Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

15 Anggota Polres Meranti Dicomot Polda 

Kapolri Kirim Jenderal Bintang Dua ke Selatpanjang

AL AMIN, Meranti

Terkait keributan di Selatpanjang, Kamis (25/8/2016), Kapolri Jenderal Tito Karnavian langsung memerintahkan Kadiv Propam Mabes Polri, Irjen Mochamad Iriawan, menuju Ibu Kota Kabupaten Meranti itu. Jenderal bintang dua itu tiba Jumat (26/8), pagi menggunakan helikopter dari Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.

Tidak hanya dia, Mabes juga mengirim tim forensik dan ahli balistik, untuk menyelidiki dugaan penganiayaan hingga tewas terhadap, Afriyadi Pratama, 24, tersangka pembunuhan Brigadir Aidil, 32. Sekaligus memeriksa dugaan salah prosedur dalam menangani massa aksi demo yang memprotes kematian Afriyadi, hingga menyebabkan tewasnya Isrusli, 41, akibat terjangan peluru panas polisi di bagian dahi.

“Tim sedang bekerja. Jadi saya harap bersabar dulu, sekarang belum bisa bicara banyak,” kata Irjen Mochamad, Jumat (26/8/2016).

Dia memastikan atas atensi Kapolri, semua anggota polisi yang terlibat dan bersalah akan mendapatkan tindakan tegas.

“Secepatnya akan kita ungkap semua kejanggalan dalam kasus ini,” sebutnya singkat.

Sebelumnya, Jumat dini hari sekitar pukul 00.30 WIB, Kapolda Riau, Brigjen Supriyanto, bersama Kabid Propam Polda Riau, AKBP Pitoyo Agung Yuwono, mantan Gubernur Riau, Wan Abu Bakar, tiba di Selatpanjang untuk memantau kondisi dan memastikan tidak ada bentrokan susulan. Begitu tiba, rombongan Kapolda tersebut langsung bertakziah ke rumah Afriyadi Pratama di Gang Abadi, Jalan Banglas dan rumah Isrusli di Jalan Dorak Selatpanjang.

Kemudian, pukul 10.00 WIB dilakukan dialog antar tokoh masyarakat, Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Said Hasyim, dan Kapolda Riau di Ballroom Grand Meranti Hotel Selatpanjang.
Dalam dialog yang berlangsung alot itu, masyarakat mempercayakan Polda Riau untuk menangani kasus tersebut dan juga menuntut pencopotan Kapolres Meranti, AKBP Asep Iskandar. Continue reading

August 26, 2016 Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar | Leave a comment

Bawa ke Salon, untuk Menaikkan Harga Sapi

Nurohman, Perias atau Pemilik Salon Sapi dari Desa Sumberdadi, Kecamatan Sumbergempol

Selain sehat dan gemuk sapi juga memerlukan penampilan menarik untuk meningkatkan harga jual. Dengan tampilan menarik akan memikat pembeli dan tidak ragu menawarnya dengan harga tinggi. Hal ini disadari Nurohman, dengan membuka salon sapi. Kini hampir setiap hari dirinya selalu diminta para pedagang sapi untuk mendadani sapinya.

ZAKI JAZAI, Jawa Timur

Kemarin (25/8/2016) sekitar pukul 09.00, suasana pasar hewan di Desa Beji, Kecamatan Boyolangu, terlihat ramai. Ada aktivitas jual-beli hewan di pasar tersebut. Ya, kemarin adalah Pasaran Pahing atau hari dalam penanggalan Jawa, pasar tersebut beraktivitas. Pedagang dan calon pembeli baik dari dalam maupun luar daerah Tulungagung bertransaksi atau tawar menawar, hingga tercapai harga yang disepakati, sebelum sapi itu dilepas.

Namun, suasana berbeda saat wartawan masuk ke sisi barat tengah pasar. Di tempat tersebut terlihat empat orang sekeluarga sibuk memotong serta menghaluskan tanduk atau kuku sapi. Tangan mereka begitu cekatan menggunakan peralatan seperti gergaji besi, sabit, tatah, kikir dan amplas.

Mereka berempat adalah pengusaha salon sapi dari Desa Sumberdadi, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung, Provinsi Jawa Timur, yang datang setiap pasar hewan tersebut buka.“Inilah kegiatan kami setiap ada pasaran hewan terutamanya sapi, sebab selain di sini kami juga melaksanakan pekerjaan ini di pasar hewan lainnya seperti di Blitar dan Kediri,” ungkap Nurohman pemilik usaha salon sapi tersebut.

Dari situlah bersamaan memotong dan menghaluskan tanduk seekor sapi milik langganannnya dia mulai menceritakan tentang aktivitasnya tersebut. Ternyata aktivitas sebagai pengusaha salon sapi ditekuninya sejak 26 tahun silam. Semula dia diajak sang kakak Alm. Suworo untuk membantu merias sapi di Pasar Hewan Blitar. Lambat laun dia tertarik menekuni hal serupa dan belajar bagaimana cara merias sapi dari sang kakak tersebut. Dengan terus belajar Rohman- begitu Nurohman disapa- mahir hingga meneruskan usaha salon sapi.

“Saat ini kakak yang mengajarkan ketrampilan ini telah tiada makanya saya yang meneruskannya. Agar usaha ini tetap berlangsung ketrampilan ini saya ajarkan kepada tiga orang anak saya ini,” katanya. Continue reading

August 26, 2016 Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar | Leave a comment

Abdur Raheem Green Menemukan Cahaya Islam

Anthony Vatswaf Galvin Green lahir tahun 1962 dan kemudian mengubah namanya menjadi Abdur Raheem Green setelah memeluk Islam. Sejak kecil, lelaki kelahiran Dar As-Salam, Tanzania ini, sering mempertanyakan konsep ajaran Katolik yang menurutnya banyak yang tak masuk akal, hingga ia menemukan cahaya Islam.

Abdurraheem Green

Anthony Vatswaf Galvin Green.

Ibu Green yang asli Polandia dan penganut Katolik Roma yang taat, membesarkan Green dan anak-anaknya yang lain dengan didikan ala Katolik. Green bahkan sempat disekolahkan di sebuah keuskupan Katolik Roma di Yorkshire di utara Inggris.

Hal pertama yang mengusik pikirannya tentang ajaran Katolik adalah ketika ia mendengar ibunya berdoa dan menyebut “Bunda Maria, ibu dari Tuhan Yesus”. Green merasa aneh dengan doa itu, bagaimana bisa Tuhan punya ibu? Karena Yesus yang ia kenal selama dalam konsep ajaran Katolik adalah Tuhan, bukan nabi seperti dalam ajaran Islam.

“Saya duduk dan memikirkan tentang ibu dari tuhan itu. Jika Bunda Maria adalah ibu dari tuhan (Yesus), ia pastilah lebih juga tuhan yang lebih baik dari tuhan itu sendiri. Itulah pertanyaan pertama yang muncul di kepala saya,” tutur Green mengenang pengalaman masa kecilnya.

Saat masuk sekolah di keuskupan, Green mulai lebih banyak memikirkan banyak hal, mempelajarinya dan melakukan riset terhadap ajaran Katolik yang dianutnya. Salah satunya tentang “kewajiban” pengakuan dosa yang ditetapkan oleh para pendeta di keuskupannya. Green masih ingat, seluruh siswa diwajibkan paling tidak sekali setahun untuk melakukan pengakuan dosa. Continue reading

August 26, 2016 Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar | Leave a comment

Harga Tinggi, Diperdagangkan secara Ilegal

Kekah, satwa langka yang hanya ada di Pulau Bunguran, Natuna terancam punah. Populasinya terus menurun. Perlu tindakan serius pemerintah untuk menyelamatkannya.

AULIA RAHMAN, Natuna

Seekor primata melintas di jalan yang menghubungkan Ranai dengan Selat Lampa di Pulau Bunguran, Natuna, beberapa waktu lalu. Tubuhnya kurus diselimuti bulu tebal berwarna hitam di bagian punggung. Di pipi dan paha bagian dalam bulu putih keperakan menyembul. Lucu dan menggemaskan.

kekah 6

Kekah.

Kekah, begitu orang Ranai memanggil hewan itu. ”Jenis primata pemilik nama latin Presbytis Natunae  itu merupakan hewan endemik yang hanya bisa ditemukan di Pulau Bunguran, pulau utama di Kabupaten Natuna,” sebut seorang warga Natuna, Kamis (25/8/2016).

Peneliti pada Pusat Studi Biodiversitas dan Konservasi Universitas Indonesia, Ferdi Rangkuti yang meneliti hewan ini pada 2002 dan 2003 lalu, menyebutkan kekah merupakan salah satu hewan endemik di Natuna selain dua primata lainnya, yakni kukang (Nycticebus Coucang Natunae), dan kera ekor panjang (Macaca Fascicularis Pumila).

“Namun di antara mereka kekah yang paling terancam keberadaannya,” tulis Ferdi dalam laporannya yang berjudul Kekah Natuna Terancam Punah.

Oleh International Union for Conservation of Nature, kekah digolongkan dalam kategori jenis hewan yang rentan akan kepunahan. Populasinya yang hanya ada di Pulau Bunguran dan jumlahnya yang terus menurun, membuat kekah masuk dalam golongan itu. Continue reading

August 26, 2016 Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar | Leave a comment

Selatpanjang Mencekam, Satu Polisi dan Dua Warga Tewas

Warga Kepung Kantor Polisi

AL AMIN, Selatpanjang

Kota Selatpanjang, Kabupaten Meranti, Provinsi Riau, mencekam. Kantor pemerintahan dan pertokoan tutup. Para pelajar dipulangkan lebih cepat. Sementara ribuan massa bergerak dan mengepung markas dan asrama Polres Kepulauan Meranti, Kamis (25/8/2016).

Kejadian berawal dari pembunuhan yang dilakukan oleh Afriyadi Pratama, 24, warga Gang Abadi Jalan Banglas Selatpanjang terhadap seorang anggota Polres Meranti, Aidil, 32.

Peristiwa pembunuhan ini terjadi di halaman parkir Hotel Furama Selatpanjang, Kamis (25/8/2016), sekitar pukul 01.45 WIB.

Polisi berpangkat brigadir itu tewas bersimbah darah setelah ditikam dengan sebilah pisau oleh pelaku.

Korban tewas dengan lima tusukan di bagian dada dan lengan. Belum diketahui motif pembunuhan tersebut. Namun sejumlah saksi mata mengatakan, korban dan tersangka sempat cekcok sebelum peristiwa pembunuhan itu terjadi.

Setelah menghabisi nyawa korban, tersangka Afriyadi sempat melarikan diri dengan menyeberang ke Pulau Merbau. Namun sekitar pukul 03.30 WIB, tersangka berhasil ditangkap polisi dan dihadiahi timah panas di bagian kakinya. Kemudian langsung dibawa ke RSUD Selatpanjang untuk menjalani perawatan medis. Namun saat pagi menjelang, tersangka dipindahkan ke klinik Polres Meranti. Continue reading

August 26, 2016 Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar | Leave a comment

Bawa KK Asli, Petugas Abaikan SE Kemendagri

Ditolak Rekam e-KTP

TIM BATAM POS, Batamkota

Dalam mempermudah pengurusan Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menerbitkan Surat Edaran (SE) dengan hanya cukup menunjukkan Kartu Keluarga (KK) asli disertakan fotokopi.

Hanya saja, para petugas di sejumlah kecamatan di Batam masih mengabaikan SE Kemendagri itu. Buktinya, banyak warga yang ditolak rekam e-KTP karena hanya membawa KK asli.

Seperti yang terjadi di dua kecamatan, yakni Batamkota dan Batuaji. Banyak warga harus kecewa lantaran ditolak saat hendak merekam e-KTP ke kecamatan. Alasannya, karena mereka hanya membawa KK asli dan fotokopi, padahal sesuai SE Kemendagri.

“Iya, saya tadi pagi (kemarin) datang ke Kecamatan Batamkota sama ibu, saya bawa KK asli dan fotokopian. KK yang saya bawa ini KK berdomisili di Batamkota dan masih berlaku. Ternyata sampai kecamatan, saya dan ibu saya ditolak merekam e-KTP.

Petugas dan Satpol PP bilang harus bawa surat RT/RW dan Kelurahan, baru bisa merekam,” ujar Kukuh, warga Batamkota, Kamis (25/8/2016). Continue reading

August 26, 2016 Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar | Leave a comment

Andreas Hugo Pareira: Belajar ke Sumbar untuk Menggala Potensi Perantau

JAKARTA – Anggota Komisi I DPR RI, Andreas Hugo Pareira menyarankan semua kepala daerah di Indonesia belajar ke Sumatera Barat (Sumbar) untuk pengelolaan perantaunya secara baik.

Pentingnya pengelolaan perantau secara baik menurut Andreas agar para perantaunya tetap punya komitmen terhadap tanah kelahirannya, meskipun dia tidak lagi menjadi warga negara Indonesia.

“Dalam hal-hal tertentu, kontribusi diaspora untuk tanah kelahirannya menjadi penting ketimbang mereka ujug-ujug jadi menteri tapi sudah jadi warga negara asing,” kata Andreas, dalam Forum Legislasi “Revisi UU Nomor 12 tahun 2006 tentang Kewarganegaraan”, di pressroom DPR, Senayan Jakarta, Selasa (23/8/2016).

Untuk jadi menteri lanjut politikus dari daerah pemilihan Nusa Tenggara Timur (NTT) itu, UU Kewarganegaraan menegaskan harus warga negara Indonesia.

“Pintarnya Sumbar itu, dibuatnya lembaga khusus mulai di tingkat provinsi sampai kabupaten/kota yang secara khusus mengurus diasporanya untuk menggali potensi yang ada. Ada nomenklatur di jajaran Setda Provinsi, kabupaten dan kota berbunyi hubungan ranah dan rantau,” ungkapnya.

Continue reading

August 26, 2016 Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar | Leave a comment

Yusuf Estes Sebarkan Islam ke Penjuru Dunia

 Dirikan TV Islam Pertama di Amerika

“Atas sumbangsihnya mempromosikan Islam di seluruh dunia, ia diganjar penghargaan sebagai Tokoh Islam 2012.”

Yusuf Estes terpilih menjadi Tokoh Islam 2012 dalam ajang Dubai Internasional Award ke-16 (DIHQA). Ia terpilih karena sumbangsihnya mempromosikan Islam di seluruh dunia.

yusuf etes

Yusuf Estes.

Ketua Komite Penghargaan, Ibrahim Bumelha mengatakan, tidak ada yang meragukan perjuangan Estes. Ia begitu dicintai kalangan muslim muda.

“Ketika diberitahu (terpilih jadi tokoh muslim 2012), ia begitu senang. Yusuf ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak,” sebut Bumelha seperti dikutip onislam.net, Selasa (10/7).

Tak hanya itu, masih kisah Buhelma, Estes juga mendirikan sejumlah laman berbahasa Inggris, seperti TubeIslam (jejaring video muslim), ChatIslam (layanan chat Muslim) dan Worldpreschool (laman pendidikan bagi muslim muda). “Beliau juga rutin mengisi acara dakwah Islam di berbagai stasiun televisi,” paparnya.

Yusuf Islam juga mendirikan sebuah TV Islam pertama di Amerika yaitu GuideUS TV. Beliau sering menghadiri undangan negara-negara di dunia, seperti Dubai, Tokyo, dan sebagainya untuk mengenalkan Islam lebih jauh. Atas segala kiprahnya itulah ia menjadi salah satu tokoh berpengaruh dalam dunia Islam. Continue reading

August 25, 2016 Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar | Leave a comment

HUT ke-71 RI Dipusatkan di Sekitar Makam Muhammad Yamin

Panitia HUT Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Sawahlunto, Sumatera Barat (Sumbar), menggelar renungan suci di kompleks makam Mahaputra, Prof Mr Muhammad Yamin SH, pada Rabu (18/8/2016) dini hari.

Kepala Bagian Kesra Sekretariat Daerah Kota Sawahlunto Zardinal Basyir mengatakan untuk pertama kalinya renungan suci dilaksanakan di kompleks makam Muhammad Yamin yang berada di Kecamatan Talawi.

“Pada peringatan sebelumnya panitia memusatkan kegiatan ini di kawasan Taman Makam Pahlawan yang berada di daerah Kubang Sirakuk Kecamatan Lembah Segar,” jelasnya.

Menurutnya, pemindahan lokasi kegiatan itu untuk lebih mengenalkan sosok pahlawan nasional asal daerah itu tanpa mengurangi penghormatan terhadap jasa-jasa seluruh pahlawan yang gugur dalam perjuangan memerdekakan serta memajukan bangsa Indonesia.

Kapolres Sawahlunto AKBP Riyadi Nugroho SIK selaku pemimpin upacara menegaskan kebulatan tekad para peserta upacara untuk menghormati jasa-jasa para pahlawan.

Continue reading

August 23, 2016 Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar | Leave a comment

Menolak Menyerah dan Terus Berenang ke Tepian

“Bang, tolong. Pompong yang saya naiki ini mau tenggelam,” Resti melapor kepada abangnya dari balik telepon. Mesin mati. Air sudah sebetis kaki. Ombak meninggi.

FATIH MUFTIH, Tanjungpinang

Awan gelap Minggu (21/8/2016) pagi kemarin luput terbaca sebagai pertanda. Yang Resti tahu, ia sedang ingin menyeberang ke Pulau Penyengat, Tanjungpinang. Bersua dengan sanak-familinya di sana. Akhir pekan adalah waktu yang tepat untuk bersenang-senang. Rela perempuan 25 tahun ini menyeberang dari Batam ke Tanjungpinang untuk menyambung silaturahim dengan keluarganya.

Pagi-pagi benar. Jam masih menunjuk sekitar pukul 08.30 WIB. Tidak ada matahari. Mendung menggantung sedari dini hari. Air laut berkecipak dan semakin meninggi. Angin berembus tidak teratur. Kadang dari barat ke timur. Resti masih menunggu dengan terpekur.

“Aman ini, Bang kita berangkat?” tanya Resti pada penjual tiket pompong. Yang ditanya lekas menjawab seraya memastikan segalanya aman dan terkendali.

Jawaban yang lumayan menenangkan debar Resti melihat mendung semakin menggantung. Tebal lagi hitam.

Lima belas menit kemudian, bersama 16 penumpang lain, Resti menaiki pompong. Walau terasa ada debar yang tak biasa, keinginannya bertemu keluarga di Penyengat lumayan menenangkan dirinya. Mesin pompong menderu. Ke Pulau Penyengat haluan menuju.

Resti tengadah pasang mata. Melihat ke arah langit yang kian gelap dan rintik hujan mulai berjatuhan. Tidak lama. Hanya lima menit setelah lepas tali dari dermaga, tiba-tiba mesin pompong mati. Lambung terayun ke kanan-kiri. Terbit histeria di kalangan 16 penumpang. Termasuk Resti yang duduk di sebelah kiri. Tekong atau pengemudi pompong mencoba menenangkan.

“Jangan panik. Jangan panik. Pegang bagian atas pompong,” begitu kata Resti mengingat ucapan tekong.

Namun, siapa yang mampu tenang dalam kondisi sedemikian bergoyang. Hujan mulai lebat. Angin barat berembus hebat. Air laut meluap. Masuk ke lambung pompong. Sampai setinggi betis kaki. Kepanikan kian menjadi. Resti segera meraih ponsel. Kepada abangnya di Penyengat ia mengadu. Continue reading

August 23, 2016 Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar | Leave a comment

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.