam (jejaring video muslim), ChatIslam (layanan chat Muslim) dan Worldpreschool (laman pendidikan bagi muslim muda). “Beliau juga rutin mengisi acara dakwah Islam di berbagai stasiun televisi,” paparnya.

Yusuf Islam juga mendirikan sebuah TV Islam pertama di Amerika yaitu GuideUS TV. Beliau sering menghadiri undangan negara-negara di dunia, seperti Dubai, Tokyo, dan sebagainya untuk mengenalkan Islam lebih jauh. Atas segala kiprahnya itulah ia menjadi salah satu tokoh berpengaruh dalam dunia Islam. Continue reading

August 25, 2016 Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar | Leave a comment

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.