Suprizal Tanjung's Surau

Berdoa Bekerja & Berguna untuk Semua

Motinggo Busye, Pengarang Novel 7 Manusia Harimau

Hidup di Lingkungan Keluarga yang Patuh Islam

BUSTAMI Djalid. Itulah nama asli yang diberikan Djalid Sutan dan Rabi’ah kepada Motinggo Busye ketika dia lahir pada 21 November 1937 di Kupangkota, Telukbetung, Lampung.

Motinggo_Busye

Motinggo Busye

Nama asli pemberian Rabi’ah Ja’akub, sang ibu, dengan jelas melantunkan idealisme yang tinggi dan religius. Nama Bustami diambil dari nama seorang filsuf muslim (sufi) pada masa kejayaan Granada-Andalusia. Ketika Rabi’ah mengandung, ia sempat mengagumi filsuf sufi itu. Tak heran pada saat melahirkan, nama Bustami dipakai pada anaknya sendiri.

sinopsis-7-manusia-harimau-RCTI

Poster Film, 7 Manusia Harimau

Orang tua Motinggo berasal dari Provinsi Sumatera Barat (Sumbar). Ibunya berasal dari Matur, sekitar tujuh kilometer sebelah timur Bukittinggi, sedangkan ayahnya, Djalid Sutan Raja Alam, berasal dari Sicincin (Pariaman), sekitar empat puluh kilometer dari kota Padang. Setelah menikah, pasangan Djalid Sutan-Rabi’ah merantau ke Lampung dan menetap di daerah Telukbetung. Ayah Motinggo bekerja sebagai klerk KPM di Kupangkota yang jaraknya tidak jauh dari kediaman mereka. Continue reading

March 26, 2015 Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar | Leave a comment

H Irwansyah SE MM, Anggota Komisi III DPRD Kepri

Jangan Sampai Pelayanan ke Masyarakat Berkurang Irwansyah, politisi PPP selama 10 tahun (2004-2014) duduk di Komisi III DPRD Batam membidangi infrastruktur dasar. Irwansyah dikenal getol memperjuangkan pembangunan infrastruktur dasar khususnya bidang air, listrik, transportasi, dan tataruang untuk kepentingan masyarakat.

Irwansyah_Dalil image

H Irwansyah SE, Minggu (2/11/2014). F Dalil

Tahun 2014 lalu, putra asal Pasaman, Sumatera Barat (Sumbar) ini naik tingkat menjadi anggota DPRD Kepri namun masih tetap di Komisi III membidangi pembangunan infrastruktur. Perhatiannya untuk pembangunan infrastruktur sudah tak diragukan lagi. Bahkan, Irwansyah sudah berangkat ke Jakarta menemui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memperjuangan air bersih untuk Belakangpadang. Continue reading

March 23, 2015 Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar | Leave a comment

LeSAT Ajak Muslim Batam Kuasai Tahsin dengan Benar

Pendidikan Alquran Dua Hari di PIH

Oleh SUPRIZAL TANJUNG, Batam

LEMBAGA Studi Alquran Terpadu (LeSAT) mengadakan Pelatihan Membaca dan Menghafal Alquran Metode Tahsin Tilawah di Pusat Informasi Haji (PIH) Batamkota, Batam, Sabtu (21/3/2015) sampai Minggu (22/3/2015).

Lesat Batam, Sabtu 22 Maret 2015 (1) image

Suasana Pelatihan Membaca dan Menghafal Alquran Metode Tahsin Tilawah di PIH, Batam Kota, Batam, Sabtu (21/3/2015).

‘’Acara ini untuk melatih para pengajar Alquran dapat mengajarkan Tahsin (perbaikan cara membaca Alquran agar seseuai dengan kaidah yang benar, red). Hadir di acara ini, pembicara ustaz Abu Amr yang merupakan Direktur Tar-Q Bandung,’’ sebut Direktur Lesat, ustaz Delfri Alan Yusuf. Continue reading

March 23, 2015 Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar | Leave a comment

Orang Tua Socrates Sumbang Rumah untuk Pendidikan Alquran di Batam

Socrates: Nanti, Santrinya Tidak Hanya dari Batam, tapi Dari Malaysia dan Singapura

Oleh FISKA JUANDA, Nongsa

DIREKTUR Lembaga Amil Zakat (LAZ) Masjid Raya Batam (MRB), Syarifuddin meresmikan rumah tahfiz Alquran di Kampung Panglong, Nongsa, Batam, Sabtu (21/3/2015).

socrates-selasa-23-april-2013-suprizal-tanjung-8 image

Socrates di Graha Pena, Batam Kota, Batam, Selasa (23/4/2013). F Suprizal Tanjung

Rumah tempat belajar Alquran tersebut, adalah hibah dari Emiwarsih, ibu dari Wakil Direktur Utama Batam Pos, Socrates. Rumah tersebut diharapkan menjadi sejarah lahirnya para hafiz Aquran.

“Tidak salah, dua atau tiga bulan yang lalu, Ibunda Hajja Emiwarsih menyampaikan keinginan beliau. Untuk menyumbangkan rumah yang sangat bersejarah bagi dirinya dan keluarganya,” kata Syarif saat pembukaan peresmian Rumah Cinta Alquran, saat itu. Continue reading

March 23, 2015 Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar | Leave a comment

Rajo Lelo, Pewaris Terakhir Tuah Penakhluk Harimau di Sumatera

Posted by Sang Pemberontak on 25 Mei 2013

KOK tidak landang jo landi, dimano kiambang diam. Kok indak utang dibayia, dimano dagang ka diam.”

Tiba-tiba bulu kuduk berdiri, saat Syamsir Rajo Lelo, yang duduk di depan penulis melafazkan dua kalimat mantra tersebut di Taruko Rodi, Kelurahan Limau Manih Selatan, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sumatera Barat, Senin (20/5/2013) sore. Darah berdesir, hati terkesiap, mendengar suara berat kakek bercucu 26 orang tersebut.

rajo

Syamsir Rajo Lelo

Jelas bukan kalimat biasa. Ada nuansa balas dendam dari untaian kata itu. Jika dipahami, kalimat tersebut sarat makna. Dimana, seseorang yang berhutang, bagaimana pun caranya mesti membayar setimpal. Tidak ada cerita menunda, apalagi melupakan.

Namun, lelaki tua berjenggot putih, dengan usia lebih dari 80 tahun itu, tidak menujukan kalimat pemanggil tersebut, kepada manusia. Tapi, terhadap sesuatu yang menakutkan. Binatang buas bernama harimau (panthera tigris sumatrae). Penguasa rimba Sumatera, yang oleh tetua Minangkabau dipanggil inyiak.

“Itu lafaz pemanggil inyiak yang masuk perkampungan. Jika tak datang, akan tewas dengan sendirinya atau dibunuh oleh inyiak lain. Itu sudah perjanjian lama, tak bisa ditawar,” tutut Syamsir Rajo Lelo. Continue reading

March 22, 2015 Posted by | Minangkabau Pagaruyung Sumbar | Leave a comment

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.