Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Masyarakat Diminta Tetap Tenang

Soal Info MUI Haramkan BPJS

Berkaitan dengan beredarnya informasi bahwa MUI mengharamkan operasionalisasi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, manajemen BPJS Kesehatan meminta masyarakat tenang. Untuk menyelesaikan hal itu, manajemen bersama Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) akan melakukan audiensi dengan MUI. ”Kami sudah kontak ke Ketua MUI (Din Syamsuddin) untuk melakukan pertemuan. Mungkin dalam dua tiga hari lagi,” kata Direktur Utama BPJS Kesehatan, Fahmi Idris, Sabtu (1/8/2015).

Menteri Kesehatan - f johannes 3 image 2

Nila Moeloek. F Johannes

Sejauh ini, Fahmi merasaBPJS Kesehatan sudah memenuhi unsur syariah dalam praktik tata kelolanya. ”Yang pasti, sepanjang yang BPJS Kesehatan ketahui, belum ada fatwa MUI yang menyatakan BPJS Kesehatan haram. Yang ada adalah rekomendasi hasil ijtima ulama komisi fatwa. Sifatnya rekomendasi terkait dengan panduan jaminan kesehatan nasional,” jelas Fahmi.

Ijtima ulama itu, lanjut Fahmi, berisi beberapa rekomendasi. Antara lain, rekomendasi agar pemerintah membuat standar minimum atau taraf hidup layak dalam kerangka jaminan kesehatan yang berlaku bagi setiap penduduk sebagai wujud pelayanan. ”Selanjutnya, agar pemerintah membentuk aturan, sistem, dan memformat BPJS Kesehatan sesuai prinsip syariah,” tutur dia. Continue reading

August 2, 2015 Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar | Leave a comment

Selama Delapan Tahun Tangani 800 Mayat

Bripka Zulheri, Petugas Inafis Polresta Barelang

BERTUGAS di bagian Indonesia Automated Fingerprint Identification System (Inafis) butuh keahlian tinggi dan mental kuat. Terlebih-lebih lagi menguak misteri penyebab kematian mayat yang sudah membusuk tanpa identitas. Makin rumit kasusnya, di situlah tantangan bagi petugas Inafis mengungkap si pelaku pembunuhan tersebut.

Bripka Zulheri Unit Identifikasi_Dalil IMAGE

Bripka Zulheri berdiri di samping mobil Unit Identifikasi Polresta Barelang, Sabtu (1/8/2015). F Dalil

Satu di antara anggota Polresta Barelang yang tunak di bagian Inafis ini adalah Bripka Zulheri. Zul safaan Zulheri, sudah bergelut penuh lika dan liku selama delapan tahun di Inafis Polresta Barelang.

Pagi itu, Selasa (30/6/2015), Zulheri tampak berbeda dari biasanya. Pria yang akrab disapa Zul itu mengenakan pakaian dinas harian (PDH) kepolisian. Ia baru saja menghadiri upacara kenaikan pangkat yang dipimpin Kapolresta Barelang, Kombes Asep Safrudin. Continue reading

August 2, 2015 Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar | Leave a comment

Kisah Henry Angkasa Sambut Calon Istri yang Belum Dikenal

Modifikasi dan Tulis Kata Cinta di Empat Mobil

HENRY Angkasa (50) tergolong nekat. Dia rela habiskan ratusan juta rupiah untuk memodifikasi empat mobilnya demi menyambut Ayumi alias Fani, 32, calon istri yang baru dua minggu dikenalnya lewat BlackBerry Messenger (BBM).

Rela Modif Mobil Demi Sang Calon Istri Yang Belum Kenal_Dalil image 2

Henry Angkasa alis Awi di Nagoya, Rabu (29/7/2015) menunjukkan mobilnya yang dimodifikasi untuk menyambut calon istrinya datang dari Jakarta. F Dali

Henry Angkasa alias Awi Kapela mengaku calon istrinya akan datang dari Jakarta pada Minggu (2/8). ”Masalah cocok atau tidak, bukan persoalan. Yang penting dijalani dulu. Biarpun orangnya tidak sesuai dengan fotonya, yang penting jumpa dulu. ”Pengorbanan itu harus ada,” sebutnya di Nagoya, Rabu (29/7/2015).

Awi, panggilan Henry Angkasa, menyebutkan, memodifikasi empat mobilnya adalah salah satu pengorbanannya kepada sang calon istri. Salah satunya mobil Toyota Fortuner-nya dimodifikasi luar dan dalam.

Bagian luar full dikelilingi lampu-lampu hias. Di dalam mobil bagaikan diskotek. Begitu juga mobil lain, dihiasi dengan stiker unik. ”Ada satu mobil Toyota Agya merah khusus buat menyambut Fani, saya tempeli stiker kata-kata pujian beserta fotonya,” ujarnya. Continue reading

August 2, 2015 Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar | Leave a comment

M Al Ichsan, Ketua Abujapi Provinsi Kepri

Garis Terdepan Pengamanan

PROFESI satuan pengamanan (satpam) oleh sebagian masyarakat menganggapnya sebagai profesi kelas dua. Padahal, tugas satpam ini sangat berat dan mulia berada di garis terdepan pengaman 24 jam di lingkungan terbatas tempat kerjanya.

M Al Ichsan foto berdiri image

M. Al Ichsan

Jumlah polisi yang terbatas dengan rasio satu polisi mengamankan 600-700 orang, ini tidak rasional. Untuk mengisi kekosongan membantu pengamanan itu adalah satpam. Satpam di era MEA 2016 nanti, juga dituntut harus kompoten. Seperti apa kompeten dan tugas pokok satpam ini, berikut wawacara dengan Ketua Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (Abujapi) Provinsi Kepri, M. Al Ichsan di Batam, Sabtu (1/8/2015).

Saat ini sudah banyak badan usaha jasa pengamanan (BUJP) yang menyalurkan tenaga kerja satpam. Sebagai Ketua Abujapi Provinsi Kepri, seperti apa kompetensi satpam?
Pertanyaan ini sebetulnya menjadi suatu tantangan bagi kami pengurus Abujapi, khususnya saya pribadi sebagai Ketua Abujapi. Kalau bicara satpam, itu memiliki kompetensi yang sudah diatur oleh Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 24 tahun 2007 tentang sistem manajemen pengamanan organisasi, perusahaan dan/ atau instansi/ lembaga pemerintah. Yang mana, satuan kompetensi satpam itu dimulai dari tingkat dasar adalah Gada Pratama, Gada Madya, dan Gada Utama. Continue reading

August 2, 2015 Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar | Leave a comment

Pasar Kaget Banyak di Batuaji, Pedagang Resmi Mengeluh Pembeli Sepi

AHMAD YANI, Batam

PARA pedangan di Pasat Fanindo, Batuaji, Batam mengeluh, pasalnya beberapa bulan belakangan ini, pasar di tempat mereka berjulan mulai terlihat sepi pengunjung, Warga menduga, sepinya pasar resmi disebabkan adanya pasar-pasar kaget yang terus tumbuh di wilayah mereka.

“Kerugian kami hingga 50 persen,” ujar Rika salah seorang pedagang ayam di Pasar Fanindo, Kamis (30/7/2015).

Rika, mengatakan menurunnya pedapatan berkurang, karena sudah banyak pasar-pasar kaget yang tumbuh, seperti di wilayah Marina, Merlion, Sagung, Taman Lestrasi, di Depan Lapas Barelang,  Putri Hijau, ASL, Yundai,  dan di Pluto.

“Mereka ada yang bukanya dari pagi sapi sore,” beber Rika.

Tumbuh suburnya pasar kaget mengakibatkan harga jual pasar resmi bisa hancur, “Contonya kita jual ayam Rp 30 ribu, dia bisa banting harga Rp 28 ribu,” ungkap Rika.

Hingga saat ini, ia bersama pedagang lainya mampu bertahan karena sudah memiliki pelangan tetap. “Pasar kaget tidak sewa tempat, dan listrik, kalau kita semua sewa,”  pungkasnya. Continue reading

July 30, 2015 Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar | Leave a comment

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.